Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Mengapa Toko Shopee Saya Terlihat Tidak Terurus?
Saya sering mendapatkan pertanyaan seperti ini: "Kok toko Ghani tidak diurus sih?" Pertanyaan ini muncul dari orang-orang yang tahu toko Shopee saya. Padahal, saya punya sekitar 50 toko aktif di Bigseller, belum termasuk toko cadangan. Jadi, bagaimana mereka bisa tahu beberapa toko saya? Apakah Ghani Rozaqi menyerah?
Alhamdulillah, saya salah satu dari sedikit kreator konten jualan online yang memang beneran jualan. Anda bisa cek sendiri. Banyak kreator yang membahas jualan online, tetapi tidak semuanya beneran jualan. Saya masih berjualan dan memang, saat tulisan ini dibuat (22 April), toko saya memang kurang terurus. Saya bahkan enggan membuka iklan dan hanya membukanya satu atau dua kali dalam dua minggu terakhir.
Apakah Saya Menyerah? Tentu Tidak!
Ini adalah alasan di balik 'kemalasan' saya:
-
Fokus Menunggu Tren yang Pasti Untung
Saya memang sedang malas jualan di Shopee saat ini. Kenapa? Saya mau menunggu produk yang pasti untung saja. Saya tidak punya produk yang sedang trending saat ini, seperti produk olahraga misalnya. Sebetulnya ada supplier-nya, tapi saya ingin menunggu tren yang lebih "jos" lagi, yaitu tren Back to School dan Agustusan. Selagi menunggu tren itu, saya fokus pada hal lain.
-
Membangun Inisiatif Lain
Makanya, saya sedang membangun beberapa inisiatif lain. Contohnya, bootcamp Ternak Toko yang sudah berjalan hingga batch ke-14. Bersama Mas Sony, kami terus mengembangkan materi yang lebih baik lagi. Selain itu, saya juga aktif membuat YouTube Shorts dan mencoba hal-hal baru lainnya. Intinya, saya sedang mencoba hal lain mumpung tren marketplace di Shopee belum begitu "jos." Nanti, saat tren Back to School dan Agustusan tiba, barulah saya akan ngegas lagi.
Meski 'Malas', Profit Tetap Jalan
Meskipun saya sedang malas jualan di Shopee, alhamdulillah orderan tetap ada. Justru saya agak kaget karena orderannya lumayan profitnya. Mungkin secara paket tidak banyak, tapi secara profit, saya cukup senang.
Mari kita lihat laporan keuntungan saya dalam 30 hari terakhir. Omset saya sekitar 30 juta rupiah. Ini saya main santai, bahkan hampir tutup mata soal iklan. Saya hanya mengeluarkan sekitar 3,1 juta rupiah untuk iklan, dan saya mendapat profit sebelum OPEX sebesar 8 juta rupiah.
Sejujurnya, saya kaget dengan angka ini. Saya pikir paling hanya 1-2 juta rupiah, atau bahkan impas. Ternyata, saya bisa mendapatkan profit 8 juta rupiah, di saat seller lain yang paketnya banyak justru hasilnya minus. Saya lebih memilih ini, main santai dulu, dan nanti ketika ada "ikan besar" (tren Back to School dan Agustusan), barulah saya akan lebih serius.
Profit 8 juta ini sudah setelah dikurangi admin fee, setelah iklan, dan setelah PPN iklan (karena saya pakai tools khusus untuk menguranginya). Ini lebih dari cukup untuk saya dan karyawan saya yang hanya satu orang dan WFH. Saya sangat bersyukur dan kaget, ternyata cara ini lebih profit dibandingkan harus mengejar volume tinggi yang risikonya besar dan bisa berakhir minus.
Tidak Takut Kehilangan Status Star Seller
Lalu, bagaimana kalau status Star Seller hilang? Saya tidak takut. Saya sudah mengalaminya berkali-kali. Saya tekankan, berkali-kali.
Main produk tren itu mudah menjualnya. Toko baru, baru upload, mungkin belum seminggu sudah pecah telur, bahkan dengan harga yang lebih mahal. Percaya pada saya? Jika tidak, Anda bisa bergabung dengan Sindikat Dropship. Kami memang memainkan produk-produk tren yang mudah dijual, tanpa pusing memikirkan iklan yang tidak jalan atau harga yang naik sedikit langsung tidak laku. Menjual produk tren itu mudah.
Ini yang saya alami. Jadi saya tidak takut Star Seller hilang. Saya pernah mengalaminya dua kali, toko baru, baru upload seminggu, pecah telur dengan harga yang lebih mahal. Dulu, saya masih bermain di 1,8 kali HPP minimal. Sekarang, saya sudah memutuskan untuk 1,9 kali atau bahkan cenderung ke 2 kali HPP minimal. Jadi, ketika saya bermain di 1,8 kali HPP saja, yang mana itu lebih mahal dibandingkan seller pada umumnya yang mungkin bermain di 1,5 atau 1,6 kali HPP, ditambah lagi toko saya masih baru, belum ada ulasan, belum Star Seller, tapi sudah terjual. Jadi, saya tidak takut Star Seller hilang.
Apakah Saya Akan Terus Jualan di Shopee?
Tentu saja. Bagi saya, insyaallah saya akan terus berjualan di Shopee selama Shopee masih ada dan selama demand masih ada di sana. Masalah admin fee besar dan sebagainya itu hanya masalah permainan harga dan perhitungan saja. Saya tidak ada risiko stok karena saya full dropship. Dulu, ketika saya masih menyetok, rasanya sangat seram, saya tidak kuat. Jadi, saya akan terus berjualan di Shopee jika Shopee masih ada dan demand-nya masih di situ. Shopee itu hanyalah medium. Jika demand-nya masih ada, kenapa tidak kita berjualan di sana?
Kalau ternyata kompetitor lebih murah, saya lebih memilih untuk mencari produk atau area lain daripada harus bersaing di sana. Bagi saya yang tidak punya stok saat ini (full dropship), jika produk tidak laku, itu bukan masalah. Saya tinggal cari yang lain.
Ini adalah sudut pandang saya. Jadi, ini menjawab pertanyaan mengapa Ghani Rozaqi seperti tidak berjualan di Shopee atau tokonya tidak terurus.
Bagi Anda yang ingin bergabung dengan saya dan Mas Kuriawan di Sindikat Dropship, insyaallah akan ada batch-batch selanjutnya. Saat tulisan ini dibuat, batch ke-14 sedang dibuka. Artinya, sudah ada 13 batch yang berjalan dan alhamdulillah bermanfaat bagi para membernya. Ini adalah bootcamp, bukan sekadar kelas. Materinya diberikan sebelum Zoom, Anda pelajari sendiri, lalu saat Zoom kita diskusi setelah Anda praktik. Materi, praktik, Zoom, materi, praktik, Zoom, dan seterusnya selama 8 pekan. Sebuah sistem yang terbukti membantu!
Untuk informasi lebih lanjut atau mendaftar, langsung saja kunjungi ghanirozaqi.com dan cari "Sindikat Dropship" atau "Bootcamp Ternak Toko".
Sekian dari saya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Toko Shopee Saya Seperti Tidak Terurus, Ini Alasannya!"
Posting Komentar