Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kali ini, saya ingin berbagi mengenai jilbab yang sedang tren. Pasar jilbab memang sangat besar di Indonesia, mengingat kita adalah negara dengan populasi muslim terbesar kedua di dunia, setelah Pakistan.
Saya selalu memantau produk jilbab apa saja yang sedang ramai. Dulu sempat ada tren Bergo Maryam, lalu ada Ciput Anti Budeg. French Khimar juga pernah populer, dan kini yang sedang ramai adalah 'Hiban'. Sejujurnya, saya sendiri tidak tahu persis perbedaan antara Hiban dan French Khimar, karena keduanya sama-sama memiliki bandana. Dari riset saya, sepertinya French Khimar ada yang modelnya 'kutung' atau berlengan pendek, tapi saya tidak terlalu paham detailnya karena saya memang tidak memakai jilbab. Intinya, yang sedang heboh saat ini adalah Hiban.
Sangat penting bagi kita untuk peka terhadap produk yang sedang tren. Percayalah, lebih baik pusing memikirkan produk apa yang akan dijual daripada pusing memikirkan bagaimana cara beriklan. Jika produknya bagus dan permintaannya tinggi (atau saya sebut 'lagi trending'), iklan yang biasa-biasa saja pun bisa menghasilkan penjualan yang baik. Sebaliknya, jika produknya tidak bagus atau tidak lagi tren, meskipun Anda beriklan habis-habisan, bahkan menggunakan berbagai agensi, hasilnya belum tentu optimal. Coba saja tanyakan pada agensi, apakah mereka bersedia mengiklankan produk seperti Bella Square yang sudah lama dan bukan lagi tren. Produk-produk seperti Bella Square, Bergo Maryam, Bergo Hamidah, Ciput Anti Budeg, dan French Khimar, yang kini tergantikan oleh Hiban, adalah contoh bagaimana tren terus bergeser. Jadi, saya selalu menyarankan untuk lebih peka dalam melihat produk mana yang lebih ramai. Ini jauh lebih efektif dan efisien untuk meningkatkan penjualan daripada hanya fokus pada iklan. Percaya pada saya? Jika tidak, tidak masalah, itu pilihan masing-masing.
Hiban sedang ramai. Lalu, bagaimana cara saya menangkap sinyal tren ini? Pertama, saya mengamati di jalan. Jika banyak ibu-ibu tiba-tiba memakai produk yang sama, itu adalah indikator. Dulu juga sempat ada tren gaya hijab 'frontpop' yang memperlihatkan bagian dada dan perut, saya melihatnya di mall saat jalan bersama keluarga. Kedua, melalui informasi dari teman. Untuk Hiban ini, saya juga mendengar obrolannya dari beberapa teman beberapa hari lalu. Ketiga, saya mengecek ke media sosial. Namun, saya bukanlah pengguna aktif media sosial seperti TikTok atau Instagram, jadi sinyal dari sana biasanya tidak saya dapatkan di awal. Saya lebih sering mendapat sinyal dari pengamatan di jalan, teman, atau grup WhatsApp. Setelah itu, saya akan memvalidasinya di media sosial: apakah ramai di TikTok atau Instagram? Jika memang ramai, saya melanjutkan ke GRN.
GRN adalah tools saya. Tujuan awal tools ini sangat sederhana, jauh lebih simpel dibandingkan tools lain di luar sana. Bagi saya, jika sesuatu bisa dibuat simpel, kenapa harus ribet? Filosofi saya adalah 'keep it simple, stupid'. Lebih baik simpel dan efektif, mendapatkan hasil 70%, daripada terlalu rumit atau 'overkill' namun hanya menambah 20% nilai.
