My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Strategi Jualan di Shopee: Membeli Akun, Mengelola Iklan, dan Menghadapi Tantangan Pasar

Bismillah. Setiap hari, saya mencoba menjawab berbagai pertanyaan dan curhatan dari teman-teman seller, dengan harapan jawaban saya bisa memberikan sedikit pencerahan atau bantuan.

Pertanyaan pertama datang dari Muhammad Alfaruk yang berencana membeli akun Shopee Mall dari temannya seharga 7 juta rupiah. Dia bertanya apakah menurut saya ini bijaksana atau worth it. Kalau ada traffic dan ulasan yang bagus, apalagi jika satu niche, mungkin saya akan ambil. Namun, teman-teman perlu ingat bahwa jika membangun dari awal, seharusnya tidak mencapai 7 juta rupiah. Prosesnya memang rumit, terutama terkait hak kekayaan intelektual dan syarat lainnya, tetapi masih bisa ditempuh tanpa mengeluarkan biaya sebesar itu. Jadi, jika tidak ingin ribet, membeli bisa jadi pilihan, tapi jika punya waktu, mengurusnya sendiri akan lebih hemat.

Selanjutnya, Hari Pasad bertanya mengenai penolakan COD oleh pelanggan. Apakah ini masuk ke matriks pembatalan? Saya bisa pastikan bahwa penolakan COD oleh pelanggan tidak akan masuk dalam matriks pembatalan dari sisi seller.

Mas Hasan kemudian menanyakan tentang strategi menaikkan anggaran iklan Shopee jika target harian sudah tercapai dan ROAS (Return on Ad Spend) masuk. Gaya saya pribadi adalah melipatgandakan anggaran secara berkala, misalnya 2x2. Namun, penting untuk memahami kaidah iklan GX. Iklan sebenarnya jarang boncos, tetapi ada galat atau selisih. Kita tidak bisa berharap lempar 10 langsung dapat 10; biasanya mungkin dapat 7. Jadi, perlu ada bantalan di awal, misalnya lempar 15 untuk target 10. Hati-hati juga dengan 'ranjau' iklan, di mana ROAS tiba-tiba tinggi karena ada order seragaman atau dalam jumlah banyak yang justru bisa menghancurkan performa iklan secara keseluruhan. Jadi, jika iklan sedang winning dan terus menghasilkan, saya akan melipatgandakan anggaran per minggu.

Asraf Afif mengangkat isu penting tentang kenaikan biaya, seperti ongkir, di tahun-tahun mendatang, khususnya 2026. Dia bertanya bagaimana arah ke depan dan apakah realistis untuk mencapai gross margin minimal 15% di Shopee. Saya rasa untuk dropship mungkin masih bisa. Namun, jika produksi, rasanya sangat berat dan hanya mungkin bagi pemain yang sangat kuat. Saya pernah menghitung saat lebaran kemarin, jika saya produksi sendiri, HPP-nya tidak akan semurah itu dibandingkan dengan supplier. Lebaran kemarin adalah kali pertama saya mencoba full dropship. Meski omset dan margin kecil, saya tidak pusing dengan drama konveksi dan bisa menikmati kehidupan di bulan puasa. Rasanya tidak masuk akal jika produksi bisa mencapai margin 15% ke atas, apalagi dengan tantangan cash flow yang luar biasa. Saya merasa kondisi pasar saat ini memang sudah tidak sehat bagi para seller secara umum. Biaya terus naik, tidak ada kesempatan untuk banding, dan penjualan serta biaya iklan semakin besar. Jika dahulu iklan berhasil bisa stabil, sekarang jika omset besar, iklan juga harus besar. Ini membuat kompetisi terasa tidak fair dan sangat tidak realistis, terutama di platform seperti TikTok yang punya banyak return. Meskipun demikian, saya tetap menyarankan untuk terus berjualan.

Saya pribadi saat ini lebih fokus pada tren. Jika tidak ada tren besar, iklan saya tidak terlalu aktif; hanya iklan produk otomatis saja. Saya sedang fokus pada hal lain. Nanti saat ada tren seperti back to school, Agustus, akhir tahun, atau Lebaran, baru saya akan tancap gas lagi.

Untuk riset dan pengembangan (R&D) manual, Mas Maheru Brijaya bertanya tentang tipsnya. Cara terbaik adalah melihat Google Trend. Awali dari sana untuk melihat tren tahunan atau musiman. Untuk tren sesaat, lihat performa 30 hari terakhir. Lalu, validasi ke TikTok. Apakah ramai di TikTok? Apakah affiliate menjual produk tersebut? Jika ya, kemungkinan besar trennya valid, karena affiliate, terutama yang tidak memiliki diferensiasi konten, sangat memantau tren.

Muhammad Alfaruk kembali dengan pertanyaan tentang arah Shopee Video. Apakah prospeknya bagus? Saya akan berbagi pengalaman pribadi saya. Saat lebaran kemarin, saya mencoba mengunggah video secara konsisten di beberapa toko. Dari sekitar lima toko, hanya satu yang berpengaruh signifikan pada penjualan, itu pun saat tren lebaran. Saya tidak tahu bagaimana performanya saat low season. Meskipun pengalaman saya cenderung gagal, saya tetap mendorong teman-teman untuk mencobanya sendiri. Namanya juga marketing, harus dicoba. Namun, dengan pengalaman saya ini, setidaknya teman-teman sudah memiliki gambaran, jadi jika gagal, tidak terlalu kaget atau keras kepala bahwa ini pasti bisa.

Terakhir, Mas Ahmad Zaki bertanya mengenai dampak dari kenaikan biaya Gratis Ongkir Ekstra, yang dari perhitungannya naik dari 5,5% menjadi 7,5%. Ini sangat berhubungan dengan diskusi tentang struktur margin. Dengan kenaikan harga supplier dan potongan Shopee yang lebih besar, apakah ini akan menjadi perang harga di mana hanya yang kuat yang bertahan? Saya setuju. Ini memang permainan yang mengarah pada bertahan hidupnya pemain besar dengan modal dan cash flow kuat. Bayangkan jika ada order miliaran rupiah, pencairannya tidak langsung saat itu juga, dan jika menggunakan dana cepat, ada potongan lagi. Ini menambah beban modal dan biaya.

Kondisi ini membuat Mas Zaki berpikir apakah 'ternak toko' dan dropship menjadi lebih menarik, mengingat produksi atau menimbun barang semakin sulit karena banyak variabel yang harus dipikirkan. Menurut saya, memang tergantung dari sudut pandang. Jika modal kuat, ini justru kesempatan untuk bertahan karena banyak yang akan tumbang. Beberapa seller bahkan sudah menyerah dan menjual akun Shopee Mall mereka. Saya pribadi setelah lebaran kemarin, penjualan dalam seminggu hanya menghasilkan Rp150.000, rasanya sangat tidak sepadan dengan usaha. Jadi, pilihan saya adalah fokus saat ada tren besar dan 'panen' di waktu tersebut. Jika sedang low season dan tidak ada produk yang tren, saya lebih baik memfokuskan energi ke hal lain. Itu strategi saya di ghanirozaqi.com.

0 Response to "Strategi Jualan di Shopee: Membeli Akun, Mengelola Iklan, dan Menghadapi Tantangan Pasar"

Posting Komentar