Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Senang bisa kembali menyapa teman-teman di Forum Harian saya. Sesi ini biasanya saya adakan hampir setiap hari, sekitar 15 menit saja, untuk menjawab berbagai pertanyaan dan keluh kesah yang masuk. Saya sangat menyukai format yang simpel dan tidak ribet seperti ini. Jika jawaban saya bisa membantu, alhamdulillah. Jika tidak, saya hanya bisa memohon maaf.
Strategi Iklan Shopee GMV Auto: Mengapa Dana Tidak Terpakai Optimal?
Salah satu pertanyaan datang dari Mas Dick Wijak mengenai iklan GMV Auto di Shopee. Beliau menyampaikan bahwa iklannya sudah berjalan lebih dari seminggu, namun saldo yang terpakai sangat sedikit, hanya sekitar Rp2.000 per hari. Bagaimana solusinya?
Menurut saya, solusi terbaik untuk masalah ini sebenarnya ada sebelum kita melakukan launching produk. Saya selalu menyarankan teman-teman untuk mengunggah produk tidak hanya sekali, melainkan beberapa kali, bahkan bisa 10 etalase untuk satu produk yang sama. Ini dilakukan agar masalah seperti ini tidak terjadi. Seringkali, jika produk sedang tren namun tidak "dimakan" oleh algoritma dan iklannya macet di tengah jalan, akan lebih sulit untuk mengotak-atiknya daripada hanya mengunggah produk baru dan membuat etalase baru. Jadi, saran saya untuk Mas Dick adalah biarkan saja dan buat etalase baru dengan produk baru.
Memahami Fluktuasi ROAS Iklan Otomatis Shopee
Mas King Acesoris bertanya mengenai efektivitas iklan produk otomatis di Shopee. Beliau mencoba dengan budget Rp30.000, dan ROAS (Return on Ad Spend) sering naik turun. Bahkan, setelah 3-4 hari berturut-turut iklan berjalan, ROAS-nya bisa drop dari biasanya 10 menjadi 3 atau 5. Apakah ini memang karakteristik iklannya atau ada strategi khusus?
Saya menjelaskan bahwa memang demikianlah karakternya. Jangan melihat ROAS harian. Iklan GMV Max individual pun menunjukkan pola yang sama. Jika hari ini ROAS 10 dan besok 10, sangat mungkin keesokan harinya akan di bawah itu. Namun, jika kita melihat dalam rentang waktu yang lebih panjang, misalnya 30 hari, ROAS rata-rata bisa stabil di angka 8 atau 9. Ini berarti tidak perlu panik jika melihat fluktuasi harian. Fokus pada rata-rata jangka panjang.
Kelas Shopee: Pentingkah Diikuti?
Mas Banu menanyakan tentang kelas-kelas Shopee yang diadakan hampir setiap hari. Apakah kelas-kelas tersebut bagus dan relevan dengan kondisi lapangan?
Saya berpendapat, ikut kelas Shopee tidak ada salahnya jika ada waktu luang. Namun, dari pengalaman saya dulu mengikuti Kampus Shopee, terkadang pemateri (karyawan Shopee) yang mengajar tidak memiliki pengalaman praktik berjualan secara langsung. Jadi, apa yang disampaikan terkadang tidak nyambung dengan realita di lapangan. Teori bisa didapatkan dari mana saja, bahkan ChatGPT. Namun, praktiklah yang membedakan. Meskipun demikian, ini adalah salah satu upaya positif dari Shopee untuk peduli kepada para penjual.
Mengatasi Retur COD Tinggi di TikTok Shop
Mas Bre Bro menghadapi masalah tingginya retur dan pesanan tidak sesuai, khususnya dari fitur COD di TikTok Shop. Solusi yang beliau tanyakan adalah apakah lebih baik memilih area pengiriman atau menghapus opsi COD sama sekali?
Ini memang dilema. Beruntung di TikTok Shop kita bisa memilih area pengiriman. Saya menyarankan untuk tidak langsung mematikan COD. Lebih baik melakukan blacklist area-area pengiriman yang sering mengalami masalah retur atau pembatalan. Lihat data pengiriman teman-teman. Contohnya, dari pengalaman saya, COD daerah Sulawesi sering bermasalah, namun di daerah Nusa Tenggara seperti Lombok justru bagus. Setiap penjual bisa memiliki pola yang berbeda, jadi penting untuk menganalisis data pribadi.
