My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Tanya Jawab Bisnis Online: NIB, Strategi ROAS Iklan, dan Manajemen SDM

Assalamualaikum teman-teman! Senang bisa berjumpa kembali di forum harian saya. Saya usahakan hadir tiap hari, kecuali Jumat, dengan jam tayang yang random, paling sering malam atau siang.

Di sesi ini, saya akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan teman-teman. Semoga jawaban saya bisa membantu. Jika tidak, mohon dimaafkan. Bagi teman-teman di Bandung yang ingin bergabung dalam pertemuan rutin offline setiap Selasa untuk praktik bersama, mari bergabung! Ini akan sangat seru.

Regulasi NIB dan Marketplace

Mas Alfaru bertanya tentang regulasi NIB. Peraturannya sudah jelas dan diketok palu, namun pihak marketplace masih menggodok implementasinya. Jadi, daripada kita berdebat, lebih baik kita tunggu dulu sampai ada kejelasan resmi. Saya tahu ini memusingkan, terutama bagi yang memiliki banyak toko, tapi mari kita fokus setelah ada kepastian.

ROAS Iklan Shopee: Mengapa Selalu Rendah?

Mas Fadil bertanya tentang iklan yang selalu berjalan di ROAS rendah dan apakah ada kategori tertentu yang hanya bisa jalan di ROAS rendah. Menurut saya, ini bukan masalah kategori, tapi memang begitulah sistemnya. Inilah salah satu alasan mengapa saya tidak sering menaikkan atau menurunkan ROAS secara manual. Seringkali, saat traffic turun lalu kita coba naikkan lagi, iklan justru tidak jalan.

Saya pribadi lebih memilih langsung menggunakan auto, lalu kembali ke ROAS ideal jika tidak berjalan. Mengenai pertanyaan apakah ada kategori tertentu yang main di ROAS rendah, sebenarnya lebih tepat tergantung pada persaingan. ROAS di Shopee adalah cerminan keseimbangan dari seluruh seller. Ambil contoh pedagang elektronik, mereka cenderung bermain dengan ROAS tinggi karena margin produknya, seperti iPhone, sudah relatif tetap. Tidak masuk akal jika kita menjual iPhone dengan margin sangat tinggi.

Oleh karena itu, keseimbangan ROAS di kategori tersebut menjadi tinggi. Jika ada seller yang bermain dengan ROAS sangat kecil, kemungkinan besar ia memang gacor tapi berpotensi boncos besar. Jadi, ini tergantung pada keseimbangan kompetitor. Kemungkinan, kompetitor Mas Fadil bermain di area ROAS yang serupa. Perhatikan kompetitor 'head-to-head'. Misalnya, jika saya menjual kaos Rp100.000, sedangkan ada yang menjual Rp20.000, ROAS mereka akan sangat berbeda. Yang Rp20.000 mungkin di 30-40, sementara yang Rp100.000 di 3-4. Tampaknya produk Mas Fadil berada di segmen harga yang cenderung mahal, sehingga ROASnya memang di kisaran tersebut.

Proyek Rahasia dengan Mas Mahdi

Mas Alfaru juga bertanya tentang proyek rahasia saya dengan Mas Mahdi yang sempat terlihat di story-nya. Ini masih rahasia, ya. Nanti tunggu saja tanggal mainnya! Semoga bisa segera saya umumkan di ghanirozaqi.com.

Manajemen SDM di UMKM: Menghadapi Karyawan Sakit

Mas Sony Ramadan meminta pendapat saya tentang manajemen SDM, khususnya saat admin operasional izin sakit panjang. Pertama, ini tergantung pada job scope karyawan tersebut. Jika dia adalah 'A-player' yang memiliki peran strategis dan pemikir, memang sulit mencari backup karena biaya backup-nya pun mahal.

Namun, jika pekerjaannya bersifat teknis, saya selalu mengusahakan distribusi tugas. Dulu saat karyawan saya masih banyak (sekarang tinggal empat), saya melatih mereka agar bisa saling backup. Admin bisa packing, tukang packing bisa membalas chat, dan seterusnya, tapi hanya untuk tugas-tugas teknis. Dengan demikian, ada backup meskipun kualitasnya tidak sebaik karyawan yang sakit, namun bisnis tetap tidak terganggu. Ini adalah hal wajar dalam bisnis.

