Halo, teman-teman semua! Kembali lagi di forum harian saya, tempat kita berbagi dan berdiskusi seputar dunia bisnis online. Hari ini saya akan membahas berbagai pertanyaan menarik yang muncul, mulai dari kendala teknis hingga strategi jangka panjang di Shopee.
Mengatasi Kendala Teknis dan Kebijakan Baru Shopee
Beberapa dari kita mungkin sempat mengalami masalah teknis di mana sebagian orderan tidak bisa dicetak. Jangan khawatir, ini adalah isu global yang memang sedang terjadi di sistem Shopee dan biasanya akan kembali normal. Kita hanya perlu bersabar menunggunya.
Kemudian, ada pertanyaan dari Mas Fastison mengenai kebijakan pengiriman di Shopee terkait hari Sabtu. Sebelumnya, pesanan di hari Sabtu bisa dikirim maksimal Senin, namun kini harus dikirim di hari Sabtu juga. Saya mengkonfirmasi bahwa ini adalah kebijakan baru yang berlaku sejak 1 April kemarin. Kebijakan ini membuat kita 'makin jaya menjadi pegawai negeri Shopee', ujar saya dengan sedikit canda. Namun, hari Minggu tetap libur.
Efektivitas Iklan dan Tantangan Profitabilitas
Mas Yudin bertanya tentang persentase biaya iklan dari laporan laba rugi bulanan di toko-toko saya, serta apakah ada kenaikan dalam enam bulan terakhir. Dalam laporan laba rugi, biaya iklan saya memang terlihat kecil, sekitar 1-2 juta rupiah per bulan. Ini karena saya menggunakan sistem cash basis, di mana saldo iklan sebagian besar otomatis diambil dari saldo Shopee. Jadi, hanya toko-toko baru yang belum memiliki penjualan saja yang biaya iklannya keluar dari rekening saya.
Secara umum, biaya iklan memang makin mahal dari tahun ke tahun, terutama semenjak adanya fitur JVMX. Rasio biaya iklan sekarang membuat omzet besar otomatis menghasilkan biaya iklan yang besar pula. Berbeda dengan zaman manual di mana omzet besar bisa didapat dengan biaya iklan yang kecil. Jadi, ada kenaikan biaya iklan, dan profitabilitas memang menjadi tantangan tersendiri di Shopee saat ini. Jika orientasinya hanya profit, akan sangat sulit untuk dial up, karena makin kita gas omzetnya, makin besar pula beban biaya dan risikonya.
Strategi Meningkatkan Penjualan: Dari Iklan hingga "Ternak Toko"
Mas Arga mengalami dilema di mana anggaran iklan harian 250 ribu hanya 'termakan' sekitar 80 ribu, meskipun ROS (Return on Ad Spend) rata-rata di angka 10. Untuk meningkatkan konsumsi iklan tanpa merusak ROS, saya merekomendasikan penggunaan 'friend order'. Ini bukan fake order, melainkan meminta teman atau saudara untuk memesan produk kita (bukan karyawan yang satu WiFi). Cara ini efektif memicu iklan agar lebih 'termakan' dan mendorong spike penjualan.
Namun, jika ingin solusi jangka panjang yang lebih berkelanjutan, saya selalu menyarankan konsep 'ternak toko' atau memiliki banyak toko. Sangat mungkin saya dengan kategori produk yang sama menghabiskan 500 ribu per hari untuk iklan, sementara Anda hanya 80 ribu. Namun suatu saat, keadaan bisa terbalik. Jika kedua toko itu milik saya, tentu akan lebih menguntungkan. Oleh karena itu, menurut saya, gameplay terbaik saat ini adalah dengan memperbanyak toko.
Bagi Anda yang ingin mempelajari lebih lanjut strategi 'ternak toko' dan bergabung dalam komunitas yang supportif, saya ingin mengingatkan bahwa hari ini adalah hari terakhir pendaftaran untuk bootcamp batch ke-13. Bootcamp ini berlangsung selama 8 minggu dengan modul praktik dan sesi Zoom intensif. Jika Anda tertarik, ini adalah kesempatan terakhir sebelum batch berikutnya dibuka beberapa minggu lagi. Anda bisa langsung menghubungi saya untuk pendaftaran.
Memahami Algoritma Shopee dan Siklus Permintaan
Mas Konveksi bertanya bagaimana cara meningkatkan kunjungan toko selain iklan dan afiliasi, terutama setelah Lebaran ketika kunjungan cenderung turun. Konversi tokonya masih bagus di sekitar 2-3%. Saya menjelaskan bahwa Shopee sangat mengikuti siklus demand. Jika demand pasar sedang turun, kita tidak bisa memaksakan traffic tinggi. Shopee seperti pasar, ketika orang mencari daging, traffic untuk produk daging akan naik. Jika dipaksakan saat demand rendah, justru bisa 'perih' dan berujung boncos.
Kecuali jika Anda memiliki strategi eksternal yang kuat untuk menciptakan atau mengarahkan demand ke toko Shopee Anda. Namun, bagi saya yang fokus penuh di Shopee, saya lebih pasrah pada demand. Saya akan 'ngegas' penuh saat demand tinggi, seperti saat Lebaran, dan lebih baik tidak terlalu aktif ketika pasar sedang lesu.
Mbak Isti Ramwati juga menanyakan apakah algoritma Shopee memang menyebarkan traffic atau 'membagi rezeki' ke beberapa toko ketika ada banyak orang mencari produk yang sama. Saya membenarkan bahwa Shopee tidak mungkin tidak membagi traffic, karena jika tidak, orang tidak akan mau berjualan di Shopee. Namun, pembagiannya tidak merata. Ini tergantung pada 'upeti' yang Anda bayar (melalui iklan, admin fee, dll.) dan juga umur toko. Toko baru tentu tidak akan dibagi merata dengan toko yang sudah lama dan memiliki banyak bintang.
Inilah mengapa strategi 'ternak toko' sangat relevan. Dengan memiliki banyak toko, pembagian traffic akan lebih banyak mengalir ke 'kantong' kita sendiri, bukan hanya satu toko saja.
Manufaktur di Marketplace: Fokus Reseller atau Ternak Toko?
Pertanyaan terakhir datang dari seorang teman yang bergerak di bidang manufaktur kosmetik, kecantikan, dan skincare. Ia menanyakan rekomendasi apakah sebaiknya memperbanyak toko atau memperbanyak varian produk. Untuk manufaktur, saran saya adalah perbanyak reseller agar Anda bisa fokus pada produksi. Namun, jika Anda sudah memiliki tim marketplace yang terpisah, maka rekomendasi saya adalah tetap 'ternak toko'. Namun, fokus pada produk yang spesifik terlebih dahulu, misalnya satu produk (obat ketek, misalnya) dan buat banyak toko untuk itu. Setelah ada traksi yang bagus, barulah rambah produk lain yang relevan.
Semoga diskusi hari ini memberikan banyak insight baru bagi teman-teman semua. Ingat, hari ini adalah hari terakhir pendaftaran bootcamp batch ke-13. Jangan sampai ketinggalan kesempatan ini ya! Untuk info lebih lanjut, kunjungi ghanirozaqi.com.

0 Response to "Insights Mendalam Jualan di Shopee: Kebijakan Baru, Iklan, dan Pentingnya Ternak Toko"
Posting Komentar