My Sticky Gadget

Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Kenapa Orang Bisa Memandang Sebelah Mata? Tentang Prioritas, Benefit, dan Networking

Kenapa Orang Bisa Memandang Sebelah Mata? Tentang Prioritas, Benefit, dan Networking

Dalam keseharian, saya sering melihat bagaimana manusia memandang orang lain secara berbeda-beda. Ada kalanya kita menanam kebaikan, tetapi yang kembali justru bukan hal baik. Itu wajar saja karena manusia memang bergerak berdasarkan prioritas masing-masing.

Prioritas dan Cara Kita Memandang Orang Lain

Saya menyadari bahwa tindakan memandang sebelah mata sering kali muncul karena seseorang punya prioritas tertentu. Misalnya, ketika saya dihubungi Mas Gibran, Wakil Presiden, tentu saya akan memberi respons yang jauh lebih cepat dan sopan. Tetapi jika ada orang yang saya belum kenal sama sekali tiba-tiba mengajak bertemu, saya mungkin akan menundanya atau membalas seadanya. Ini bukan semata-mata sikap buruk, tetapi memang prioritas setiap orang itu berbeda.

Begitu juga sebaliknya. Orang lain pun memiliki prioritasnya masing-masing. Kadang mereka memandang kita biasa saja, kadang berubah jadi baik ketika melihat adanya peluang bekerja sama. Hal itu wajar, karena skala prioritas dapat berubah ketika muncul benefit.

Benefit dan Perubahan Sikap

Benefit biasanya identik dengan uang atau hal yang menguntungkan. Maka wajar kalau seseorang awalnya membalas pesan saya dengan nada dingin atau lambat, lalu menjadi ramah ketika ia membeli tools saya atau ikut program Sindikat Dropship. Ketika ada manfaat yang diterima kedua pihak, hubungan pun berubah. Ini bagian dari dinamika sosial yang manusiawi.

Saya sendiri banyak berinteraksi dengan berbagai macam orang. Karena sedang serius membangun networking, skala prioritas pun mengikuti arah tersebut. Sindikat Dropship adalah salah satu ruang yang saya bangun untuk berkembang bersama melalui kegiatan dropship berjamaah. Informasinya bisa dilihat di ghaniozaqi.com.

Networking sebagai Investasi Terbaik

Dari pengalaman saya, networking adalah investasi terbaik. Para seller saat ini sedang menghadapi banyak tantangan, mulai dari jebakan pasar sampai biaya non iklan yang terus naik. Di tengah kondisi seperti ini, relasi justru menjadi kekuatan terbesar.

Ada ungkapan: "Your networth is your network." Saya baru merasakan makna kalimat itu setelah lima tahun lebih membangun relasi. Hasilnya memang tidak instan, tetapi terasa nyata seiring waktu.

Jangan Terburu-Buru Memandang Sebelah Mata

Kita tidak pernah tahu seperti apa masa depan seseorang. Bisa jadi orang yang awalnya tampak biasa saja justru menjadi besar di kemudian hari. Seperti kisah ilmuwan di film Iron Man 3 yang awalnya dipandang sebelah mata oleh Tony Stark, lalu berbalik menjadi sosok penting. Kita memang boleh realistis, tetapi ada baiknya tetap terbuka.

Menanam Kebaikan dan Tetap Selektif

Saya percaya bahwa menanam kebaikan akan membawa kebaikan juga. Namun ada kalanya yang kita terima justru keburukan. Contoh yang sederhana adalah bagaimana Palestina pernah membuka diri, tetapi kemudian mengalami penindasan oleh Israel. Hal seperti ini memang menyakitkan.

Dalam pengalaman saya pribadi, ketika seseorang mulai bersikap toksik padahal sebelumnya saya sudah berbuat baik, biasanya saya langsung memilih mundur. Networking bukan soal mencari teman sebanyak mungkin, tetapi bagaimana melakukan proses penyaringan. Kita mencari banyak orang, lalu memfilter mana yang cocok bekerja sama dan mana yang tidak.

Penutup

Pandangan sebelah mata, prioritas, benefit, dan networking adalah bagian dari kehidupan manusia sehari-hari. Dengan memahami pola ini, kita bisa lebih bijak dalam memandang orang lain, sekaligus lebih strategis dalam membangun relasi.

Semoga pemikiran ini bermanfaat.

0 Response to "Kenapa Orang Bisa Memandang Sebelah Mata? Tentang Prioritas, Benefit, dan Networking"

Posting Komentar