My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Insight Mendalam: Strategi Iklan dan Penjualan Efektif di Shopee

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Setiap hari saya mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masuk, semoga bisa membantu. Jika tidak, saya mohon maaf. Sebelum kita mulai, saya ingin mengingatkan bahwa bootcamp Shopee kembali dibuka. Ini bukan sekadar kelas Zoom, melainkan format bootcamp yang mengharuskan Anda mempelajari materi video dari saya dan Mas Sony Kurniawan terlebih dahulu. Sesi Zoom akan fokus pada diskusi kendala dan praktik yang sudah dilakukan. Jadi, materi sudah diberikan di awal, Anda praktik, lalu kita berdiskusi. Saat ini, bootcamp sedang dibuka.

Strategi Meta Ads Langsung ke Shopee

Pada kesempatan ini, Mas Soni Ramadan mengajukan pertanyaan menarik terkait strategi iklan:

Mas Soni bertanya tentang efektivitas Meta Ads dengan video kreatif untuk mengarahkan traffic langsung ke Shopee. Ia melihat banyak calon pembeli yang bertanya link Shopee di WhatsApp, sehingga terpikir untuk langsung mengarahkan mereka ke sana. Apakah pendekatan ini efektif untuk memperluas jangkauan produk dan mendorong pembelian langsung?

Saya pernah mencoba strategi ini sudah sangat lama, bahkan sebelum fitur Shopee Affiliate keluar, dengan menembak langsung ke Shopee, dan jujur saja, tidak pernah berhasil untuk menarik new audience. Saya belum pernah mencobanya lagi secara intensif, dan bahkan setelah fitur Affiliate hadir pun, upaya saya untuk cold audience menggunakan lookalike juga tidak terlalu berhasil. Jadi, saya tidak memiliki success story dari pendekatan langsung ini.

Secara prinsip, traffic eksternal memang bagus dan efektif. Namun, jika berasal dari iklan berbayar, efektivitasnya menjadi tanda tanya. Inilah mengapa, seperti yang mungkin Anda sadari, saya sering meminta orang-orang di grup untuk mengklik link Shopee saya. Setelah satu atau dua hari, performa iklan saya cenderung 'pulen' atau lebih baik. Ini adalah sinyal traffic eksternal.

Saya mendapatkan traffic gratis ini melalui WhatsApp, di mana puluhan orang mengklik tanpa membeli, tetapi ini menjadi sinyal positif bagi algoritma. Namun, jika menggunakan Facebook Ads atau Meta Ads, kita perlu menimbang apakah itu benar-benar terhitung sebagai spike atau kunjungan yang valid. Ada kalanya kunjungan singkat tidak terhitung sebagai page view di Shopee. Jika memang terhitung dan biayanya masuk akal, iklan bisa menjadi 'pulen', meskipun 'pulen' bukan berarti tidak boncos sepenuhnya, melainkan iklannya jadi lebih 'termakan' atau berjalan lancar.

Mas Soni kemudian bertanya, jika iklan langsung ke Shopee, apakah data audiens yang didapat tidak akan sesuai? Ia mencontohkan iklan gamis yang tiba-tiba muncul padahal ia tidak mencari, yang bisa menghasilkan data audiens kurang tepat.

Benar, itu bisa 'dimasking' atau tercampur. Makanya, link yang sering saya bagikan selalu link affiliate. Ini memberikan sinyal positif. Saya tidak bisa memastikan apakah hal ini berlaku sama jika menggunakan Meta Ads, namun apa yang saya lakukan saat menyebar link affiliate itu efektif. Meskipun tidak ada pembelian langsung, iklan saya menjadi 'pulen' seperti yang saya sebutkan tadi. Jadi, gunakan link affiliate, bukan link produk langsung yang hanya di-copy paste, karena itu justru bisa dianggap spam. Link affiliate memberikan sinyal yang baik untuk algoritma.

Mengatasi Perbedaan Bobot Produk dan Packing

Selanjutnya, Mas Autrift mengajukan pertanyaan seputar logistik:

Mas Autrift bertanya tentang cara mengatasi perbedaan bobot produk yang jauh lebih ringan dibanding bobot packing, seperti stiker yang dikirim dalam selongsong yang berat. Bagaimana cara menginput berat produk di Shopee Seller Center agar tidak bermasalah?

Menurut saya, cara paling akurat adalah dengan rutin mengecek selisih ongkir. Jika Anda menginput berat produk saja (tanpa packing) dan tidak pernah terkena selisih ongkir, lanjutkan saja. Namun, jika mulai terkena selisih ongkir, Anda terpaksa harus menaikkan berat secara bertahap. Saya sendiri pernah mengalami ini. Dulu, selisih ongkir saya cukup 'parah' karena saya menjual sajadah busa yang divakum, dan kadang mengembang di jalan. Ini sulit diprediksi. Jadi, saya perlahan menaikkan berat produk hingga selisih ongkir tidak lagi terasa 'perih'. Ini memang harus melalui trial and error.

Mas Autrift khawatir jika berat packing langsung dimasukkan ke berat produk, ongkir akan menjadi terlalu mahal saat pembeli memesan 2-3 produk sekaligus yang sebenarnya bisa dikirim dalam satu packing selongsong.

