My Sticky Gadget

Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Review Langganan Harvard Business Review

Sudah hampir setaun saya subscribe atau berlangganan Harvard Business Review, hasilnya lumayan banget, bisa nambah ilmu pengetahuan saya tentang apapun.. tentang leadership, finance, bisnis, teknologi, dan lain sebagainya..

berlangganan Harvard Business Review
berlangganan Harvard Business Review



Apa sih Harvard Business Review?

kita singkat HBR ya biar cepet. HBR ini adalah penerbit majalah yang terafiliasi dengan kampus Harvard. Dimana lulusan Harvard kan terkenal dengan pebisnis pebisnis hebat yang mendunia. Salah satuh contohnya Founder GoJek dan Menteri Pendidikan sekarang (Nadim Makarim) itu lulusan Harvard. ngetop lah pokoknya..

Makannya HBR ini menjadi salah satu benchamrking bisnis dunia. Artikelnya keren keren, ditulis oleh orang yang keren keren.

Apa saja artikel di HBR?

macem macem. Ga melulu seputar bisnis sih. Tapi berkaitan erat dengan bisnis secara umum. Paling sering adalah tentang Teknologi, Manajemen, Leadership, Makroekonomi, Isu Global, Persamaan Gender & Ras.

Nah sepertinya ada kampanye khusus dari tim HBR, soal persamaan gender dan ras ini hampir tiap hari ada terus artikel baru-nya di HBR.

Ga heran sih, kan katanya di Amerika itu orangnya rasis rasis ya. Jadi wajar, media besar seperti HBR terus2an meng-kampanye-kan hal seperti ini.

Berapa biaya berlangganan baca HBR?

murah banget! cuma 80rb-an per bulan. ini ga lebih mahal daripada biaya paket internet saya. Ini kalau berlangganan online loh ya. kalau langganan majalah yang kirim ke rumah saya ga tau. Mungkin jauh lebih mahal, kan shippingnya ke Indonesia.

biaya berlangganan Harvard Business Review
biaya berlangganan Harvard Business Review



Terlalu banyak artikel di HBR, apakah dibaca semua?
oh tentu tidak. Kalau saya caranya begini:
  • setiap pagi saya buka aplikasi HBR ini
  • di latest article, saya akan tandai (bookmark) mana saja yang menurut saya menarik
  • setelah itu saya cek bookmark-bookmark saya, dan saya baca hanya 1 artikel saja per hari
ya! hanya 1 artikel aja per hari. Rata2 HBR ini ngeluarin 5-6 artikel baru per hari. Jadi emang faktanya tidak akan terbaca semua oleh saya.

Bahkan list bookmark pun masih numpuk, saya baca dari yang paling bawah, dan tetep disiplin hanya 1 artikel saja per hari.

Berlangganan HBR cocoknya untuk siapa?

  1. yang biasa baca bahasa Inggris
  2. minimal S1
  3. CEO atau manajemen perusahaan atau founder startup/bisnis
selain dari itu mending ga usah baca HBR deh. karena kebanyakan memang ilmunya tidak bisa langsung diterapkan. Dan bahasanya juga berat berat. hehe

Dari mana awal mula saya tertarik dengan HBR?

jadi ceritanya dulu waktu saya S2, ada dosen tamu yang keren, pak Arief Yahya.. Alumni ITB juga, mantan dirut Telkom, mantan Meteri..

Ketika open pertanyaan, saya ngacung, dan alhamdulillah ditunjuk.

Saya nanya: "buku apa yang bapak baca? ada rekomendasi buku?"
beliau jawab dengan singkat tegas: "Harvard"

awalnya saya bingung, buku Harvard? setelah Googling2.. ooo maksud si bapak tuh majalah HBR ini..

begitulah cerita singkatnya.

Terima kasih pak Arief Yahya, semoga sehat selalu dan dalam lindungan Allah azza wa jalla. Insya Allah ilmunya bermanfaat sekali buat saya.

0 Response to "Review Langganan Harvard Business Review"

Posting Komentar