My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Jualan Bendera di Shopee 2026: Ketika Teori Produk Tren Saya Patah!

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Teman-teman. Saya mau curhat. Sebagai konten kreator yang juga seorang pebisnis, curhatan ini mungkin juga pernah Anda alami, meskipun dengan kasus atau produk yang berbeda. Ini tentang masalah bangkrut, rungkad, atau kesulitan berjualan.

Di tahun 2026 ini (per 3 Agustus 2026), saya berjualan bendera dan mengalami kebangkrutan. Tahun 2026 ini benar-benar buruk, super duper jelek bagi saya. Kenapa demikian? Namun, sebelum itu, saya ingin berbagi pengalaman.

Pertama, teori saya akhirnya terpatahkan. Saya punya teori bahwa berjualan produk tren di Shopee itu mudah. Saya tidak perlu pusing memikirkan iklan atau strategi lainnya. Intinya, tinggal jual saja. Perkara boncos atau tidak itu soal pengaturan, soal perhitungan. Seperti saat saya berjualan Piala Dunia, sangat mudah terjual, meskipun memang boncos.

Biasanya, berjualan produk tren otomatis tidak boncos. Namun, Piala Dunia kemarin beberapa kali boncos, meski tetap mudah. Sekarang, saya menjual bendera di tahun 2026 ini dan ternyata sangat susah terjual. Bendera ini sulit sekali. Akhirnya, teori saya terpatahkan bahwa berjualan produk tren di Shopee itu tidak selalu mudah.

Meskipun demikian, ini hanya satu dari sekian kasus. Mungkin satu dari seratus atau sepuluh kasus. Saya sudah bermain produk tren selama tiga tahun terakhir, dan ini mungkin baru pertama kalinya saya kesulitan menjual produk tren, khususnya bendera ini. Mari saya tunjukkan datanya.

Saya sudah mulai berjualan bendera sejak tahun 2024. Tahun 2024 cukup bagus. Sayangnya, saya tidak bisa menampilkan data tahun 2024 karena sudah tidak tersimpan. Tahun 2025 juga cukup baik. Nanti akan saya perlihatkan datanya. Saya bisa mendapatkan sekitar 500 transaksi per hari. Bagi saya, itu angka yang sangat lumayan, apalagi dengan harga yang terjangkau, 500 per hari.

Namun tahun ini, 2026, saya hanya mendapatkan sekitar 30 transaksi per hari. Jujur, ini sangat susah menjualnya. Saya sampai pusing memikirkannya. Rasanya tidak seperti berjualan produk tren, karena seharusnya berjualan produk tren itu tidak perlu pusing. Tidak perlu memikirkan jenis iklan, target, atau budget.

Tapi sekarang saya mengalami kesulitan berjualan produk tren dengan hanya 30 transaksi per hari, padahal saya sudah mengeluarkan segala jurus, termasuk 'bakar uang', tapi tetap tidak berhasil mendongkrak penjualan lebih dari 30-an per hari. Mari saya tunjukkan datanya. Ini laporan saya tahun 2026 untuk penjualan bendera saja.

Penjualan bendera saya, produk valid yang terjual per hari, bukan 30, bahkan jika dirata-ratakan mungkin hanya sekitar 20. Paling tinggi 33 unit, paling rendah 3 unit. Jadi sekitar 20 unit per hari. Bandingkan dengan tahun 2025, saya bisa menjual sekitar 500-an unit per hari pada periode yang sama. Periode ini adalah 26 Juli hingga 2 Agustus 2026. Sekarang saya akan tunjukkan data tahun 2025, yaitu 27 hingga 2 Agustus (hanya beda sehari).

Lihat, saya bisa mendapatkan 300, 500, 600, bahkan puncaknya 1.000 unit terjual. Jauh sekali perbedaannya. Tahun 2024 sedikit lebih kecil dari 2025 karena itu tahun pertama. Tahun kedua bagus, tapi tahun ketiga ini jauh sekali, sangat-sangat jauh. Saya pusing menjualnya, sudah mengerahkan segala jurus iklan, konten, dan lainnya, tapi hanya terjual segini.

Ini sekali lagi, teori saya terpatahkan oleh diri saya sendiri, bahwa berjualan produk tren di Shopee itu bisa jadi sulit bagi saya.