Tepat sekali. Itulah mengapa saya menyarankan untuk memulai dengan berat tanpa packing atau selongsong. Jika berat packing langsung dimasukkan, bisa jadi konversi akan turun karena pembeli merasa ongkirnya terlalu berat. Poin utamanya adalah agar pembeli tetap mau membeli dan kita tidak terkena selisih ongkir. Masalah selisih ongkir ini bisa sangat menjengkelkan jika tidak dicek. Jadi, memang harus dicek selisih ongkirnya, dan mulailah bukan dari berat terberat, karena itu berpotensi menurunkan konversi.

Betul, mulai dari yang teringan dulu. Lalu, pantau saja per minggu. Saya dulu memantau per minggu: berapa selisih ongkir per pesanan? Misalnya, dalam seminggu total selisih ongkir Rp5.000 dari 1.000 pesanan, berarti hanya Rp5 perak per pesanan. Jika angkanya kecil, tidak masalah, tetap gunakan gramasi tersebut.

Ideal CTR untuk Iklan Shopee

Pertanyaan berikutnya datang dari Mas Sid Aziz, terkait performa iklan:

Mas Sid Aziz bertanya berapa persentase Click-Through Rate (CTR) yang ideal di dashboard iklan Shopee untuk menentukan apakah sebuah iklan layak dihentikan atau tidak.

CTR memang penting, tapi di sisi lain juga tidak terlalu penting. Begini, saya beberapa kali memiliki CTR sebesar 4-5%, bahkan ada anggota yang mencapai 10%, yang mana sangat tinggi, namun tidak ada pembelian. Jadi, CTR adalah metrik awal yang bisa dibilang paling dangkal. CTR yang bagus belum tentu menjamin pembelian yang bagus.

Saya pribadi lebih memilih CTR rendah tapi konversi tinggi. Jadi, jika CTR bagus, itu baik, tetapi Anda tetap harus mengecek, misalnya, dari 1.000 klik, berapa yang Add To Cart (ATC)? Jika dari 1.000 klik yang ATC-nya nol, meskipun CTR-nya 50%, iklan tersebut lebih baik langsung dihentikan. Itulah mengapa saya katakan CTR itu penting tapi juga tidak terlalu penting.

Mengelola Target ROAS Iklan Shopee

Sebelum ke pertanyaan terakhir, saya ingin mengingatkan kembali bahwa bootcamp Shopee masih dibuka. Jika Anda ingin tahu lebih detail, bisa langsung menghubungi saya melalui ghanirozaqi.com. Baik, mari kita lanjutkan dengan pertanyaan dari Mbak Apri.

Mbak Apri bertanya tentang iklan Shopee-nya. Iklannya berjalan baik dengan target ROAS 6,9. Untuk sedikit mengerem orderan karena stok terbatas, ia mengubah target ROAS menjadi 7,3. Namun, setelah perubahan tersebut, dalam sehari tidak ada order sama sekali. Ia bingung apakah harus mengembalikan ke target ROAS 6,9 yang sebelumnya 'gacor'.

Kaidah pertama, jika sudah bagus, jangan diutak-atik. Karena di Shopee, kita jauh lebih mudah boncos daripada untung. Jadi, kalau sudah bagus, jangan diubah-ubah. Lalu, apa yang harus dilakukan sekarang? Pertama, Mbak perlu mengecek apakah orderan sudah konsisten di ROAS 6,9 itu, bukan hanya ROAS-nya yang masuk, tapi jumlah orderan per hari juga konsisten.

Mbak Apri menjelaskan bahwa orderan memang sudah konsisten, sekitar 15 pesanan setiap hari. Namun, sekarang tiba-tiba nol. Ia bertanya apakah ini hanya masa penyesuaian.

Jika saya berada di posisi Mbak, saya akan membiarkan saja target ROAS yang baru itu daripada diturunkan dan malah semakin kacau. Namun, dugaan saya, masalahnya bukan pada iklan. Jika orderan sudah konsisten 15 hari tiba-tiba nol, kemungkinan besar masalahnya bukan iklan. Ini karena pembeli yang checkout hari ini tidak semuanya melihat iklan hari ini; mereka mungkin melihat iklan 3 atau 7 hari lalu, bahkan sudah ada di keranjang. Jarang sekali orang langsung membeli begitu melihat iklan, mereka seringkali Add To Cart dulu baru checkout esok harinya.

Oleh karena itu, jika penurunan sangat drastis, biasanya masalahnya bukan iklan. Apa masalahnya? Mungkin saja fitur COD mati, gramasi produk seperti kasus sebelumnya, atau toko sedang libur, wallahualam. Pengalaman saya, jika drastis seperti itu, masalahnya bukan iklan. Coba dicek faktor-faktor non-iklan tersebut.

Mbak Apri bertanya berapa lama ia harus membiarkan target ROAS yang baru.

Iya, biarkan saja dulu karena sudah terlanjur diubah. Tunggu sampai masalah non-iklan ditemukan. Dugaan saya, masalahnya memang bukan pada iklan.

Waktu kita sudah habis untuk hari ini. Sampai jumpa besok lagi, insyaallah. Bagi yang ingin mendaftar bootcamp, jangan lupa hubungi saya untuk informasi lebih lanjut melalui ghanirozaqi.com. Terima kasih. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Insight Mendalam: Strategi Iklan dan Penjualan Efektif di Shopee"

Posting Komentar