My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Strategi Jitu Produk Baru Shopee: Dari Impression Hingga Iklan 'Set and Forget'

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman. Selamat Minggu sore! Hari ini, saya ingin berbagi pengalaman dan menjawab beberapa pertanyaan yang masuk mengenai strategi berjualan di Shopee.

Sebelum kita mulai, saya ingin mengingatkan teman-teman di Tangerang bahwa insyaallah pada tanggal 4 nanti, saya akan mengadakan acara bedah toko. Saat ini, hanya tersisa satu slot dari dua slot yang saya buka. Lokasinya dekat IC BSD, dengan jadwal yang bisa disesuaikan antara pagi, siang, atau malam, mengingat acara utama saya di sore hari. Jika Anda tertarik untuk mengikuti sesi bedah toko berbayar ini, silakan hubungi saya secara pribadi.

Mengoptimalkan Produk Baru di Shopee

Seorang teman bernama Mas Fastisan bertanya tentang strategi mengoptimalkan produk baru di Shopee. Beliau ingin tahu apa saja yang perlu disiapkan agar iklan bisa lebih efektif, seperti memiliki ulasan atau video afiliasi sebelum beriklan.

Menanggapi pertanyaan ini, jika saya meluncurkan produk baru, saya tidak hanya mengunggahnya sekali. Saya akan mengunggahnya berulang-ulang, setidaknya tiga atau empat kali. Indikator pertama saya adalah melihat impression dari setiap unggahan tersebut. Seringkali, jika kita hanya mengunggah satu kali, algoritma seolah tidak 'mengenali' produk kita. Dari beberapa unggahan, saya menunggu sampai saya menemukan unggahan dengan impression terbaik.

Biasanya, dari empat unggahan, tidak mungkin semuanya merata; pasti ada yang menonjol dan ada yang 'tidur'. Unggahan dengan impression tertinggi inilah yang kemudian saya 'oprek', entah dengan friend order, ulasan dari afiliasi, atau fokus dikembangkan lebih serius. Namun, terkadang ada dilema: impression tinggi tapi konversi rendah, atau sebaliknya, impression rendah tapi konversi bagus (misalnya banyak yang menambahkan ke keranjang). Saya sendiri masih fifty-fifty dalam hal ini.

Merawat yang konversinya bagus lebih sulit karena menaikkan impression itu memang cukup menantang dan terkadang di luar kendali kita. Jadi, bagi saya, fokus pada impression tinggi dulu, baru kemudian menerapkan 'jurus-jurus' seperti yang Mas Fastisan sebutkan. Bagaimanapun, masalah impression terkadang di luar kendali kita.

Apakah Toko Baru Wajib Beriklan?

Selanjutnya, Mbak Reni, seorang pemula di Shopee, bertanya apakah toko baru memang 'wajib' beriklan. Beliau menceritakan bahwa beberapa produknya sudah laku terjual, meskipun awalnya dari teman-teman dekat sebelum ia berjualan di Shopee.

Mengenai apakah harus beriklan, jawabannya kembali ke masing-masing. Memang ada seller dengan margin tipis yang bisa laku tanpa beriklan. Namun, secara realistis, saran saya bagi para pemula adalah jangan terlalu mengandalkan organik sebagai strategi utama. Bukan berarti tanpa iklan tidak bisa laku, ada saja yang berhasil. Tapi secara umum, beriklan adalah sebuah keharusan. Organik itu sangat di luar kendali kita, bahkan iklan pun kontrol kita hanya sedikit. Jadi, ubahlah mindset; jangan menganggap organik sebagai faktor strategi karena itu tidak realistis. Poin pentingnya adalah realistis, bukan tidak mungkin berjualan laris tanpa iklan, tetapi secara umum itu tidak realistis.

Pertanyaan Seputar Diskon dan Voucher Iklan

Seorang teman lain, Mas Agung, kemudian menanyakan diskon satu juta rupiah untuk membership Bootcamp Ternak Toko plus Sindikat Dropship. Saya menjelaskan bahwa diskon tersebut sudah berakhir karena tanggal mulai Bootcamp Ternak Toko batch 15 sudah ditetapkan pada 5 Juni untuk sesi Zoom pertama.

