My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Panduan Lengkap Menjadi Dropshipper Profesional: Tantangan dan Solusi

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kali ini, saya akan berbagi panduan langkah demi langkah tentang bagaimana menjadi dropshipper. Ini sangat relevan, baik untuk pemula maupun yang sudah berpengalaman, terutama jika Anda berencana untuk menekuni bisnis dropship.

Saya tidak akan membahas pentingnya dropship atau apakah dropship masih relevan. Yang jelas, dropship masih sangat relevan, dan itu akan saya bahas di kesempatan lain. Artikel ini akan fokus pada panduan praktis untuk menjadi dropshipper profesional.

Dilema Awal: Produk Dulu atau Supplier Dulu?

Bagi yang baru memulai dropship, pasti akan terjebak dalam dilema klasik ini: haruskah mencari supplier dulu, atau menentukan produk dulu? Ini memang seperti teka-teki ayam dan telur. Saya akan sudahi perdebatannya. Keduanya bisa benar, tetapi dalam artikel ini, saya akan fokus pada pendekatan dari produk dulu.

Langkah 1: Temukan Produk Unggulan Anda

Pertama, apa produk yang ingin Anda jual? Lakukan riset Anda sendiri. Saran saya, gunakan tool saya, GR RND, yang tersedia di ghanirozaqi.com. Tool ini berfungsi untuk mengecek produk-produk yang sedang tren di Shopee, khususnya yang penjualannya laris meskipun diunggah oleh penjual baru. Ini bisa menjadi panduan untuk produk yang bisa kita ikuti. Ini sangat sederhana dan efektif.

Tentu, jika Anda memiliki metode lain, silakan gunakan Google Trend, AI, atau metode riset lainnya yang Anda kuasai. Intinya, pastikan Anda tahu pasti produk apa yang ingin Anda jual.

Langkah 2: Cari Supplier yang Tepat

Setelah Anda menemukan produk yang ingin dijual, langkah selanjutnya adalah mencari supplier. Bagaimana caranya?

  1. Teman/Kenalan: Coba tanyakan pada teman-teman Anda, baik teman SMA, kuliah, atau kenalan dekat lainnya. Apakah ada di antara mereka yang menjual produk tersebut dan menerima dropship? Teman dalam definisi saya adalah orang yang mau mengangkat telepon Anda. Jika tidak, mungkin definisi teman kita berbeda.

  2. Grup WhatsApp/Komunitas: Jika Anda aktif dalam komunitas penjual online, tanyakan di grup WhatsApp atau forum. Biasanya ada yang menjual produk serupa dan membuka kesempatan dropship.

  3. Marketplace: Produk yang Anda riset di marketplace (terutama jika menggunakan tool saya yang bersumber dari Shopee) sudah pasti ada di sana. Anda bisa langsung menghubungi penjual produk tersebut. Tanyakan, "Kak, terima dropship tidak?"

  4. Platform Dropship: Ada beberapa platform yang mempertemukan dropshipper dengan supplier. Salah satunya adalah Baleomall. Saya harus menyampaikan fakta bahwa Baleomall sudah tumbang. Padahal, Bang Avan, founder-nya, adalah sosok yang keren. Saya mengikuti beliau dari zaman scraper. Tapi sayang sekali tumbang. Namun, ini bukan berarti bisnis dropship yang tumbang. Justru, beberapa supplier di Baleomall tetap melanjutkan kerja sama dropship dengan membernya, hanya saja kini secara langsung tanpa perantara Baleomall. Mungkin ini juga yang menyebabkan Baleomall tidak lagi beroperasi, karena para dropshipper dan supplier sudah bisa berinteraksi langsung. Selain Baleomall, ada juga platform seperti Jackmall yang bisa Anda cek.

Langkah 3: Saring Supplier Potensial Anda

Oke, Anda sudah menemukan beberapa calon supplier. Sekarang saatnya menyaring mereka:

  1. Koperatif? Apakah supplier tersebut kooperatif? Misalnya, jika Anda meminta aset foto produk, link tertentu, atau katalog, apakah mereka bersedia memberikannya? Apakah ada admin WhatsApp yang responsif? Ini adalah filter pertama.

  2. Harga Masuk Akal? Apakah harga pokok penjualan (HPP) dari supplier ke Anda masih masuk akal untuk mendapatkan keuntungan? Jika HPP dari supplier ke kita sama atau bahkan lebih tinggi dari harga jual di Shopee, itu tidak realistis. Carilah supplier dengan harga yang kompetitif.

  3. Sistem Dropship yang Benar? Pastikan supplier memiliki sistem dropship yang benar. Seringkali, penjual di marketplace salah paham. Ketika ditanya, "Terima dropship?" mereka menjawab "Iya, tinggal centang saja di resinya sebagai dropshipper." Bukan itu yang kita maksud. Dropship yang benar adalah ketika orderan masuk ke seller center dropshipper, lalu diproses oleh supplier melalui PDF yang dikirimkan oleh dropshipper. Jadi, bukan sekadar centang di aplikasi Shopee.

  4. Akad yang Jelas? Bagi saya, ini sangat penting. Dalam Islam, akad (perjanjian) adalah hal yang krusial. Pastikan ada akad yang jelas antara Anda sebagai dropshipper dan supplier. Kejelasan akad akan menghindarkan dari kesalahpahaman di kemudian hari.

