Cara Klaim Selisih Ongkir SPX di Shopee Lewat BigSeller
Dalam 30 hari terakhir, saya pernah rugi sampai kurang lebih Rp3.000.000 hanya dari selisih ongkir. Angka itu baru ketahuan ketika saya mulai rutin cek dan klaim selisih ongkir pengiriman, khususnya untuk pesanan yang dikirim dengan SPX (Shopee Express). Di tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman pribadi tentang cara saya mengecek dan mengajukan klaim selisih ongkir lewat BigSeller dan form klaim ongkir resmi.
Konteks: Fokus SPX dan Pakai BigSeller
Saat ini saya fokus jualan di Shopee dan sudah tidak jualan lagi di TikTok. Untuk jasa kirim, saya hanya mengaktifkan SPX saja. Layanan ekspedisi lain tidak saya aktifkan supaya alur pengiriman lebih sederhana dan data ongkir lebih mudah dipantau.
Untuk membantu operasional, saya menggunakan BigSeller. Ada dua alasan utama:
- Toko saya cukup banyak, jadi saya butuh satu dashboard yang bisa memantau semuanya sekaligus.
- Saya sendiri kurang paham cara cek selisih ongkir langsung dari Seller Center. Saya sempat coba ngulik sekitar dua bulan lalu, tapi belum menemukan cara yang praktis.
Karena itu, contoh dan langkah yang saya jelaskan di sini semuanya berbasis BigSeller. Kalau teman-teman pakai tools lain, prinsipnya kurang lebih sama: intinya cari data selisih ongkir, lalu klaim ke pihak terkait.
Kenapa Kasus Saya Termasuk Ekstrem?
Produk utama yang saya jual saat ini adalah bantal dan kasur. Barang-barang ini saya kirim dalam kondisi divakum. Kalau tidak divakum, paket akan sangat mengembang dan tentu saja ongkirnya lebih mahal. Masalahnya, meskipun sudah divakum, di perjalanan paket bisa mengembang lagi karena dilempar-lempar, bocor, atau hal lain di luar kontrol saya.
Akibatnya, ukuran dan berat paket yang sampai di pihak ekspedisi bisa berbeda dengan data awal. Dari sinilah sering muncul selisih ongkir, dan di kasus saya selisihnya bisa cukup besar. Itulah kenapa saya bilang kasus saya termasuk ekstrem.
Kalau teman-teman jualannya bukan produk vakum seperti bantal dan kasur, kemungkinan selisih ongkirnya tidak sebesar itu. Tapi biasanya tetap ada selisih, entah Rp500, Rp2.000, atau angka kecil lain. Sekecil apa pun, itu tetap hak Anda sebagai penjual, dan proses klaimnya sebenarnya cukup mudah.
Pola Selisih Ongkir yang Sering Terjadi
Dari pengamatan saya, selisih ongkir cukup sering terjadi untuk pengiriman ke luar Jawa. Saya sendiri berdomisili di Jawa, dan ketika kirim ke luar Jawa, selisihnya relatif lebih sering muncul.
Beberapa contohnya:
- Produk jaket: selisih ongkir sekitar Rp8.000.
- Produk lain seperti Quran: selisih sekitar Rp2.000.
- Produk bantal tidur: ini yang ekstrem, saya pernah kena selisih ongkir sampai Rp100.000 untuk satu pesanan.
Bayangkan kalau selisih seperti itu tidak pernah dicek. Dalam 30 hari, totalnya bisa menumpuk sampai jutaan rupiah. Di salah satu toko saja, saya bisa rugi sekitar Rp1.500.000 hanya dari selisih ongkir. Kalau ditotal semua toko, kerugiannya bisa mencapai kurang lebih Rp3.000.000.
Cara Cek Selisih Ongkir di BigSeller
Berikut langkah yang saya lakukan untuk mengecek selisih ongkir di BigSeller:
- Masuk ke akun BigSeller seperti biasa.
- Di menu sebelah kiri, klik Periksa ongkos kirim.
- BigSeller akan menampilkan daftar pesanan lengkap dengan informasi selisih ongkirnya.
- Pilih opsi untuk menampilkan semua pesanan, lalu filter ke bagian rugi supaya hanya terlihat pesanan yang merugikan kita dari sisi ongkir.
- Atur periode waktu, misalnya 30 hari terakhir, untuk melihat total kerugian ongkir dalam rentang waktu tersebut.
Saat saya cek 30 hari terakhir, total kerugian ongkir saya sekitar Rp3.000.000. Angka ini membuat saya sadar bahwa klaim selisih ongkir bukan hal sepele.
Sebenarnya, cara asli yang biasa saya lakukan adalah mengunduh (download) data dari BigSeller, lalu mengolahnya terlebih dahulu. Setelah itu baru saya buka toko-toko saya satu per satu untuk proses klaim. Namun agar lebih mudah dipahami, di sini saya contohkan cara klaim satu per satu secara manual.
Menentukan Pesanan yang Layak Diklaim
Langkah berikutnya adalah memilih pesanan mana yang memang layak dan siap untuk diklaim. Biasanya saya mulai dari memilih salah satu toko, misalnya toko bernama Ghani Rozaqi Shop.