Kemudian, Mas Agung bertanya tentang fungsi kode voucher. Saya menjelaskan bahwa kode voucher itu untuk top up iklan Shopee. Misalnya, dengan memasukkan kode seperti 'Ganika25' atau sejenisnya, akan ada diskon yang lumayan.

Mas Fastisan kembali bertanya mengenai voucher iklan yang pernah saya bagikan, apakah hanya bisa dipakai sekali. Saya membenarkan bahwa voucher tersebut memang hanya bisa dipakai sekali. Saya sempat berkelakar bahwa untuk mendapatkan diskon lagi, bisa saja mengganti nama penggunanya menjadi 'Om Botak', 'Sony', atau 'Rika', karena intinya sama namun prefiksnya berbeda.

Kalkulator ROAS dan Strategi Iklan 'Set and Forget'

Selanjutnya, Mas Iqbal Maulana bergabung dan menjelaskan bahwa ia sudah menggunakan kalkulator ROAS yang saya buat, tetapi nilai ROAS-nya di atas saran standar operasional prosedur (SOP) Shopee. Ia bertanya apakah ini menjadi masalah.

Saya menegaskan bahwa Shopee tidak peduli apakah kita untung atau tidak, yang penting paket banyak. Sementara kalkulator ROAS saya berfokus pada keuntungan. Jika rekomendasi Shopee biasanya membuat penjualan lancar, maka kita perlu bertanya apakah itu menguntungkan. Pada akhirnya, pilihan ada di tangan masing-masing.

Mas Iqbal kemudian melanjutkan, "Jadi karena kalkulator ROAS saya itu mengambilnya dari keuntungan, sedangkan platform Shopee tidak peduli kita untung atau tidak, yang penting paketnya banyak... kalau toko baru seperti saya ini bagaimana, Bang?" Saya kemudian bertanya sudah berapa lama ia berjualan. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya ia sudah berjualan selama dua bulan dan mulai lancar, namun karena kepikiran ganti brand dan semua foto, penjualannya jadi menurun.

Untuk pemula seperti Mas Iqbal, saya menyarankan untuk tidak apa-apa memulai dengan harga murah dan keuntungan tipis, tetapi jangan sampai terlena. Jika kita terlena dengan banyaknya paket yang terjual tanpa keuntungan sehat, atau sebaliknya, untung besar tapi paket sepi, ini seperti 'juggling' yang sulit. Idealnya, kita ingin paket banyak dan keuntungan besar. Mas Iqbal membenarkan, "Saya dulu begitu. ROAS tiga, paketnya banyak, tapi kalau dihitung secara untung, tidak ada untungnya." Saya menjawab, "Memang seperti itulah realitanya."

Mas Iqbal kemudian bertanya lagi, "Setelah menggunakan ROAS baru satu hari, sudah ada orderan. Itu baiknya didiamkan berapa lama, Bang?" Saya menjawab, "Sudah, didiamkan saja."

Bagi saya pribadi, strategi paling efektif untuk iklan Shopee adalah 'set and forget'. Setelah mengatur ROAS, biarkan saja. Dulu, saya sering mengotak-atik iklan, seperti menaikkan atau menurunkan ROAS, atau mengubah model iklan dari otomatis ke manual. Namun, saya tidak merasakan peningkatan signifikan, bahkan iklan saya tidak menjadi tiga atau sepuluh kali lebih baik. Yang ada justru waktu saya habis dan stres berlebihan.

Jadi, sekarang saya lebih memilih set and forget, dan fokus pada hal lain seperti mengunggah produk baru, riset dan pengembangan (R&D), serta hal-hal lain. Tentu saja, gaya setiap orang bisa berbeda.

Itu saja untuk hari ini. Terima kasih banyak untuk semuanya. Insyaallah, sampai jumpa lagi di kesempatan berikutnya. Oh, dan jangan lupa untuk teman-teman di Tangerang, masih ada satu slot tersisa untuk bedah toko offline. Silakan kunjungi ghanirozaqi.com atau hubungi saya jika berminat. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Strategi Jitu Produk Baru Shopee: Dari Impression Hingga Iklan 'Set and Forget'"

Posting Komentar