My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Mengupas Tuntas Tantangan E-commerce: Shopee Mall, Stok Terbatas, dan Profit Sharing

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Saya Ghani Rozaqi kembali menyapa Anda. Beberapa hari lalu saya tumbang, mengingatkan saya betapa kesehatan itu sangat penting. Tidak percuma memiliki Return on Ad Spend (ROAS) yang bagus jika kesehatan terganggu. Penting bagi kita semua untuk selalu menjaga kesehatan.

Di forum kali ini, saya akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan seputar e-commerce. Semoga jawaban ini bermanfaat bagi Anda.

Jangan lupa, Bootcamp Ternak Toko Batch 15 kembali dibuka. Kita akan memulai sesi Zoom perdana pada Jumat ini, tanggal 5. Sesi Zoom akan berlangsung setiap Jumat malam selama 8 pekan. Bagi Anda yang berada di Tangerang dan ingin bedah toko secara offline, saya akan berkunjung ke Tangerang pada tanggal 4 dan membuka slot untuk bedah toko. Silakan hubungi saya jika berminat!

Strategi Membuka Shopee Mall dengan Produk Terbatas

Seorang teman bertanya mengenai rencana membuka Shopee Mall. Tantangannya adalah baru memiliki empat produk dengan BPOM, sementara syarat untuk Shopee Mall minimal 25 produk. Ia menanyakan apakah aman untuk menduplikasi produk, misalnya dengan menambahkan varian "bubble wrap tambahan" atau SKU serupa untuk memenuhi kuota.

Saya menyarankan untuk membuat varian produk. Misalnya, jika Anda menjual parfum, buatlah varian ukuran yang berbeda seperti 10 ml, 15 ml, atau 30 ml dari produk yang sama. Tujuannya hanya untuk memenuhi kuota 25 produk di awal. Tidak perlu mengiklankan atau bahkan menyiapkan fisik produk tersebut jika memang belum ada. Yang terpenting, persyaratan masuk Shopee Mall dapat terpenuhi.

Terkait Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sekarang memang ada syarat tambahan untuk HAKI kelas 35. Untuk itu, cukup sertifikat atau tanda terima pendaftaran yang sudah muncul di WIPO. Duplikasi SKU seperti ini aman dan diperbolehkan. Jangan khawatir akan pelanggaran, karena fokus utamanya adalah lolos persyaratan masuk Mall. Shopee tidak akan terus-menerus memantau jumlah produk setelah toko Anda masuk Mall. Jadi, jika nanti jumlah produk berkurang dari 25 setelah beberapa bulan, itu tidak masalah.

Menjual Stok Barang Unik dengan Kuantitas Terbatas

Pertanyaan lain datang dari teman yang memiliki stok baju wanita dan anak-anak yang unik, di mana satu model hanya ada satu buah dan tidak akan di-restock. Ini adalah hasil dari pembelajaran di masa lalu saat ia belum paham jualan online. Ia bingung bagaimana cara menjualnya di platform seperti Shopee atau TikTok.

Untuk kasus seperti ini, saya menyarankan untuk memanfaatkan fitur live selling. Jika di-upload ke etalase toko sebagai produk biasa, akan sangat merepotkan karena harus membuat banyak listing untuk setiap model yang hanya satu piece. Dengan live selling, Anda hanya perlu membuat satu etalase umum untuk live, lalu saat siaran langsung, Anda bisa memberikan kode unik untuk setiap item yang Anda tampilkan. Ini jauh lebih efisien dan efektif untuk menjual stok terbatas semacam itu.

Rekomendasi AI untuk Foto dan Video Produk

Ada juga yang menanyakan rekomendasi AI untuk membuat foto dan video produk.

Untuk foto produk, Nanomadana masih menjadi pilihan yang saya rekomendasikan. Meski sekarang banyak AI lain seperti ChatGPT yang semakin canggih, Nanomadana tetap bagus untuk kebutuhan foto produk.

Namun, untuk video produk, saya pribadi jarang menggunakan AI. Saya lebih sering mengandalkan potongan-potongan video yang sudah ada.

Negosiasi Profit Sharing untuk Mengelola E-commerce Perusahaan

Seorang teman mendapatkan penawaran untuk mengelola Shopee sebuah perusahaan besar, termasuk optimasi, produksi, dan pengiriman. Perusahaan hanya menyumbang brand dan aset konten, serta mengunggah konten di Instagram/TikTok untuk menyuntikkan traffic ke e-commerce. Ia sedang dalam tahap negosiasi profit sharing dan bertanya berapa persentase yang ideal untuknya.

Meskipun saya sudah lama tidak melakukan sistem bagi hasil seperti ini (saya lebih banyak beroperasi di ghanirozaqi.com), saya bisa memberikan pandangan. Kunci utamanya adalah menciptakan kesepakatan yang win-win. Artinya, tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Pengalaman saya dulu, saya pernah menerima bagi hasil 50% dari net profit margin (sebelum biaya operasional perusahaan) selama 6 bulan. Hal terpenting dalam skema seperti ini adalah komunikasi dan edukasi kepada pihak perusahaan. Jika mereka sudah mengerti proses dan dinamika e-commerce, termasuk fase percobaan dan kemungkinan kegagalan, maka akan lebih mudah. Namun, jika mereka rewel saat ada proses testing yang belum berhasil, itu bisa menjadi tantangan tersendiri.

Mengapa ROAS Bisa Tiba-tiba Menurun Tanpa Perubahan?

Pertanyaan terakhir datang dari teman yang bingung mengapa metrik iklannya, seperti jumlah tayangan, klik, dan CTR, tiba-tiba menurun drastis padahal tidak ada perubahan pada setting iklan. Sebelumnya ia sudah berhasil mendapatkan ROAS yang baik, bahkan dengan target net ROAS yang rendah.

Ini adalah karakter yang memang sering terjadi di dunia periklanan digital. Hampir semua orang yang beriklan pasti pernah mengalami ini: saat sedang "winning-winningnya", tiba-tiba performa iklan melandai. Apakah ini salah kita? Belum tentu. Ini memang tabiat atau karakter dari platform itu sendiri. Jadi, itu hal yang normal.

Semoga forum dan artikel ini bermanfaat bagi Anda. Sampai jumpa lagi di kesempatan berikutnya!

0 Response to "Mengupas Tuntas Tantangan E-commerce: Shopee Mall, Stok Terbatas, dan Profit Sharing"

Posting Komentar