Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman. Di tengah suasana mendekati Lebaran, saya ingin berbagi beberapa pemikiran dan diskusi menarik yang sering muncul di komunitas seller, terutama mengenai strategi mengelola toko online di Shopee.
Memilih Strategi Toko Saat Lebaran: PO atau Libur Total?
Beberapa teman seller sering bertanya tentang dua mazhab utama dalam menghadapi liburan Lebaran: ada yang memilih untuk memberlakukan sistem Pre-Order (PO) dan ada pula yang memilih untuk meliburkan tokonya secara total. Saya pribadi tahun ini memilih untuk meliburkan toko saya. Saya merasa lebih tenang untuk tidak membuka toko dan menikmati liburan tanpa beban operasional.
Seorang teman, Mas Ismam, juga sempat menanyakan tentang potensi penurunan penjualan setelah Lebaran. Biasanya, memang ada kecenderungan penjualan menurun saat kita membuka toko kembali. Pertanyaan besarnya adalah, bagaimana treatment-nya?
Dampak GMV Max pada Iklan Shopee
Tahun ini adalah tahun pertama kita merasakan fitur GMV Max secara penuh. Dulu, jika kita bermain manual, kita bisa menggas iklan tipis-tipis. Namun, dengan GMV Max sekarang, tidak bisa lagi hanya gas tipis-tipis. Untuk auto saja, budget Rp25.000 itu cukup terasa. Jujur, saya sendiri belum tahu pasti dan belum ada rencana spesifik untuk mengatasi kondisi ini, karena ini pengalaman baru bagi semua seller.
Terkait iklan, Mas Hari menyampaikan informasi penting bahwa minimal top up iklan Shopee sekarang adalah Rp25.000. Saya pribadi sudah lama tidak top up dengan nominal sekecil itu, jadi informasi ini cukup menarik.
Pengingat Penting: Tunaikan Zakat!
Di momen Lebaran ini, saya ingin mengingatkan teman-teman semua, jangan lupakan kewajiban zakat. Zakat fitrah itu wajib, dan saya yakin boncos iklan kita jauh lebih besar daripada nilai zakat fitrah. Jadi, jangan sampai terlewat. Selain zakat fitrah, jangan lupa juga zakat mal bagi yang sudah mencapai nisab. Ini adalah kewajiban yang sangat penting, bahkan di zaman Abu Bakar, mereka yang tidak menunaikan zakat diperangi. Jadi, mari kita tunaikan kewajiban ini.
Tantangan Berjualan Tanaman Hias Selama Lebaran
Mas Arga, salah satu teman seller, sempat bertanya tentang berjualan tanaman hias selama Lebaran. Tokonya tidak diliburkan sama sekali, dan kekhawatiran utamanya adalah masalah pengiriman dan ekspedisi yang mungkin tutup lama. Saya menyarankan untuk mengecek langsung ke ekspedisi di area masing-masing. Di Bandung atau Cimahi, beberapa ekspedisi seperti SPX ada yang tetap buka, tetapi di daerah lain seperti Cilacap, perlu dipastikan kembali. Jika ekspedisi tutup, mau tidak mau toko harus diliburkan.
Mas Arga juga khawatir penjualan akan drop setelah Lebaran, dan saat ini ROAS iklannya sudah mulai turun dari 10-15 menjadi 7. Ini mungkin karena kondisi pasar yang sedang lesu akibat pembeli yang juga khawatir akan pengiriman tanaman. Teori saya, ROAS memang sangat mengikuti kondisi pasar. Jika pasar sedang drop, ROAS akan ikut terpengaruh dan cenderung makin dalam penurunannya. Namun, menjaga ROAS di atas 5 masih cukup aman untuk mempertahankan visibilitas toko, terutama bagi toko yang baru dirintis.
Terima kasih banyak sudah menyempatkan waktu untuk berdiskusi. Semoga insight ini bermanfaat bagi teman-teman semua dalam mengelola toko online. Salam sukses dari saya, Ghani Rozaqi, di ghanirozaqi.com. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Strategi Toko Online Saat Lebaran: Libur atau Tetap Berjualan?"
Posting Komentar