Dan lagi pula, saya memiliki komunitas bernama Sindikat Dropship. Ini adalah komunitas dropship berjamaah. Mungkin satu-satunya komunitas di Indonesia yang menjalankan dropship secara berjamaah. Banyak platform dropship lain, namun itu lebih seperti berkompetisi. Di Sindikat Dropship, kami berjamaah, bahkan sering berkumpul untuk membahas produk yang sama. Kami rapat bersama kompetitor.

Kami menjalankan dropship secara berjamaah. Bahkan, total resi dropshipper di Sindikat Dropship, jika digabungkan, hanya sekitar 100 sampai 200 per hari pada awal Agustus tahun ini (akhir Juli hingga awal Agustus). Angka itu bahkan masih di bawah resi saya tahun lalu. Masih di bawah resi saya pribadi di tahun 2025. Data dropship saya saat itu tidak ada karena hanya berupa PDF-PDF yang tidak terkumpul, tapi itu adalah hasil pribadi saya.

Artinya apa? Angkanya sangat jauh. Saya pribadi saja bisa mencapai 500 transaksi per hari tahun lalu. Tahun ini, jika digabungkan secara berjamaah, kami hanya mencapai 100 sampai 200 per hari secara bersama-sama. Ada apa ini? Apa yang terjadi? Apakah Sindikat Dropship tidak bisa berjualan?

Oh, jangan salah. Anggota kami sangat keren. Alhamdulillah, setelah bergabung bootcamp dan kemudian Sindikat Dropship, bukan karena saya dan Mas Soni sebagai fasilitatornya, atau karena saya dan Mas Soni yang pandai mengajar, tapi karena kebersamaannya. Saya dan Mas Soni hanya berfungsi sebagai fasilitator, mengarahkan cara 'ternak toko', menunjukkan celah-celah yang ada, lalu kami eksplorasi dan eksperimen bersama secara berjamaah. Jadi, perkembangan memang terjadi bersama-sama di komunitas Sindikat Dropship. Jika Anda tertarik bergabung, silakan cek ghanirozaki.com.

Jadi, itulah situasinya, dan saya benar-benar bangkrut di tahun 2026 ini, hanya 30 resi per hari, dibandingkan tahun lalu yang mencapai 500 per hari. Bahkan jika digabungkan dengan total Sindikat Dropship, semuanya hanya sekitar 100 sampai 200 per hari saat ini. Jauh sekali perbedaannya. Ada apa ini? Apa yang terjadi?

Saya sudah seminggu terakhir ini memikirkannya, sangat pusing dengan masalah ini. Kenapa bisa sejauh ini? Apa penyebabnya? Saya periksa, demand tetap naik. Di Google Trends juga naik, bahkan pencarian di Shopee juga meningkat. Sedikit update: data iklan volume pencarian toko tidak update saat video ini dibuat. Namun, data volume pencarian produk itu update. Karena saya memiliki Toko Mall yang memungkinkan saya melihat iklan pencarian produk, jadi saya bisa memeriksanya. Bagi teman-teman yang tidak punya Toko Mall, tidak bisa mengeceknya.

Jadi, demand sudah pasti naik, momentum Agustusan pun jelas mendukung. Lalu, ke mana semua ini? Kenapa teori saya terpatahkan bahwa berjualan produk tren itu mudah, dan saya justru kesulitan? Satu hal yang saya jadikan kambing hitam adalah kompetitor. Tapi saya juga bingung, kompetitor lari ke mana? Seharusnya, jika memang persaingan, mereka lari ke kita-kita lagi, bukan? Karena di Sindikat Dropship, mungkin sudah banyak sekali toko yang tergabung. Kami bekerja sama dan menyajikan data, dan sebagainya. Seharusnya, penjualan lari kembali ke kami.

Kalaupun lari ke penjual lain, seharusnya tidak sampai lebih dari setengahnya, bukan? Karena di tahun 2025, saya pribadi bisa mendapatkan 500 transaksi. Mungkin bersama dropshipper, totalnya bisa mencapai 750 atau 1.000. Dan saat ini, angka tersebut hanya 20% dari 1.000. Bayangkan, sangat kecil sekali. Lari ke mana? Saya bingung, di luar dugaan saya, pasarnya lari ke orang lain.

Mungkin saja, tapi saya ragu, karena para anggota Sindikat Dropship ini menurut saya jago-jago berjualan. Alhamdulillah, mereka pandai berjualan. Jadi saya bingung, ke mana pasar ini lari? Saya masih bertanya-tanya.

0 Response to "Jualan Bendera di Shopee 2026: Ketika Teori Produk Tren Saya Patah!"

Posting Komentar