My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Waspada dengan Grafik Akselerasi Performa Iklan Shopee Terbaru!

Saya ingin berbagi pembaruan tentang fitur baru di iklan Shopee. Fitur ini mungkin tidak terlalu krusial bagi saya saat ini, atau mungkin saya belum sepenuhnya memahami potensinya. Namun, ini adalah pembaruan yang patut diketahui.

Fitur terbaru ini muncul ketika kita mengaktifkan 'Akselerasi Performa', dan kini ada laporan yang menyertainya. Misalnya, pada salah satu produk saya, ketika akselerasi performa diaktifkan, tercatat penjualan tambahan sebesar Rp39.550. Bagian yang perlu Anda perhatikan adalah grafiknya. Jika saya mengarahkan kursor ke ikon tanda tanya, akan muncul sebuah grafik.

Waspada, Grafik Akselerasi Performa Bisa Menyesatkan!

Saya ingin menekankan agar Anda berhati-hati dalam menafsirkan grafik ini, karena bisa menyesatkan. Angka "plus Rp39.550" mungkin sudah cukup informatif. Saya sendiri masih bingung apakah kenaikan Rp9.000 berarti lebih baik mematikannya atau tidak. Analisis mendalamnya nanti, tapi yang jelas, grafik ini berpotensi menyesatkan.

Saya pernah mengira penjualan naik dengan sangat baik melihat grafik tersebut, namun ternyata itu adalah data kumulatif. Jika Anda melihat laporan harian, angkanya tidak selalu menanjak seperti grafik kumulatif yang menunjukkan total nilai atau omset. Jadi, jangan sampai Anda berpikir, "Wah, penjualan saya naik drastis berkat Akselerasi Performa" hanya dengan melihat grafik kumulatif ini.

Sebagai contoh, produk ini saya iklankan dengan strategi sederhana: pasang iklan, lalu seminggu kemudian aktifkan Akselerasi Performa, dan saya biarkan saja. Evaluasi ini saya lakukan pada tanggal 19. Akselerasi performa diaktifkan pada tanggal 12. Jadi, dari tanggal 12 hingga 19, omset iklan mencapai Rp91.000. Grafik yang ditampilkan juga menunjukkan Rp91.000, tetapi penampakannya seolah menanjak seperti "naik gunung", padahal belum tentu demikian. Hati-hati agar tidak tersesat oleh visual ini.

Omset vs. Profit: Perbedaan Penting yang Sering Terlupakan

Mari kita lihat contoh lain dari toko saya yang menjual sajadah. Akselerasi performanya diaktifkan pada tanggal 11. Omset yang tercatat setelah Akselerasi Performa adalah Rp1 juta, dengan klaim kenaikan omset mencapai Rp297.000. Ingat, ini adalah kenaikan omset, bukan kenaikan profit. Platform tidak peduli apakah kita untung atau tidak; yang mereka lihat adalah volume omset. Jika mereka peduli profit, Shopee seharusnya menyediakan laporan keuntungan di Seller Center, karena perhitungannya sederhana: total omset dikurangi HPP, lalu dikurangi biaya iklan. Namun, dugaan saya, marketplace memang tidak terlalu peduli dengan profitabilitas penjual.

Kembali ke contoh tadi, grafik menunjukkan kenaikan Rp200.000 yang terlihat sangat "cantik" dan menanjak tajam. Padahal, belum tentu kenaikannya setinggi itu. Dari tanggal 11 hingga 19, omset saya mencapai Rp8,2 juta, sementara di laporan lain menunjukkan Rp5,9 juta. Ada sedikit perbedaan. Bahkan ketika kita coba samakan rentang waktu dari tanggal 13 hingga 19, angkanya Rp7,1 juta dan Rp5,1 juta, yang juga tidak cocok.

Poin utamanya adalah: berhati-hatilah saat melihat grafik akselerasi performa ini karena ini adalah grafik kumulatif. Grafik harian tidak selalu menanjak terus menerus, namun grafik kumulatif akan selalu terlihat naik. Jadi, jika hanya melihat grafiknya, Anda mungkin akan terkesima seolah penjualan naik berkali-kali lipat. Angka Rp791.000 pada tanggal tertentu berarti itu adalah total omset dari tanggal 13 hingga 19, bukan hanya omset pada tanggal 19 saja.

Semoga pembaruan dan penjelasan ini bermanfaat.

0 Response to "Waspada dengan Grafik Akselerasi Performa Iklan Shopee Terbaru!"

Posting Komentar