My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Insight Bisnis Online: Gratis Ongkir, Penjualan Turun Drastis, hingga Iklan Shopee Terbaru

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman semua. Selamat malam minggu! Senang sekali bisa menyapa Anda semua malam ini, apalagi melihat antusiasme teman-teman yang di malam minggu ini justru memilih untuk belajar tentang jualan online. Alhamdulillah, semangat Anda luar biasa!

Setiap harinya, saya berusaha meluangkan waktu sekitar 15 menit untuk menjawab berbagai permasalahan yang teman-teman hadapi dalam berbisnis online. Semoga jawaban-jawaban saya bisa membantu, dan mohon dimaafkan jika ada hal yang kurang pas.

Mengapa Toko Baru Sulit Bergabung dengan Gratis Ongkir Ekstra?

Salah satu teman bertanya mengenai tokonya yang sudah berjalan 10 hari dan melakukan beberapa pre-order, namun belum juga terdaftar di program Gratis Ongkir Ekstra. Padahal, semua empat centang persyaratan sudah hijau dan terpenuhi.

Sejujurnya, ini memang aneh. Biasanya, toko baru yang sudah memenuhi syarat akan otomatis terdaftar. Saya pun bingung mengapa ini terjadi. Dalam kasus seperti ini, satu-satunya jalan adalah menghubungi customer service Shopee. Meskipun seringkali bantuan dari CS tidak terlalu signifikan untuk masalah teknis seperti ini, namun tidak ada salahnya mencoba. Semoga lambat laun, toko tersebut bisa terdaftar juga.

Potensi Pelanggaran Akibat Duplikat Produk di Shopee

Seorang teman sempat khawatir karena tidak sengaja mengunggah produk duplikat, lalu menghapusnya. Ia cemas akan potensi pelanggaran atau penalti.

Saya tegaskan, hal seperti ini sebenarnya aman saja. Tidak perlu panik apalagi sampai menghapus produk. Cukup diedit saja. Duplikat produk adalah pelanggaran kecil, seperti ibaratnya “tidak memakai spion” dalam berkendara. Jadi, tidak perlu terlalu khawatir akan penalti besar.

Penjualan Turun Drastis Tanpa Pelanggaran di Pusat Kesehatan Seller? Apa Solusinya?

Seorang teman mengeluhkan penjualan tokonya yang anjlok drastis pasca-Lebaran. Dari semula bisa 50 order per hari, kini hanya 3-4 order. Bahkan, di akun-akun ternaknya yang lain, dari 450 order bisa turun hanya menjadi 2-3 order. Anehnya, ketika dicek di Pusat Kesehatan Seller, tidak ada pelanggaran yang terdeteksi.

Penurunan penjualan hingga 80-90% seperti ini jelas bukan masalah iklan atau boncos iklan semata. Ini masalah konversi yang sangat fundamental. Saya punya beberapa saran yang bisa teman-teman cek:

  • Cek Opsi Pengiriman: Pastikan fitur COD (Cash On Delivery) dan kurir hemat tidak mati atau nonaktif. Seringkali hal-hal sepele ini terlewat.
  • Periksa Berat Produk: Cek kembali berat produk Anda. Jangan sampai salah input, misalnya dari 2.000 gram menjadi 2.000 kilogram. Ini bisa menyebabkan ongkir melambung dan pembeli enggan melanjutkan pesanan.
  • Ketersediaan Varian Terlaris: Pastikan varian produk yang paling banyak diminati (bestseller) tidak kosong. Kekosongan stok pada produk terlaris bisa sangat memukul penjualan.
  • Pantau Demand (Volume Pencarian): Ini adalah kewajiban bagi setiap seller. Cara sederhana adalah masuk ke iklan toko, cek keyword utama Anda, dan pantau volume pencariannya dari waktu ke waktu. Meskipun kasus penurunan yang drastis sepertinya bukan murni karena penurunan demand, memantau demand tetaplah penting untuk strategi jangka panjang.

Jika masalah ini terjadi di banyak toko sekaligus, perlu diperiksa lagi semua aspek non-teknis tersebut. Saya sendiri belum pernah mengalami penurunan separah itu.

“Garansi Harga Terbaik” Shopee: Ikut atau Tidak?

Seorang teman bertanya tips agar bisa bergabung dengan program “Garansi Harga Terbaik” di Shopee, karena pengajuannya selalu ditolak.

Tips dari saya? Jangan ikutan! Saya sangat tidak menyukai konsep program ini karena saya rasa fitur ini justru menjerat seller, terutama bagi mereka yang belum mahir menghitung profit loss atau laba rugi. Jika Anda tidak bisa menghitung dengan cermat, program ini bisa sangat fatal dan perlahan-lahan mengikis keuntungan Anda. Profit adalah hal yang sangat dibutuhkan seller saat ini, jadi saya sangat tidak menyarankan untuk bergabung dengan fitur tersebut.

