Kali ini saya ingin berbagi sebuah studi kasus menarik terkait iklan di Shopee. Sudah cukup lama saya tidak membahas topik ini. Saya memiliki sebuah produk yang ROAS (Return on Ad Spend) nya saya set 50. Angka ini terbilang sangat rendah, atau bagi saya pribadi tergolong 'ngeyel', karena biasanya saya bermain di kisaran 1.9 HPP (Harga Pokok Penjualan).
Karena sedang mencoba hal baru, saya iseng saja menyetel ROAS 50 dengan budget tak terbatas. Pikiran saya sederhana: jika tidak laku, budget tidak akan terpakai. Ternyata, budget iklan lumayan terpakai meskipun tidak terlalu banyak, dan saya mendapatkan tiga penjualan.
Produk yang saya jual adalah kasur. Saya menyetel ROAS 50 ini beberapa hari lalu, dan saat ini, ROAS saya mencapai 184. Selama kurang lebih seminggu saya mengiklankan dengan ROAS 50 dan modal tak terbatas, saya mendapatkan penjualan sebesar Rp150.000 dengan ROAS akhir 3.5.
Saya cukup terkejut karena iklan ini masih terus berjalan. Berdasarkan pengalaman saya, jika ROAS terlalu rendah seperti ini, iklan biasanya akan 'tidur' alias tidak mendapatkan impresi sama sekali. Namun, produk kasur ini terus mendapatkan impresi, bahkan mencapai 2.300. Ini menunjukkan bahwa target pasar memang ada. Meskipun biaya iklan yang tersedot terbilang kecil, budget tetap terpakai, sehingga ROAS hanya mencapai 3.5.
Padahal, karakteristik iklan Shopee seharusnya tidak akan boncos. Jika boncos, iklan umumnya akan 'tidur' atau berhenti menyedot budget. Namun, dalam kasus ini, saya mengalami boncos. Minimal ROAS yang harus saya dapatkan adalah sekitar 5, atau bahkan 6-7, agar setidaknya saya tidak merugi secara finansial—hanya rugi tenaga. Kejadian seperti ini sudah berkali-kali saya alami, dan inilah yang saya sebut sebagai 'outliers'.
Apa Itu Outliers?
Outliers adalah kejadian yang berulang kali saya alami, meski tidak setiap saat. Saya sendiri masih bingung mengapa ini bisa terjadi, namun itulah outliers: hal yang wajar namun di luar kebiasaan. Dalam bahasa Indonesia, outliers sering disebut sebagai 'pencilan'.
Sebagai contoh, kita sering berpikir bahwa orang yang rajin berolahraga pasti sehat, namun tidak selalu demikian. Ada saja orang yang rajin olahraga tapi tetap sakit-sakitan. Begitu pula dengan orang yang menjaga pola makan; secara teori mereka sehat, tapi tetap ada kemungkinan mereka jatuh sakit. Inilah yang disebut outliers. Saya yakin Anda mungkin juga pernah mengalami kejadian 'outliers' seperti ini, dan ini tidak perlu membuat Anda takut.
Kasus seperti ini sangat jarang terjadi pada banyak produk yang saya iklankan. Lalu, apa penyebabnya? Dalam kasus spesifik saya ini, ada dua alasan utama yang saya curigai.
1. Biaya Ongkir yang Mahal
Alasan pertama adalah biaya ongkir atau pengiriman. Produk yang saya jual adalah kasur, dengan berat antara 8 hingga 10 kilogram, dan memiliki volume yang besar. Meskipun sudah divakum dan dikecilkan, volumenya tetap signifikan. Ketika calon pembeli mengklik iklan dan tertarik, mereka seringkali terkejut melihat biaya ongkir yang bisa mencapai Rp200.000 hingga Rp300.000, sehingga mereka tidak jadi melakukan pembelian. Namun, algoritma iklan tetap menampilkan iklan saya karena masalahnya ada di tahap akhir transaksi, yaitu biaya ongkir yang mahal. Ini adalah kecurigaan saya yang pertama.
2. Fitur COD Tiba-tiba Mati
Kecurigaan saya yang kedua adalah fitur COD (Cash On Delivery) yang tiba-tiba mati. Saya baru saja memeriksa dan menemukan bahwa fitur COD standar saya nonaktif. Ini adalah hal yang sering terjadi di Shopee. Saya menyarankan Anda untuk sering mengecek status COD Anda secara berkala, karena kadang tiba-tiba mati. Jika nonaktif, Anda bisa langsung mengaktifkannya kembali. Saya sendiri tidak tahu pasti mengapa ini bisa terjadi, apakah karena error sistem atau memang disengaja oleh platform.
Jadi, jika Anda mengalami fenomena 'outliers' seperti saya, coba periksa dua hal ini: pertama, apakah biaya ongkir produk Anda terlalu mahal? Mungkin ada kesalahan input berat atau volume, misalnya produk baju yang seharusnya 200 gram tetapi terinput 20 kg atau 200 kg. Kedua, pastikan fitur COD Anda tidak tiba-tiba mati.
Demikian studi kasus iklan kali ini. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Studi Kasus Iklan Shopee: ROAS Boncos Tapi Tetap Jalan?"
Posting Komentar