My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Update Shopee Ads: Mulai Kena Charge per Impression? Hati-hati Boncos!

Update Shopee Ads: Mulai Kena Charge per Impression? Hati-hati Boncos!

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman. Kali ini saya ingin membahas update terbaru seputar iklan Shopee yang cukup menarik perhatian. Sepertinya belum ada rilis dokumentasi resmi dari pihak Shopee mengenai hal ini, namun saya melihat ada sedikit perubahan pola yang mungkin bisa berdampak besar bagi strategi kita ke depannya.

Saya baru saja tersadarkan—entah karena ada yang berbagi informasi atau karena saya mengecek sendiri—bahwa ternyata sekarang Shopee mulai menagih biaya iklan (charge) berdasarkan impression (tayangan), bukan hanya berdasarkan klik.

Temuan Biaya Tanpa Klik

Sebelum saya menyadari hal ini, pemahaman saya adalah iklan di Shopee itu berbasis CPC (Cost Per Click). Artinya, kita baru kena biaya kalau ada orang yang mengeklik produk kita. Kalau cuma dilihat (impression), seharusnya gratis.

Namun, saya mencoba melakukan eksperimen dengan meluncurkan satu produk baru. Hasilnya cukup mengejutkan:

  • Klik: 0 (Nol)
  • Dilihat (Impression): 73 kali
  • Biaya: Rp31

Mungkin angkanya terlihat receh, cuma Rp31. Tapi poin utamanya adalah kita tidak punya kontrol atas hal ini. Bayangkan jika nanti suatu saat dari 73 impression kita bisa kena charge Rp1.000, padahal belum ada yang mengeklik sama sekali.

Menghitung CPM Shopee

Kalau kita membandingkan dengan platform lain seperti Meta (Facebook/Instagram) atau YouTube, mereka memang biasa menggunakan sistem CPM (Cost Per Mille) atau biaya per 1.000 tayangan. Kita bisa mengatur cost cap-nya.

Mari kita coba hitung biaya CPM dari data eksperimen saya tadi:

(1.000 Impression / 73 Impression) x Rp31 = Rp424 per 1.000 Impression

Sebenarnya angka Rp424 per 1.000 tayangan itu masih sangat murah. Namun, polanya sudah terlihat: kita kena biaya dulu untuk tayangan, setelah itu baru ada klik. Jadi, bisa saja nanti skemanya menjadi campuran; ada biaya per tayangan, dan ada biaya per klik. Ini agak membingungkan untuk dicek, terutama pada iklan lama yang datanya sudah bercampur dengan banyak klik.

Inilah alasan kenapa saya membuat iklan baru untuk memvalidasi hal ini. Ternyata benar, kita kena biaya meskipun belum ada klik sama sekali.

Dampak: Peluang atau Jebakan Boncos?

Sebenarnya perubahan ini tidak terlalu berpengaruh besar pada operasional harian saya, karena satu-satunya variabel kontrol yang saya pegang teguh adalah ROAS (Return on Ad Spend). Selama ROAS masuk target, tidak masalah mau kliknya sedikit atau banyak.

Namun, jika perubahan ini mengarah ke sistem Full Impression, ini bisa jadi berita bagus sekaligus tantangan.

1. Skenario Full Impression

Jika Shopee beralih sepenuhnya ke basis impression, permainan akan menjadi lebih seru. Kita akan "bertarung" menggunakan CTR (Click Through Rate). Toko yang memiliki konten kreatif bagus dengan CTR tinggi kemungkinan akan mendapatkan biaya iklan yang lebih murah. Mencapai target ROAS pun bisa jadi lebih mudah dan cepat.

2. Skenario Hybrid (CPC + Impression)

Yang repot adalah kalau ternyata sistemnya hybrid: CPC kena, impression juga kena. Ini resep cepat untuk boncos. Simulasinya begini:

Bayangkan teman-teman meluncurkan iklan dengan performa buruk, misalnya CTR hanya 0,001%. Dari 1.000 impression, mungkin cuma dapat 1 klik dan tidak ada penjualan (closing). Tapi karena sudah tayang 1.000 kali, kita tetap harus membayar biaya impression-nya. Anggaran iklan bisa tersedot habis lebih cepat tanpa hasil yang sepadan.

Algoritma yang Cepat Berubah

Perubahan di Shopee sekarang terasa sangat cepat. Zaman iklan manual dulu rasanya tidak secepat ini. Di era fitur "GMV Max" sekarang, rasanya dalam setahun bisa ada empat kali perubahan, atau bahkan tiap bulan ada saja gelagat algoritma baru. Baru saja kita pelajari polanya, eh, sudah berubah lagi.

Buat teman-teman yang mungkin masih bingung, impression itu artinya produk kita "dilihat" atau muncul di layar pengguna saat mereka mencari atau menjelajah, tapi belum tentu diklik. Ibarat kita naik motor melewati deretan toko; kita melihat 5 toko (impression), tapi tidak mampir ke semuanya.

Bagaimana menurut teman-teman? Apakah kalian juga merasakan perubahan penagihan ini di dashboard iklan kalian? Saya penasaran apakah ini hanya terjadi di akun saya atau sudah merata. Mari berdiskusi tentang plus minusnya perubahan ini bagi kita sebagai seller.

0 Response to "Update Shopee Ads: Mulai Kena Charge per Impression? Hati-hati Boncos!"

Posting Komentar