Pengaruh Ekspedisi Terhadap Penjualan
Mas Banu kembali bertanya, apakah jika hanya mengaktifkan J&T saja dan tidak mengaktifkan ekspedisi lain seperti Pos, akan berpengaruh signifikan terhadap penjualan?
Menurut saya, ekspedisi seperti Pos atau SPX tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap penjualan. Saya pribadi bahkan hanya menggunakan SPX. Mengaktifkan lebih banyak opsi ekspedisi tidak lantas akan menaikkan penjualan secara drastis.
Menyelami Dunia Iklan Shopee: Dari Organik ke Berbayar
Mbak Ais berbagi pengalamannya. Sebelumnya, beliau berhasil menjual banyak produk tanpa iklan, namun kini penjualan menurun. Beliau mulai mencoba iklan dengan target ROAS 11 dan budget Rp5.000, mendapatkan 2 penjualan, namun sebelumnya penjualan organik bisa 10 per hari. Bagaimana menilainya?
Saya memberikan beberapa poin penting:
- Evaluasi Penjualan Organik: Cek dulu mengapa sebelumnya bisa laku tanpa iklan. Dari mana trafficnya? Jika dari pencarian organik atau afiliasi dan sangat kuat, saya pribadi tidak akan mengiklankan produk tersebut.
- Konversi Iklan: Setelah mulai beriklan, cek apakah conversion rate-nya sama dengan saat organik. Jika sama, lanjutkan iklan. Jika target ROAS 11 sudah bagus (misal penjualan sudah di atas 100), Mbak Ais bisa lebih berani menaikkan budget, asalkan tidak boncos.
- Garansi Harga Terbaik & ROAS: Jika Mbak Ais mengikuti program Garansi Harga Terbaik, target ROAS 11 terlalu rendah dan akan sulit untuk untung. Biasanya, produk dengan garansi harga terbaik memerlukan ROAS di kisaran 30-40 agar tetap untung.
- Prioritas Belajar vs. Profit: Untuk penjual pemula, lebih baik menggunakan program seperti Garansi Harga Terbaik untuk mendapatkan traffic dan belajar cara kerja iklan, bahkan jika harus mengorbankan margin di harga produk. Lebih baik rugi sedikit di harga produk (yang bisa dikendalikan) daripada rugi besar di biaya iklan (yang bisa tak terkendali).
- Definisi ROAS: ROAS 11 berarti mendapatkan 11 kali lipat dari biaya iklan yang dikeluarkan, namun ini adalah GMV (Gross Merchandise Value) yang belum dikurangi biaya admin, PPN, dan lain-lain. Jadi ROAS aktual akan lebih rendah. Jika merasa "perih" setelah 2 hari, tidak perlu menunggu seminggu untuk menyesuaikan target ROAS.
Meningkatkan Volume Penjualan dengan Iklan GMV Max
Terakhir, Mbak Apri bertanya mengenai cara meningkatkan volume penjualan produk fashion yang sudah diiklankan kembali setelah sempat berhenti. ROAS target 6.9 tercapai 7.6, dengan budget Rp110.000 per hari yang kadang tidak habis.
Menurut saya, meningkatkan volume penjualan dengan iklan GMV Max saat ini memang cukup menantang. Salah satu cara paling efektif yang saya temukan adalah dengan "merekayasa" melalui frame order untuk meningkatkan ROAS, sehingga iklan akan terus "termakan" dan spend budget. Namun, ini adalah teknik yang lebih lanjut.
Untuk kasus Mbak Apri dengan ROAS yang tercapai 7.6 (di atas target 6.9), saya menyarankan untuk menaikkan budget iklan, bukan target ROAS-nya. Akan ada satu titik di mana iklan tersebut akan "rakus" memakan budget karena ROAS yang dicapai sudah bagus. Jadi, pastikan budget siap ketika momen itu tiba. Jika saya berada di posisi Mbak Apri dengan ROAS 7.6 vs 6.9, saya bahkan akan langsung menggandakan budget iklan.
Itulah beberapa diskusi menarik dari Forum Harian kali ini. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua yang sedang berjuang di dunia e-commerce. Jangan lupa kunjungi ghanirozaqi.com untuk informasi lebih lanjut.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Tanya Jawab Seputar Iklan Shopee dan TikTok: Strategi ROAS hingga COD"
Posting Komentar