Soal iklan belakangan ini memang lagi aneh. Mungkin Anda juga mengalami hal yang sama.
Tantangan Iklan Shopee Dua Bulan Terakhir
Sudah dua bulan terakhir, terutama di Shopee, saya melihat ada keanehan. Selisih profit margin terlalu jauh; terkadang, saya memasang set iklan Rp20.000 hanya mendapatkan tiga penjualan, bahkan kadang hanya satu. Ini bukan terjadi di semua toko atau akun saya, namun sebagian besar mengalaminya.
Masalah kedua adalah iklan produk otomatis yang tidak mengeluarkan spending sama sekali. Ini berarti tidak ada impression, iklan tidak berjalan, meskipun sudah diatur otomatis.
Saya juga mencoba iklan auto seperti GMV Max Auto. Setelah melakukan tes dengan budget Rp25.000, hasilnya boncos. Sebenarnya, secara umum, GMV Max Auto memang sering boncos untuk sebagian besar produk, kecuali produk yang sedang tren.
Yang mengejutkan, saat Piala Dunia kemarin, bahkan ketika saya mengiklankan produk tren seperti jersey Spanyol, GMV Max Auto saya tetap boncos. Ini adalah pengalaman pertama saya GMV Max Auto boncos untuk produk tren.
Mencari Pola Baru
Secara pribadi, saya merasa tidak nyaman dengan periklanan belakangan ini. Lebih tepatnya, saya belum menemukan pola atau strategi yang "jos" dengan tingkat keberhasilan (success rate) yang tinggi.
Memang tidak ada strategi iklan dengan success rate 100%. Namun, saya pernah mencapai titik di mana success rate iklan saya kurang lebih 80%. Itu terjadi dari era iklan manual hingga GMV Max. Kini, strategi yang sedang saya eksperimenkan justru memiliki success rate di bawah 50%.
Saya sudah mencoba berbagai cara, mulai dari mematikan voucher spesial toko, mengaktifkan opsi pengisian saldo iklan dari penjualan, hingga mengisi saldo dari dompet.
Eksperimen Tanpa Henti di "Laboratorium" Toko
Intinya, kita memang harus terus bereksperimen untuk menemukan "ramuan" atau formula yang tepat. Dan perlu diingat, apa yang berhasil bagi saya belum tentu berhasil bagi Anda.
Bagi saya, dengan banyaknya toko yang saya kelola, saya merasa memiliki "laboratorium" pribadi. Saya bisa melakukan berbagai eksperimen A/B testing di banyak toko (Toko A mencoba ini, Toko B mencoba itu) dan kemudian menarik kesimpulan untuk menerapkan strategi dengan success rate tertinggi ke toko-toko lainnya.
Namun, dalam dua bulan terakhir, hasil eksperimen saya belum membuahkan hasil yang positif. Banyak strategi yang sebelumnya berhasil, kini tidak lagi works.
Sebelumnya, strategi umum saya adalah "set and forget", karena saya percaya GMV Max tidak akan boncos. Jika memang boncos, iklan akan "tidur" atau berhenti berjalan. Namun, sekarang, meskipun saya mengatur spending, jika boncos, iklan terus saja berjalan dan menghabiskan budget. Ditambah lagi, kini minimum budget iklannya naik menjadi Rp25.000.
Jika hanya Rp5.000 per hari, berarti maksimum Rp150.000 per bulan per produk, itu masih sangat wajar bagi saya – seperti membayar sewa tempat kepada Shopee. Tetapi jika Rp25.000 per hari terus menerus dihabiskan (atau Rp10.000-Rp15.000 yang kadang habis), dikalikan sebulan, itu terasa sangat berat.
Pelajaran Penting dari Pengalaman Ini
Jadi, inilah beberapa poin penting untuk Anda:
- Teruslah bereksperimen. Akan lebih baik jika Anda bisa bereksperimen dari banyak toko dan berbagai kategori produk. Banyak seller hanya berfokus pada kategori mereka sendiri, yang tidak salah – jika mereka jago di bidang itu, itu bagus. Namun, mereka mungkin kurang memahami perspektif seller lain. Alhamdulillah, saya cukup memahami perspektif seller lain karena saya memiliki banyak toko dan sering berinteraksi dengan mereka, sehingga saya memiliki pandangan yang lebih luas. Tentu, ini bukan berarti saya "jago", karena untuk menjadi ahli, seharusnya saya fokus pada satu atau beberapa toko yang sangat spesifik, bukan banyak toko.
- Jika Anda juga sering mengalami boncos belakangan ini, berarti kita senasib. Saya menulis blog post ini bukan untuk mengklaim paling jago, melainkan hanya untuk mendokumentasikan apa yang saya lakukan. Jika bermanfaat, alhamdulillah; jika tidak, ya tidak apa-apa.
Strategi Saya Saat Ini
Lalu, apa yang sedang saya lakukan? Saat ini, iklan produk otomatis menunjukkan success rate tertinggi bagi saya. Meskipun kadang tidak mengeluarkan spending sama sekali atau iklan tidak berjalan, namun saat berjalan, hasilnya tidak boncos. Ini yang saya alami; bahkan ketika mengiklankan produk seperti bendera yang sedang tren, ada yang tidak spending sama sekali, tetapi ketika akhirnya berjalan, tidak boncos.
Saya berhipotesa, meski belum terlalu valid dan success rate-nya masih di bawah 50%, iklan produk otomatis adalah yang terbaik saat ini. Bagaimana dengan Anda? Iklan jenis apa yang berhasil bagi Anda saat ini?

0 Response to "Mengapa Iklan Shopee Saya Terus Boncos? Pengalaman dan Eksperimen Terbaru"
Posting Komentar