My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Jangan Dulu Jualan Online di Marketplace, Khususnya Jika Anda Pemula!

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman. Artikel ini saya dedikasikan untuk Anda yang baru ingin memulai jualan online. Ini adalah pendapat pribadi saya, dan Anda tentu saja boleh tidak sepakat.

Menurut saya, bagi Anda yang belum memulai, saya sarankan untuk menunda dulu jualan di marketplace. Mengapa? Karena biaya admin semakin berat, iklan semakin sulit dikontrol dan tidak jelas, bahkan akan ada pajak pula. Ekosistemnya pun saya rasa semakin memburuk. Seandainya saya berada di posisi pemula sekarang, saya tidak akan mau masuk ke sana.

Bersyukur saya memulai jualan online pertama kali sebenarnya di tahun 2009, saat masih kuliah, dan kemudian full time di 2016. Di tahun 2016 itu suasananya masih sangat menyenangkan. Banyak 'Orang Kaya Baru' (OKB) bermunculan, yang berarti jualan online saat itu jauh lebih mudah. Sekarang, meskipun masih ada, saya jarang mendengar kisah sukses seperti itu.

Saya tidak bermaksud menakut-nakuti, ini murni pandangan pribadi saya. Anda bisa setuju atau tidak. Intinya, saya sarankan jangan dulu memulai jualan online di marketplace, terutama jika Anda baru ingin memulai dan memenuhi tiga kondisi berikut. Jika tiga poin ini terpenuhi, saya 100% yakin Anda sebaiknya tidak jualan online sama sekali.

Jangan Mulai Jualan Online Jika:

  1. Teman atau saudara belum pernah membeli produk Anda.

    Jika Anda berpikir untuk jualan online, sudah punya produk, namun teman, saudara, atau tetangga Anda belum pernah membeli produk Anda, jangan berpikir 'Oh, berarti jualan di marketplace pasti laku.' Jangan berpikir seperti itu. Artinya, coba dulu jual produk Anda ke orang-orang terdekat. Mau jualannya di marketplace, di Instagram, atau di mana pun, itu hanyalah medium. Intinya adalah jualan. Jadi, cobalah dulu jualan ke teman, saudara, atau tetangga Anda. Jika mereka saja tidak mau membeli, apalagi orang lain di marketplace? Jadi, jika Anda baru mau jualan dan teman atau saudara Anda belum pernah membeli produk Anda, buang jauh-jauh niat itu, lebih baik Anda bekerja atau mencari hal lain.

  2. Hanya tergiur melihat orang lain yang tidak dikenal.

    Jika Anda hanya tergiur melihat orang lain yang tidak Anda kenal. Kalau kenal, itu oke, Anda bisa bertanya langsung. Namun, jika Anda melihat ada orang yang rumahnya besar karena jualan online, dan Anda berpikir 'Wah, berarti jualan online itu gampang,' jangan salah. Anda tidak tahu bagaimana perjuangan mereka, seperti apa strategi branding yang dibangun dari awal. Itu sangat berat. Jadi, jika Anda tergiur melihat orang lain yang tidak dikenal karena mereka baru ganti mobil mewah atau semacamnya, urungkan niat Anda. Karena Anda tidak tahu di balik kesuksesan itu, bagaimana darah dan keringat yang mereka curahkan. Yang Anda lihat hanyalah hasil akhir, ibarat kupu-kupu yang sudah jadi, Anda tidak melihat proses saat ia menjadi kepompong.

  3. Tidak punya simpanan untuk kebutuhan 6 bulan ke depan.

    Jika Anda tidak punya simpanan untuk kebutuhan hidup setidaknya 6 bulan ke depan. Mengapa 6 bulan? Ini hanya perkiraan saya saja. Jadi, jika Anda tidak punya simpanan yang bukan untuk modal jualan online, melainkan untuk kebutuhan hidup Anda selama 6 bulan ke depan, jangan berpikir untuk memulai. Ini terlepas dari kebutuhan pribadi Anda, ya. Mungkin Anda hidup sendiri, berdua, atau masih lajang yang kebutuhan hidupnya lebih murah, apalagi jika masih tinggal bersama orang tua. Misal, kebutuhan Anda sebulan hanya Rp1 juta. Jadi, jika Anda tidak punya Rp6 juta di luar modal, jangan harap bisa bertahan. Tiga poin ini menurut saya adalah alasan kuat untuk tidak memulai jualan online.

