My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Insight: Mengapa Iklan Shopee Tidak Terserap Optimal dan Strategi Bisnis Anti-Stuck

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang kembali di blog saya. Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi rangkuman dari sesi diskusi yang sering saya adakan, di mana banyak teman-teman bertanya tentang tantangan dalam berjualan online, khususnya di Shopee.

Mengapa Iklan Shopee Tidak Terserap (Ngedot)?

Salah satu pertanyaan yang sering saya dengar adalah mengenai iklan Shopee yang tidak 'nyedot' atau tidak terserap optimal. Salah seorang peserta, Mas Nuzurullah, menanyakan mengapa budget iklannya, yang biasanya mencapai Rp50.000 per hari, kini hanya terserap Rp1.000-Rp2.000 saja. Ia juga bertanya apakah penggunaan 'voucher boosting' menjadi penyebabnya.

Menurut pengalaman saya, voucher boosting justru seharusnya berdampak positif, bukan sebaliknya. Masalah iklan tidak terserap ini lebih sering terkait dengan 'jatah' atau alokasi algoritma Shopee terhadap produk-produk unggulan kita.

Strategi Produk 'Winning' dan Ekspansi Toko

Realistisnya, satu toko biasanya memiliki 3 hingga 5 produk yang benar-benar 'winning'. Ini adalah produk-produk yang mampu menyerap budget iklan dengan baik dan menghasilkan penjualan optimal. Jika ada satu produk yang iklannya tidak terserap maksimal sementara produk lain tetap berkinerja baik, itu adalah hal yang sangat wajar. Algoritma Shopee cenderung memberikan prioritas pada produk yang sedang memiliki momentum atau performa terbaik.

Saya sendiri juga mengalami hal ini. Mencoba mendorong lebih dari 5 produk menjadi 'winning' dalam satu toko sangat sulit. Ini juga alasan utama mengapa saya sering menyarankan untuk 'ternak toko' jika ingin mengembangkan lebih banyak variasi produk. Dengan memiliki beberapa toko, Anda bisa mengalokasikan produk baru atau produk potensial di toko yang berbeda, sehingga setiap toko memiliki fokus dan produk 'winning' sendiri.

Iklan Eksternal (Meta Ads) ke Shopee

Mengenai iklan eksternal seperti Meta Ads yang diarahkan ke Shopee, salah seorang peserta, Mbak Pesona, berbagi pengalamannya bahwa hasilnya kurang memuaskan, berbeda dengan bisnis jasanya yang sukses menggunakan Meta Ads. Hal ini sering disebabkan oleh adanya 'drop rate' yang signifikan. Banyak pengguna yang mengklik iklan dari Instagram atau Facebook, namun tidak semua benar-benar melanjutkan ke aplikasi Shopee atau menyelesaikan pembelian. Proses transisi dari platform eksternal ke aplikasi Shopee bisa menjadi salah satu hambatan besar.

Merasa 'Stuck' dalam Bisnis? Coba Tiga Cara Ini!

Mas Amir dari Makassar mengungkapkan bahwa ia merasa 'stuck' dalam bisnis Shopee-nya dan mencari saran untuk pengembangan. Saya pun merasakan hal yang sama saat melihat potensi pasar yang begitu besar namun kadang sulit dijangkau. Berikut adalah saran saya:

  1. Mulai dari Konten: Indonesia adalah negara yang gemar menonton. Membangun audiens melalui konten, apapun jenis bisnisnya, adalah langkah awal yang sangat efektif untuk melakukan pengujian pasar. Jika konten Anda diterima dan relevan, baru seriusi bisnisnya. Dengan memiliki audiens, Anda akan lebih mudah menjual produk atau jasa.
  2. Ekspansi Vertikal: Ini berarti Anda menyusun ulang rantai pasokan (supply chain) bisnis Anda. Jika saat ini Anda berbisnis eceran di Shopee, coba naik ke ranah B2B (Business-to-Business), produksi, atau bahkan ke hulu (misalnya, menjadi pemasok bahan baku).
  3. Ekspansi Horizontal: Mengembangkan produk pelengkap (komplementer) dari bisnis utama Anda. Misalnya, jika Anda menjual pakaian, Anda bisa menambahkan aksesori seperti bros atau jilbab. Hindari melompat ke bidang yang sama sekali berbeda secara tiba-tiba, karena ini cenderung lebih sulit dan berisiko.

Perubahan Sistem Iklan Shopee: Per Tayangan vs. Per Klik

Mas Nuzurullah juga bertanya tentang perubahan sistem iklan Shopee yang kini disebut 'per tayangan' (impression) bukan lagi 'per klik'. Faktanya, saya juga mengamati bahwa meskipun impresi naik, biaya iklan belum tentu terserap jika tidak ada klik. Ini kemungkinan masih dalam masa transisi, namun arahnya memang ke pembayaran per tayangan. Kita perlu terus memantau adaptasi ini.

Semoga sharing ini bermanfaat bagi teman-teman semua dalam menghadapi tantangan di bisnis online. Jangan ragu untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan algoritma dan dinamika pasar.

0 Response to "Insight: Mengapa Iklan Shopee Tidak Terserap Optimal dan Strategi Bisnis Anti-Stuck"

Posting Komentar