Jadi, pencegahannya adalah dengan mendistribusikan job description dan memberikan pelatihan kepada karyawan lain. Pecah tugas admin menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Ada pekerjaan yang memang rumit dan tidak bisa didelegasikan, mau tidak mau owner harus turun tangan. Namun, kejadian seperti ini seringkali memicu saya untuk memikirkan sistem yang lebih baik. Untungnya, sekarang ada AI. Banyak tugas repetitif dan digital yang seharusnya bisa digantikan oleh AI, terutama untuk posisi admin.

Kebijakan Potongan Gaji Karyawan

Mas Sony juga bertanya tentang penerapan potong gaji untuk karyawan yang izin. Bagi saya, ini adalah kasus per kasus. Saya pernah mencoba berbagai pendekatan, dari sangat permisif hingga sangat ketat, namun pada akhirnya saya kembali ke pendekatan case-by-case. Kita mengenal profil karyawan kita. Jika ada yang sering izin, saya biasanya akan memberikan peringatan atau memotong gaji.

Namun, kita juga perlu mempertimbangkan latar belakang mereka, apakah mereka lajang atau memiliki tanggungan keluarga. Tidak adil jika memukul rata semua. Ada karyawan yang serius bekerja dan memiliki tanggungan, tentu kita tidak tega. Jadi, pendekatannya harus fleksibel.

Intinya, untuk pelaku UMKM, jangan terlalu kaku dalam hal ini. Referensi mengenai manajemen SDM khusus UMKM juga sangat minim. Saya pernah mencoba membuat konten tentang SDM, namun kurang diminati. Jika kita berkaca pada manajemen SDM korporat, itu sangat tidak relevan untuk UMKM.

Proteksi ROAS dan Voucher Toko Shopee

Mas Hendra Setiawan menanyakan tentang tombol 'Proteksi ROAS' yang tidak berfungsi dan perhitungan voucher toko dari iklan yang dianggap random. Mengenai 'Proteksi ROAS', saya terus terang baru tahu tombol ini dan belum menemukannya, nanti akan saya cek.

Untuk voucher toko, memang benar itu pemberian acak dari Shopee, tergantung performa toko kita. Jadi, Shopee yang menentukan toko mana yang mendapatkan voucher dan mana yang tidak. Anggaran voucher ini sepenuhnya ditanggung oleh Shopee, ada opsi untuk mengaktifkan 'Voucher Dinamis Toko' atau 'Voucher Spesial Toko' di menu iklan Shopee. Meskipun disebut random, sebenarnya voucher ini diberikan based on performance, bukan benar-benar acak. Toko atau produk yang winning biasanya akan mendapatkan lebih banyak, sedangkan produk yang kurang performanya mungkin tidak mendapatkan. Ini adalah salah satu strategi Shopee.

Estimasi ROAS GMV Max Auto

Mas Fadil kembali bertanya, kali ini tentang estimasi ROAS pada GMV Max Auto, apakah itu adalah estimasi rata-rata ROAS seller untuk produk tertentu. Betul, itu adalah estimasi yang didapat dari keseimbangan di marketplace, namun bukan real-time. Sebagai pemain tren, saya cukup memahami pergerakan ROAS dan memang estimasi ini cukup valid berdasarkan data dari banyak toko. Estimasi ini bervariasi bahkan untuk produk yang sama namun dengan harga berbeda jauh.

Ini menegaskan bahwa persaingan 'head-to-head' tidak hanya tentang produk yang sama, tetapi juga tentang rentang harga yang serupa. Saya mengamati bahwa di era GMV Max ini, menjual produk dengan harga lebih mahal terasa relatif lebih mudah dibandingkan era manual. Ini karena di era GMV Max, sistem tidak lagi menargetkan semua orang seperti di zaman keyword. Dulu, saat menargetkan keyword 'gamis', baik pembeli berduit maupun yang tidak, semuanya terkena target. Sekarang, pembeli gamis jutaan tidak akan ditargetkan dengan gamis harga puluhan ribu. Jadi, secara relatif memang lebih mudah. Namun, tentu ada plus-minusnya. Di zaman keyword, ROAS bisa sangat rendah dengan biaya stabil, sedangkan sekarang, jika omset besar, biaya iklannya pun akan besar.

Baik, teman-teman. Itu dia sesi hari ini. Sekali lagi, bagi yang di Bandung dan ingin bergabung dalam pertemuan rutin offline untuk praktik bersama, saya akan segera mengirimkan tautannya. Terima kasih dan sampai jumpa!

0 Response to "Tanya Jawab Bisnis Online: NIB, Strategi ROAS Iklan, dan Manajemen SDM"

Posting Komentar