Silakan Mulai Jualan Online Jika:

Nah, sekarang, jika Anda merasa tidak memenuhi tiga poin larangan di atas, atau justru memenuhi tiga poin ini, silakan mulai jualan online:

  1. Anda sering mengulik AI (Artificial Intelligence).

    Karena sekarang ini AI sangat game-changing. AI bukan hanya untuk teman mengobrol, banyak sekali automasi, banyak sekali manfaat AI. Tentu saja, AI yang dimaksud bukan hanya yang biasa-biasa saja. Ada level-levelnya, seperti automasi, analisis, data science, dan sebagainya. Jika Anda terbiasa mengulik AI seperti itu dan bisa menggunakan multi-agen (misalnya Gemini, Claude, ChatGPT), intinya Anda mengulik AI sehari-hari, silakan mulai.

  2. Punya basic akuntansi atau matematika.

    Faktanya, banyak teman-teman yang sudah lama jualan tidak menghitung keuangannya. Ini sangat disayangkan. Saya bilang 'basic', tidak harus mengerti terlalu dalam. Anda pernah mencatat pengeluaran harian Anda saja, itu saya sebut basic. Karena itu adalah modal awal Anda untuk mencatat keuangan bisnis. Jadi, basic akuntansi atau matematika sangat penting karena nanti akan banyak sekali hitung-hitungan. Kita akan banyak bicara data jika Anda sudah mulai jualan online. Jadi, jika Anda punya basic ini, silakan mulai. Basic di sini sesederhana pernah membuat laporan keuangan untuk diri sendiri atau mencatat 'kemarin beli apa saja?' lalu memikirkan berapa gaji saya. Jika Anda pernah melakukan itu, silakan mulai. Jika tidak, jangan harap.

  3. Punya tempat bertanya atau mentor.

    Ini penting sekali. Sekarang, bertanya ke AI memang bisa membantu, tapi AI seringkali tidak relevan untuk hal-hal terbaru, terutama di marketplace seperti Shopee, TikTok, atau Instagram yang selalu ada pembaruan. Data AI biasanya data lama. Jadi, harus ada tempat bertanya. Tempat bertanyanya ke mana? Ya, kembali lagi ke poin sebelumnya, jika Anda punya teman atau saudara yang Anda kenal dan memang berhasil, silakan mulai karena Anda punya tempat bertanya. Jika tidak, akan sangat berat. Belajar sendirian sekarang itu berat sekali. Saya pun tidak sanggup belajar sendirian. Karena itu, saya bersama-sama di Ke Dropship, dan saya juga punya komunitas offline di Bandung bernama Keleket. Atau jika Anda pemula, bisa bergabung dengan daily call saya. Cek saja di ghanirozaki.com, di sana ada grup WhatsApp. Insyaallah, jika Anda bertanya, saya akan menjawab, mudah-mudahan jawabannya benar. Jadi, punya tempat bertanya atau mentor itu krusial.

    Mentornya tidak harus yang jualan online, yang penting dia sudah pernah berbisnis, entah beda setahun atau dua tahun. Intinya, tempat bertanya haruslah manusia, ya. Karena AI sangat membantu, tapi untuk kekinian, untuk data real-time, untuk kasus-kasus real-time, kebaruannya dipertanyakan, dan emosionalnya juga dipertanyakan. Jadi, 100% percaya pada AI juga tidak bijak.

Jadi, saya ulangi, silakan mulai jualan online jika: pertama, Anda mengulik AI (dan AI yang Anda kuasai bukan hanya sekadar chat biasa, minimal mungkin tahu Kodex, Anti Gravity, Cursor, atau N8N). Kedua, Anda punya basic akuntansi atau matematika (setidaknya pernah mencatat pengeluaran pribadi). Ketiga, Anda punya tempat bertanya. Jika Anda tidak punya tempat bertanya, bergabung saja di grup daily call saya. Cek saja di ghanirozaki.com untuk bergabung ke grup WhatsApp.

0 Response to "Jangan Dulu Jualan Online di Marketplace, Khususnya Jika Anda Pemula!"

Posting Komentar