Langkah 4: Pecah Telur dan Skalabilitas

Setelah Anda melewati semua ceklis di atas dan mendapatkan supplier yang kooperatif, harganya oke, sistemnya jelas, serta akadnya benar, langkah selanjutnya adalah menunggu pecah telur, yaitu penjualan pertama Anda. Jangan harap langsung pecah telur di hari itu juga. Secara realistis, bagi saya, bisa memakan waktu 3 hari, 7 hari, bahkan sebulan.

Setelah itu, jika penjualan mulai ramai atau produk laku keras, pertanyaan berikutnya adalah: apakah supplier Anda cukup kuat untuk menangani volume pesanan? Ini sering terjadi. Ketika kita sedang berada di puncak, disukai algoritma, atau konten kita FYP, ternyata supplier tidak mampu memenuhi orderan.

Pada titik ini, Anda akan dihadapkan pada persimpangan jalan:

  1. Memproduksi Sendiri: Di zaman sekarang, terutama bagi pebisnis baru tanpa pengalaman, saya tidak menyarankan untuk langsung memproduksi sendiri. Ini jauh lebih kompleks (pengadaan bahan, vendor, jahit, packing, inventori).

  2. Cari Supplier Lain: Ini adalah opsi yang lebih realistis. Anda bisa mencari supplier baru untuk produk yang sama yang sedang ramai, atau mencari produk baru sama sekali. Jika supplier lama tidak bisa di-scale up, ya sudah, cari alternatif.

Jika harus mencari supplier baru atau produk baru, maka prosesnya akan berulang lagi dari awal: mencari teman, grup WhatsApp, marketplace, dan seterusnya.

Dropshipping: Sederhana Namun Panjang

Meskipun tadi saya sampaikan langkah-langkahnya secara sederhana, proses untuk menjadi dropshipper sebenarnya cukup panjang. Untuk mencapai tahap menemukan supplier yang cocok saja, mungkin butuh 3-4 hari. Setelah ketemu pun, kita harus mewawancarai mereka, menanyakan kooperatif atau tidak, harganya bagaimana, dan sebagainya. Seringkali, kita mendapatkan satu supplier yang cocok, tapi kemudian hilang, atau ternyata tidak kooperatif, atau salah paham tentang sistem dropship yang dimaksud.

Intinya, mulai dari memutuskan mau jualan apa sampai Anda bisa pecah telur, itu adalah perjalanan yang panjang, apalagi jika Anda sendirian.

Solusi: Dropship Berjamaah dengan Sindikat Dropship

Itulah mengapa, jika Anda berniat untuk dropship (mengingat saya sendiri sekarang hampir 100% dropship, 99% lebih tepatnya karena masih ada sedikit stok di gudang saya), saya sangat merekomendasikan untuk bergabung dengan Sindikat Dropship. Mengapa? Karena kita bisa berjamaah daripada sendirian.

Memulai sendiri di zaman sekarang memang bisa, saya melihat ada beberapa seller yang sukses sendirian tanpa berkomunitas. Tapi bagi saya, itu kurang realistis. Berjamaah menjadi lebih seru karena kita bisa saling berbagi. Jika sendirian, Anda akan kebingungan harus bertanya ke siapa ketika menghadapi masalah, misalnya saat supplier tidak bisa di-scale up dan harus cepat memutar otak.

Keuntungan bergabung dengan Sindikat Dropship adalah:

  • Berjamaah: Kita dropship bersama. Ini bukan berarti saling berkompetisi secara negatif. Sejauh ini, Sindikat Dropship yang sudah berjalan satu tahun ini membangun kemitraan yang positif. Meskipun ada kompetisi, kita saling memotivasi, berbagi strategi iklan, dan rapor penjualan. Ini menciptakan komunitas yang membangun.
  • Akses Supplier: Kita juga mendapatkan supplier dari anggota sindikat itu sendiri. Jadi, kita dropship ke sesama anggota sindikat.

Daripada Anda pusing dengan proses yang panjang, Anda bisa mempercepat waktu dengan bergabung di Sindikat Dropship. Untuk bergabung, Anda harus melewati 'Semester Pendek' selama 2 bulan. Ini berbayar dan biayanya cukup mahal, namun menurut saya sangat worth it. Jika saya seorang pemula dan ada kesempatan seperti ini, saya pasti akan bergabung karena ini tidak ada di tempat lain.

Setelah 2 bulan 'dicui' (dididik) dalam Semester Pendek, kita menjadi mitra, bukan sekadar grup support WhatsApp biasa. Support WhatsApp grup memang banyak, tapi seringkali kasusnya berbeda-beda sehingga kadang tidak relevan atau kurang cepat solusinya. Di Sindikat Dropship, karena kita sama-sama dropship, kasusnya serupa, bahkan produknya bisa sama, sehingga diskusinya sangat membangun. Alhamdulillah, sejauh ini kemitraan kami sangat membangun, dan semoga seterusnya begitu.

Itulah langkah-langkah jika Anda ingin menjadi dropshipper. Jika Anda tertarik untuk bergabung dengan Sindikat Dropship, silakan cek ghanirozaqi.com. Di sana ada tautan untuk bootcamp dan sindikatnya.

0 Response to "Panduan Lengkap Menjadi Dropshipper Profesional: Tantangan dan Solusi"

Posting Komentar