Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman.
Saat ini, sedang ramai diperbincangkan mengenai Nomor Induk Berusaha (NIB) di kalangan penjual online. Baru-baru ini, ada Keputusan Menteri Perdagangan yang membahas tentang NIB. Katanya, untuk berjualan online, setiap toko harus memiliki NIB yang terdaftar.
Penerapannya di lapangan memang masih belum begitu jelas. Meskipun keputusan menterinya sudah keluar, detail teknisnya masih menjadi pertanyaan. Apakah setiap toko harus memiliki NIB sendiri, atau apakah NIB badan yang saat ini bisa mencakup hingga lima toko akan tetap berlaku? Saya kurang yakin untuk NIB pribadi.
Namun, intinya adalah kita harus bersabar. Pihak marketplace sendiri menyatakan bahwa peraturan menteri ini akan ditindaklanjuti secara teknis di seller center mereka. Penerapannya tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Keputusan menteri tidak serta-merta langsung diterapkan begitu saja. Pasti akan dibahas dan disesuaikan oleh pihak marketplace seperti TikTok, Shopee, Lazada, dan lainnya. Jadi, mari kita tunggu keputusan resmi dari 'Ibu Kos' masing-masing marketplace.
Jika kita berdebat sekarang, akan menjadi perdebatan yang sia-sia karena praktiknya masih belum jelas. Jadi, saya tekankan lagi, mari bersabar dan jangan berdebat kusir terkait langkah selanjutnya. Kita tunggu informasi resminya.
Opini Saya tentang NIB dan Dampaknya
Secara konsep, saya ingin menyampaikan opini pribadi saya. Jika peraturan NIB ini benar-benar diterapkan, apapun nanti detail teknisnya, saya yakin para penjual baru akan merasa takut untuk memulai berjualan online. Bahkan saat ini pun, banyak yang mungkin sudah merasa takut karena biaya admin yang semakin besar dan berjualan online tidak semudah dulu. Jarang sekali saya mendengar kisah sukses 'Orang Kaya Baru' (OKB) dari berjualan online dengan stok barang, kecuali mungkin dari affiliate marketing.
Apalagi nanti jika NIB diwajibkan. Sebenarnya, pendaftaran NIB sangat mungkin untuk dilakukan. Memang tidak semudah 'klik-klik-klik' saja, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, tetapi itu bisa diurus. Dan saya pribadi sangat ingin menempuh proses tersebut, bahkan untuk mendaftarkan NIB sebanyak toko yang saya miliki. Mengapa? Karena dua alasan:
- Penjual baru akan takut.
- Mereka yang ingin 'beternak toko' juga akan takut.
Hal ini akan meningkatkan 'barrier to entry' atau hambatan untuk masuk ke dunia jualan online. Orang-orang yang baru ingin memulai berjualan akan merasa takut. Belum lagi mereka harus belajar iklan, belajar upload produk, dan sekarang ditambah lagi dengan NIB. Jadi, sejak awal sudah ada hambatan berupa NIB ini.
Seringkali, ada orang yang panik duluan sehingga tidak jadi beraksi. Ini berarti akan semakin sedikit orang yang ingin memulai berjualan, apalagi 'beternak toko'. Nah, karena saya sudah berjualan dan sudah 'beternak toko' lebih dulu, maka pesaing saya akan semakin sedikit. Jujur saja, saya senang dengan keputusan menteri ini. Apapun praktiknya nanti terkait NIB, insyaallah akan saya tempuh, karena 'barrier to entry'-nya akan menjadi tinggi untuk pendatang baru, sehingga persaingan bagi saya akan jadi lebih rendah.
Pentingnya Komunitas dalam Berbisnis Online
Bagi saya, ini hal yang menyenangkan dan saya tidak begitu takut karena saya melakukannya secara bersama-sama. Saya 'beternak toko' secara berjamaah di Sindikat Dropship. Jika Anda ingin bergabung, melakukannya bersama-sama akan mengurangi rasa takut. Berjamaah itu kan pahalanya 27 kali lipat, ya kan? Bukan itu poin utamanya, sih.
Namun, dengan berjamaah, kita bisa brainstorming, mencari solusi dari berbagai sudut pandang, dan menemukan jalan keluar dengan lebih cepat. Jika sendirian, jujur saja, akan sangat menakutkan. Tidak hanya dalam hal ini, saya rasa berbisnis di zaman sekarang sendirian itu sangat berat. Anda harus memiliki komunitas, teman, dan yang paling utama adalah teman yang satu frekuensi.
Teman mungkin banyak, tetapi teman yang memiliki frekuensi yang sama, sama-sama berjualan online, melakukan hal yang serupa, bahkan mungkin memiliki 'miss product' yang sama, itu akan jauh lebih nyaman. Berjamaah itu lebih nyaman.
Oleh karena itu, jika Anda ingin 'beternak toko' dan melakukan dropship secara berjamaah, bergabunglah dengan Sindikat Dropship. Cek di ghanirozaqi.com.
Baik, itu saja opini saya kali ini. Ingat, mari bersabar dan jangan berdebat kusir. Sekian, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "NIB untuk Penjual Online: Tantangan, Ketakutan, dan Peluang di Baliknya"
Posting Komentar