My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Mengupas Pengalaman Shopee Mall, Iklan CPM, dan Pengiriman Kilat di Shopee

Halo teman-teman! Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi pengalaman dan menjawab beberapa pertanyaan seputar berjualan di Shopee. Kita akan membahas tuntas mengenai Shopee Mall, strategi iklan CPM yang sedang tren, dan tips menghadapi fitur pengiriman kilat Shopee. Semoga artikel ini bisa memberikan panduan yang bermanfaat untuk pengembangan toko online Anda.

Mengupas Tuntas Pengalaman Saya dengan Shopee Mall

Saya memiliki pengalaman dengan Shopee Mall sejak 8 tahun yang lalu. Perlu diingat bahwa kondisi dan syarat saat ini mungkin sudah jauh berbeda. Saat itu, menjadi Shopee Mall memiliki beberapa implikasi, terutama terkait administrasi perpajakan.

Secara otomatis, semua transaksi di Shopee Mall akan dikenakan PPN dan memiliki bukti potong pajak yang langsung disetorkan ke DJP. Ini bukan berarti Anda harus menjadi PKP, toko saya pun saat itu jauh di bawah batas 4,8 M. Namun, secara sistem, Shopee Mall lebih tertib dalam hal ini, dengan bukti potong pajak masuk ke NPWP badan atau NPWP Shopee Mall itu sendiri. Jadi, ke depannya tidak bisa mengelak karena sudah langsung diterbitkan.

Selebihnya, saya rasa fitur Shopee Mall tidak jauh berbeda dengan toko biasa. Iklan pun harganya cenderung lebih mahal. Namun, saya pernah merasakan momen tertentu, seperti saat Lebaran, di mana penjualan produk saya yang mahal justru lebih laku di toko Shopee Mall dibandingkan toko-toko saya yang lain. Ini menunjukkan adanya tingkat kepercayaan (trust) yang lebih tinggi dari pembeli karena label "Mall". Tapi, perlu dicatat, efek ini tidak berlangsung sepanjang tahun, hanya di momen-momen tertentu saja.

Syarat dan Keuntungan Shopee Mall Dulu dan Sekarang

Dahulu, beberapa syarat yang saya ingat untuk menjadi Shopee Mall adalah harus berbadan hukum (memiliki izin usaha seperti NIB sebelum adanya OSS) dan memiliki followers Instagram sekitar 50.000. Saat ini, yang saya tahu, NIB, merek, dan HAKI adalah syarat utama.

Terkait peningkatan penjualan, sejujurnya saya belum pernah mendengar cerita bahwa toko menjadi laris manis dua kali lipat hanya karena menjadi Shopee Mall. Keuntungan utamanya memang lebih ke peningkatan kepercayaan pelanggan, meskipun dampaknya pun tidak terlalu signifikan secara keseluruhan.

Tentu saja, dengan menjadi Shopee Mall, potongan admin fee akan lebih besar. Ada juga kelebihan lain, yaitu fitur iklan manual kata kunci yang lebih terbuka, namun pengalaman saya menggunakannya justru boncos. Saya lebih merekomendasikan untuk tetap fokus pada VMAX.

Mengingat hal ini, apakah lebih baik bertahan di Star Plus atau beralih ke Shopee Mall? Ini tergantung pada banyak faktor. Jika Anda memiliki banyak toko, mungkin satu toko saja yang dijadikan Shopee Mall sudah cukup. Namun, jika Anda hanya memiliki satu toko, Star Plus juga sudah sangat memadai.

Jika Anda memiliki beberapa toko dan tertarik mencoba Shopee Mall, saya menyarankan untuk tidak mengujinya pada toko yang paling laris. Cobalah pada toko yang penjualannya tidak terlalu tinggi. Mengapa? Karena jika toko yang laris di-Mall-kan ternyata gagal atau memberatkan, proses mengembalikannya akan sangat merepotkan. Lebih baik bereksperimen dengan toko yang kurang laris terlebih dahulu.

Memahami Strategi Iklan CPM Shopee Terbaru

Mengenai iklan di Shopee, saya melihat belum semua iklan sepenuhnya beralih ke sistem CPM (Cost Per Mille). Ada beberapa iklan yang baru diluncurkan dan memiliki ratusan impression tanpa dikenakan biaya. Oleh karena itu, saran saya saat ini adalah mulai memantau harga CPM.

Saya baru saja merilis video mengenai cara menghitungnya. Saya sendiri pun masih dalam tahap memantau dan mencoba memahami dinamika baru ini. Jujur, saya juga belum tahu pasti apa langkah selanjutnya setelah memantau. Namun, karena permainan Shopee Ads kini bergeser ke CPM, saya tidak ingin gagap ketika nanti menemukan "hack" atau celahnya. Saya mulai membiasakan diri menghitung CPM dari setiap iklan.

Apakah CPM yang lebih murah selalu lebih baik? Belum tentu. Fokus utama kita tetap pada ROAS (Return On Ad Spend). Jika dibandingkan antara CPM murah dengan CPM mahal, dan algoritma berhasil mengejar ROAS, justru yang lebih mahal bisa memberikan ROAS yang lebih baik. Ini memang membingungkan, tetapi penting bagi kita untuk mulai menyadari dan memahami fenomena CPM ini. Cara saya adalah dengan rutin menghitung CPM untuk setiap iklan yang saya jalankan.

Menghadapi Fitur Pengiriman Kilat (Instant Delivery) Shopee

Fitur pengiriman kilat atau instant delivery adalah situasi "win-lose" bagi seller. Keuntungannya bagi kita adalah ketika ada pembeli yang mencari produk serupa dari toko lain, produk kita bisa lebih cepat sampai jika toko tersebut memiliki opsi pengiriman kilat. Hanya itu saja.

Di sisi lain, kerugiannya cukup banyak: stok kita berkurang, belum tentu produk akan laku, dan proses retur jika terjadi kendala bisa memakan waktu lama. Oleh karena itu, saran saya adalah jangan khawatir jika Anda tidak mengirimkan produk untuk opsi pengiriman kilat ini. Anda tidak akan terkena penalti atau sanksi apa pun.

Apakah ada pengaruhnya terhadap performa toko atau rating? Berdasarkan pengalaman saya, tidak ada. Namun, jika ada produk yang sering mendapatkan opsi pengiriman kilat, biasanya itu menandakan produk tersebut sedang disukai oleh algoritma Shopee. Dalam kasus seperti ini, "gas aja terus" ikuti arusnya. Jika tidak dikirim pun, toko Anda biasanya tetap ramai.

Semoga ulasan dari saya di ghanirozaqi.com ini bermanfaat bagi teman-teman semua dalam mengelola toko Shopee Anda. Tetap semangat dan terus berinovasi!

0 Response to "Mengupas Pengalaman Shopee Mall, Iklan CPM, dan Pengiriman Kilat di Shopee"

Posting Komentar