Ada satu aturan penting yang selalu saya pegang: saya hanya klaim pesanan yang statusnya sudah selesai. Artinya, barang sudah dikirim dan sudah diterima oleh pembeli. Kalau pesanan masih dalam status dikirim atau belum diproses, saya tidak akan klaim dulu karena bisa menyulitkan proses ke depannya.
Sebagai contoh, saya pernah mengklaim satu pesanan yang dikirim sekitar tanggal 29 Oktober, dan saya proses klaimnya sekitar 24 November, jadi kurang lebih hampir sebulan setelah barang dikirim. Untuk pesanan tersebut, selisih ongkirnya adalah Rp100.000. Kalau tidak dicek, ya hilang begitu saja.
Langkah Klaim Selisih Ongkir SPX (Manual Satu per Satu)
Berikut langkah-langkah praktis yang saya lakukan untuk klaim selisih ongkir SPX:
- Di BigSeller, di halaman Periksa ongkos kirim, pilih satu pesanan yang ingin diklaim.
- Salin nomor pesanan (order ID) dari pesanan tersebut.
- Buka form klaim ongkir resmi yang sudah saya bookmark sebelumnya.
- Pastikan akun yang digunakan untuk login sesuai dengan toko yang ingin diklaim. Jika salah akun atau salah toko, klaimnya bisa tertolak.
- Setelah berhasil login dan masuk ke halaman form, pilih opsi seperti manual input order serial number atau sejenisnya.
- Tempel (paste) nomor pesanan yang tadi sudah disalin, lalu konfirmasi.
- Kirim form klaim tersebut dan selesaikan verifikasi captcha.
- Setelah klaim terkirim, kembali ke BigSeller dan tandai pesanan tadi sebagai sudah proses rugi agar tidak sampai diklaim dua kali.
Dengan cara ini, kita bisa memproses klaim satu per satu. Sebenarnya, BigSeller juga memungkinkan proses dalam jumlah banyak sekaligus, misalnya dengan cara mengunduh lalu mengunggah data klaim untuk beberapa toko sekaligus. Namun untuk pembahasan ini, saya fokus dulu ke cara manual yang lebih mudah diikuti.
Pengalaman Saya dengan Status Klaim
Jujur saja, setelah saya mengajukan klaim, saya jarang memantau lagi perkembangan detailnya di Seller Center atau di pesan yang dibalas oleh CS. Bisa dibilang, setelah submit klaim saya cukup pasrah menunggu hasil.
Namun, dari apa yang sempat saya lihat dan amati, kurang lebih sekitar 80% klaim ongkir yang saya ajukan itu diterima. Alasan utamanya cukup masuk akal: produknya sama, dikirim dengan kurir yang sama, dan tujuan pengiriman juga cenderung berulang ke wilayah yang sama.
Berbeda halnya kalau produk yang dikirim selalu berbeda, kurirnya gonta-ganti, atau rute pengirimannya macam-macam. Dalam kondisi seperti itu, wajar kalau penyesuaian ongkir lebih dinamis. Tapi ketika produk, kurir, dan tujuan relatif sama, lalu muncul selisih ongkir yang merugikan penjual, menurut saya layak sekali untuk diajukan klaim.
Dari pengalaman saya, proses refund dari SPX biasanya memakan waktu sekitar 3–5 hari kerja sampai dananya benar-benar masuk. Waktu ini bisa berbeda-beda, tapi kurang lebih di rentang tersebut.
Kenapa Selisih Ongkir Wajib Diperjuangkan?
Sekali lagi, berapa pun nominalnya, selisih ongkir itu hak Anda sebagai penjual. Entah itu Rp500, Rp2.000, Rp8.000, atau bahkan Rp100.000 per pesanan. Kalau dibiarkan, jumlah kecil tersebut bisa menjadi jebakan betmen yang cukup menyakitkan di laporan keuangan.
Bayangkan satu toko saja bisa rugi sekitar Rp1.500.000, dan kalau ditotal semua toko bisa mencapai Rp3.000.000. Itu semua hanya karena selisih ongkir yang sebenarnya bisa diklaim kembali. Di titik ini saya benar-benar merasa, "Ini jebakan betmen beneran."
Karena itu, saran saya: kalau memang ada selisih dan proses klaimnya tidak sampai lima menit per pesanan, kenapa tidak diperjuangkan? Tinggal dibiasakan saja sebagai bagian dari rutinitas pengelolaan toko.
Penutup: Kalau Mau Belajar Ternak Toko
Buat teman-teman yang mengelola banyak toko atau ingin mulai membangun sistem seperti itu, manajemen sehari-harinya memang cukup menantang. Mulai dari urusan operasional, stok, pengiriman, sampai hal teknis seperti klaim selisih ongkir.
Kalau tertarik belajar lebih dalam soal pengelolaan banyak toko dan praktik seperti ini, teman-teman bisa ikut sindikat dropship dan juga bootcamp ternak toko yang saya adakan. Informasi lebih lengkapnya bisa teman-teman cek di ghanirozaqi.com.
Semoga pengalaman ini bermanfaat dan bisa membantu teman-teman yang selama ini diam-diam juga sering "dirugikan" oleh selisih ongkir tanpa sadar. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Cara Klaim Selisih Ongkir SPX di Shopee Lewat BigSeller (Pengalaman Rugi Rp3 Juta)"
Posting Komentar