Menghitung Modal dan ROE untuk Bisnis Manufaktur: Pentingnya Laporan Keuangan Lengkap

Seorang teman kembali bertanya tentang seputar keuangan. Ia sudah memiliki laporan laba rugi, namun ingin menghitung ROE (Return on Equity) dan kesulitan menentukan cara menghitung modal, apalagi bisnisnya adalah manufaktur yang punya bahan baku, stok jadi, hingga raw material.

Untuk laporan keuangan yang sehat dan komprehensif, tidak cukup hanya laba rugi saja. Anda membutuhkan tiga laporan utama: Neraca (Balance Sheet), Laba Rugi (Profit & Loss), dan Arus Kas (Cash Flow). Umumnya, neraca adalah titik awal, namun memulai dari laba rugi juga tidak masalah.

Untuk menghitung modal, mulailah dengan mencatat pergerakan aset Anda secara rutin. Dari situ, Anda akan bisa melihat berapa modal yang sesungguhnya. Lakukan stock opname untuk semua jenis aset, termasuk kas dan inventaris.

Terkait rencana merekrut admin untuk membantu input data, saya sarankan Anda untuk memahami sistemnya sendiri terlebih dahulu. Ketika Anda sudah mengerti, barulah delegasikan tugas input kepada admin. Ini penting agar Anda tidak bergantung dan tetap memiliki pemahaman yang kuat tentang keuangan bisnis Anda.

Dan satu hal yang sering terlewat dalam inventaris manufaktur: jangan hanya menghitung raw material (bahan baku) dan finish goods (barang jadi). Anda juga wajib menghitung intermediate goods (barang setengah jadi) atau barang yang masih dalam proses produksi. Ini memang sulit dihitung, apalagi jika menggunakan maklon, namun sangat bisa disistematisasi.

Ketika Banding Shopee Tidak Konsisten: Kasus Sama, Hasil Beda

Seorang teman membagikan pengalamannya mengenai dua kasus banding yang persis sama, dengan bukti dan alasan yang identik (misalnya video unboxing), namun salah satunya diterima dan yang lain ditolak oleh tim Shopee. Ia bertanya apa sebenarnya yang menjadi pertimbangan Shopee.

Ini adalah hal yang sering saya alami juga. Sejujurnya, saya pun bingung dengan pertimbangan di balik keputusan tim Shopee. Terkadang, memang tidak ada yang adil dalam proses “penghakiman” seperti ini. Saran saya, jika Anda merasa benar, teruslah mengajukan banding. Ajukan lagi dan lagi sampai Anda merasa cukup atau lelah. Saya sendiri sering melakukan ini, terutama untuk banding ongkir. Jika ongkirnya keterlaluan, saya akan banding terus sampai akhirnya saya ikhlaskan.

Memahami Perubahan Sistem Iklan Shopee Terbaru Pasca 7 Mei: Dari CPC ke CPM

Seorang teman menanyakan tentang perbedaan sistem iklan Shopee terbaru yang berlaku sejak tanggal 7 Mei.

Perubahan ini cukup signifikan dan banyak yang belum sepenuhnya paham implikasinya. Bedanya adalah:

  • Sebelum 7 Mei: Kita hanya dikenakan biaya ketika ada yang mengklik iklan (Cost Per Click/CPC). Jika iklan tampil 1 juta kali tapi tidak ada klik, kita tidak dikenakan biaya.
  • Setelah 7 Mei: Kita dikenakan biaya berdasarkan tayangan (Cost Per Mille/CPM), bahkan jika tidak ada yang mengklik. Artinya, jika iklan tampil 1 juta kali, kita akan tetap dikenakan biaya, terlepas dari ada atau tidaknya klik.

Perubahan ini membuat kita harus lebih cermat dalam mengelola iklan. Kenaikan harga sedikit saja bisa menyebabkan penurunan penjualan drastis. Meskipun ini bisa jadi hal yang membuat kesal, saya melihat ada peluang di dalamnya.

Demikian beberapa tanya jawab seputar bisnis online yang bisa saya bagikan malam ini. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua.

Untuk teman-teman di Bandung yang ingin tahu lebih detail tentang update iklan terbaru Shopee dan berbagai peluang di dalamnya, saya mengundang Anda untuk bergabung dalam pertemuan offline kami pada hari Selasa di Pada Suka Bakso Kopo Katapang.

Terima kasih banyak atas perhatiannya. Sampai jumpa dan sukses selalu! Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sukses dari Ghani Rozaqi!

Kunjungi juga ghanirozaqi.com untuk insight bisnis lainnya.

0 Response to "Insight Bisnis Online: Gratis Ongkir, Penjualan Turun Drastis, hingga Iklan Shopee Terbaru"

Posting Komentar