GRN itu simpel. Mari saya berikan contoh dengan produk Hiban. Saya menemukan satu produk Hiban di Shopee. Tools saya ini menampilkan tanggal unggah produk. Produk ini diunggah 3 bulan lalu dan sudah terjual 498 unit. Mungkin Anda berpikir, "Hah? Sedikit sekali?" Menurut saya, ini bagus. Bagi saya, penjualan satu unit per hari sudah tergolong 'winning'. Jumlah 498 ini adalah pesanan yang sudah selesai, belum termasuk yang masih dalam pengiriman. Jadi, saya yakin jumlah totalnya lebih banyak. Harga produknya juga menurut saya sehat, sekitar 50 ribuan. Saya suka harga yang sehat. Optimasi produknya tidak menggunakan video, yang mana bukan gaya saya. Artinya, di Shopee pun, optimasi 'server-set' atau SEO-nya belum centang, tapi sudah laku sebanyak itu.
Saya juga melihat tokonya, yang bergabung sejak 3 tahun lalu, terkesan tidak terlalu serius. Penilaiannya baru 401. Namun, dia berhasil menjual produk sebanyak ini. Apa artinya? Toko ini bukan toko besar, algoritmanya belum terlalu terbentuk, dan bukan selebgram. Tapi produknya berhasil terjual banyak. Ini membuktikan bahwa produknya yang 'sesuatu', bukan tokonya. Hiban memang sedang ramai. Banyak contoh lain yang menunjukkan tren ini, meskipun beberapa di antaranya memiliki harga yang kurang cocok menurut saya. Dugaan saya, khimar seperti ini membutuhkan sekitar 3-4 yard bahan. Jika harga bahannya Rp35.000 per yard, dan ini menggunakan bahan premium seperti Mahen, harga jual 50 ribuan masih sangat masuk akal. Proses jahitnya pun seharusnya tidak terlalu sulit. Bahkan, foto produknya menurut saya tidak terlalu menjelaskan detail, namun bisa laku sebanyak itu. Mungkin juga ramai di grup WhatsApp, tetapi dengan penilaian 401 dalam 3 tahun, saya tetap beranggapan toko ini bukan siapa-siapa. Ini adalah bukti nyata bahwa Hiban sedang tren.
Ini adalah bukti bahwa Hiban memang sedang ramai. Saya memvalidasinya tidak hanya dengan GRN, tetapi juga dengan Google Trends. Jika saya mencari Hiban di Google Trends, terlihat jelas bahwa trennya mulai naik drastis sejak awal Mei. Jadi, jika Anda ingin berjualan, sekarang masih ada kesempatan. Saya sendiri sedang mencari supplier Hiban karena saya sudah tidak mungkin memproduksinya sendiri. Jika ada yang memiliki info supplier, silakan hubungi saya.
Bagi yang tertarik dengan tools GRN yang saya gunakan, harganya Rp500.000. Fiturnya bukan hanya menampilkan tanggal unggah produk, tetapi juga memungkinkan kita menyortir hasil pencarian, misalnya mencari produk Hiban, lalu melihat mana yang paling baru diunggah. Saya menemukan produk yang baru 7 hari diunggah dan sudah terjual 66 unit. Luar biasa, bukan? Jika saya meluncurkan produk non-tren, dalam 7 hari belum tentu ada penjualan, apalagi iklan berjalan. Penjualan 66 unit dalam 7 hari adalah bukti kuat betapa besarnya potensi produk yang sedang tren. Tools seperti ini, dengan harga Rp500.000 untuk seumur hidup (bukan langganan bulanan), sangat cocok bagi Anda yang menyukai hal-hal yang simpel dan konkret. Jika Anda lebih suka yang kompleks dan membuat pusing hingga akhirnya tidak bertindak, mungkin tools lain lebih cocok. Namun, jika Anda mencari solusi simpel dan actionable, GRN adalah pilihan tepat. Anda bisa mendapatkannya di ghanirozaqi.com, cari bagian 'tools seller'.
Sekian dari saya, semoga bermanfaat. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Melihat Tren Jilbab 'Hiban' dan Pentingnya Riset Produk"
Posting Komentar