Omset Ratusan Juta Tapi Saldo "Segitu-gitu Aja"? Ini Bahayanya Jualan di Shopee Tanpa Pantauan Profit Real-Time
Banyak penjual di Shopee, termasuk saya dulu, terkadang terjebak dalam euforia angka omset. Melihat dashboard berwarna hijau dengan angka penjualan ratusan juta seringkali membuat kita terlena. Namun, fenomena yang sering terjadi adalah: Omset naik, tapi uang di rekening tidak bertambah, atau malah tergerus tanpa kita sadari.
Kali ini saya ingin berbagi mengenai mengapa mengetahui keuntungan bersih secara real-time itu sangat mendesak. Berdasarkan pengalaman saya, mengandalkan rekap manual bulanan atau sekadar melihat menu "Penghasilan Saya" di Seller Center bisa menjadi bom waktu bagi kelangsungan bisnis kita.
1. Ilusi "Omset" vs "Uang Masuk"
Angka GMV (Gross Merchandise Value) atau harga yang dibayar pembeli bukanlah uang yang masuk ke kantong saya. Di balik angka cantik itu, terdapat potongan-potongan "siluman" yang sering luput dari hitungan kasar:
- Biaya Admin & Layanan: Potongan marketplace kini semakin besar, mencakup biaya layanan, gratis ongkir Xtra, hingga cashback.
- Biaya Afiliasi Tersembunyi: Seringkali saya tidak sadar bahwa sebagian margin terpotong untuk komisi afiliasi. Di beberapa laporan standar, biaya ini seringkali "bersembunyi" atau digabung dengan biaya administrasi lain, sehingga seolah-olah profit masih tebal padahal sudah menipis.
2. Jebakan PPN Iklan 11%
Ini adalah kebocoran profit yang paling sering tidak disadari oleh para seller. Saat saya melihat biaya iklan di dashboard Shopee, angka tersebut seringkali adalah biaya bid murni saja. Banyak penjual lupa bahwa ada PPN sebesar 11% yang dikenakan atas biaya iklan tersebut.
Jika saya menghabiskan Rp10.000.000 untuk iklan, sebenarnya uang yang keluar adalah Rp11.100.000. Selisih 11% ini jika tidak dihitung dalam margin harian, akan menggerus keuntungan bersih secara signifikan di akhir bulan,.
3. Petaka Retur Barang (COD)
Mengandalkan laporan manual lewat download Excel di akhir bulan memiliki kelemahan fatal, yaitu buta terhadap retur. Saat saya mengunduh laporan penjualan tanggal 1-5, transaksi tercatat sebagai omset. Namun, jika pada tanggal 10 barang tersebut diretur (terutama skema COD), laporan Excel yang diunduh sebelumnya tidak akan berubah otomatis.
Saya mungkin mengira sudah untung, padahal transaksi tersebut batal dan saya justru rugi biaya packing dan operasional. Tanpa sistem pemantauan yang memotong retur secara otomatis, laporan laba hanyalah halusinasi,,.
4. Bahaya "Modal Nol" pada Pesanan Tertunda
Dalam momen trafik tinggi seperti Campaign tanggal kembar atau Lebaran, orderan biasanya membludak. Seringkali sistem pencatatan standar memiliki celah: Omset sudah dicatat, tapi HPP (Modal) belum dihitung.
Hal ini biasanya terjadi pada pesanan yang statusnya masih "Menunggu Dicetak" atau "Perlu Dikirim". Jika saya menarik data profit saat itu, keuntungan akan terlihat melambung tinggi secara tidak wajar karena HPP dianggap nol. Jika saya mengambil keputusan strategi, seperti menaikkan budget iklan berdasarkan data yang "cacat" ini, risikonya adalah boncos besar-besaran,.
5. Momentum yang Hilang (Opportunity Cost)
Di dunia marketplace yang sangat dinamis, menunggu laporan keuangan bulanan adalah kemewahan yang tidak bisa saya miliki. Saat trafik sedang tinggi-tingginya, saya butuh keputusan detik ini juga:
- SKU mana yang iklannya membakar uang tanpa hasil? (Harus segera dimatikan).
- SKU mana yang profitnya tebal? (Harus segera di-scale up).
Jika saya baru menyadarinya seminggu kemudian melalui rekap manual, momentum sudah lewat. Uang iklan sudah hangus, dan kesempatan cuansudah diambil kompetitor,.
Kesimpulan: Profit Kotor > Omset
Pesan saya, berhentilah terobsesi pada Omset semata. Fokuslah pada Gross Profit setelah Iklan. Bisnis yang sehat bukan yang paling banyak paketnya, tapi yang paling sadar berapa sisa uang yang benar-benar bisa dinikmati setelah dipotong admin fee, pajak iklan, dan retur. Jangan sampai kita cuma kerja bakti untuk marketplace dan ekspedisi semata,.

0 Response to "Omset Ratusan Juta Tapi Saldo Gini-Gini Saja? Hati-hati Bahaya Jualan di Shopee Tanpa Pantauan Profit Real-Time"
Posting Komentar