My Sticky Gadget

Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Review Buku: Chicken Soup for The Soul - Kekuatan Memaafkan

Sebenernya ini buku salah beli, ada rekomendasi buku dengan judul The Original Chicken Soup For The Soul.. Jadi saya search di Shopee dan Tokopedia, dengan keyword Chicken Soup For The Soul.. Cari yang terlaris, langsung beli deh.. Eh ternyata bukunya beda..

Buku Chicken Soup for the Soul: Kekuatan Memaafkan
Buku Chicken Soup for the Soul: Kekuatan Memaafkan



Ternyata Chicken Soup For The Soul adalah series buku.. branding buku.. Jadi kalau buku lokal itu seperti punyanya Pidi Baiq, ada Drunken Monster, Drunken Mama, dst.. ada Dilan 1990, Milea 1991, dst...

Walaupun salah beli, tapi ga nyesel beli buku ini.

Bukunya bagus, terbitan Gramedia, dan yang paling penting terjemahannya pas! mudah dimengerti.. mungkin karena buku cerita ya, jadi terjemahannya mungkin lebih gampang..

Jadi buku ini berisi banyak cerita tentang memaafkan.. Total ada 100 cerita, dari 100 penulis, dan semuanya kisah nyata. Tiap cerita kurang lebih 2-3 halaman aja..

Yang saya heran, dari semua cerita tersebut, semuanya bagus dan enak dibaca.. padahal ga semua yang ngisi cerita tersebut adalah penulis beneran loh.. Berarti keren proses kurasi dan editornya..

Pas saya baca buku ini, rasanya pilu sekali. Ceritanya sedih sedih bener.. ada yang sangat extreme, ada kaya di sinetron.. Saya jadi beryukur, saya mengalami hidup yang "sedang-sedang" saja.

Jadi ceritanya berkisar tentang bagaimana kita memaafkan seseorang, dalam pernikahan, dalam pertemanan, dalam bermasyarakat.. Dan juga yang terpenting, bagaimana kita memaafkan DIRI SENDIRI..

karena ini cerita nyata dan pengalaman pribadi tiap penulis, jadinya bikin sedih dan sendu ngebacanya. Ngebayangin kalau hal itu terjadi ke diri saya. Ada beberapa kisah yang nyerempet nyerempet dengan apa yang saya alami, tapi ternyata hidup saya tidak "se-parah" itu..

Perceraian dimana-mana

Dari buku ini saya semakin menyadari bahwa ternyata tingkat perceraian di Amerika itu tinggi sekali.. Pernah baca sih beberapa artikel tentang itu.. Di buku ini banyak banget nyeritain tentang perceraian, jadi ngebayangin apakah mungkin saya cerai dengan istri saya?

Menurut saya, perceraian adalah salah satu penyakit masyarakat, ini cikal bakal orang terjerumus ke kemiskinan.. Dan ini looping, jika bapak ibunya bercerai, nanti dia jg bercerai. Kalau bercerai, sibu kerja, anak ga keurus, pendidikan anak terbengkalai, anak jadi "kurang pintar", menjadi manusia dewasa yang UNSKILLED, hidup miskin, menikah muda, bercerai.. dan looping lagi looping lagi..

Karena saya alami sendiri, rata rata pegawai saya yang dari kalangan kurang mampu, pasti ada kasus perceraian di keluarganya. Entah orang tuanya, entah dirinya sendiri, entah kakaknya, entah omnya yang serang menumpang di rumah orang tuanya, dan masih banyak lagi...

Setelah saya baca buku ini, ternyata tidak bisa saya simpulkan perceraian = miskin. Nih buktinya orang yang nulis buku ini banyak yang bercerai, dan saya yakin ketika orang sudah mau menulis, artinya kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi, jadi bukan orang miskin.. ya iya lah, kalau makan aja susah boro boro mikir nulis.

Saya yakin tingkat perceraian di Amerika jauh melebihi di Indonesia. Mereka budaya liberal, kita budaya timur. Mereka kurang "agamis", kita mayoritas muslim...

Apa ciri kita memaafkan orang lain?

Di benak saya ada beberapa kali terbesit tentang kesalahan seseorang yang membuat saya kesel bukan main. Dalam lisan, saya sudah memaafkannya. Toh pas ketemu juga biasa aja, walaupun dalam hati bilang "dia nih yang dulu bikin bla bla bla.."

Nah di buku ini bilang, ciri kita sudah memaafkan seseorang adalah jika kita sudah mau mendoakan hal baik terhadap orang tersebut..

Wah bener juga ya.. nge-doain kan gratis, tapi ini bentuk cinta kasih kita sesama manusia, yang berarti rasa dendam kita sudah tidak ada, yang berarti kita sudah memaafkan...

Dendam melukai diri sendiri

Seburuk apa kesalahan orang lain terhadap anda.. Separah parahnya efek yang terjadi pada diri anda, kalau anda mendendam yang sakit itu diri anda sendiri..

Udah mah dapet dampak buruk dari perlakuan orang lain, trus kita memenjarakan diri dengan rasa dendam?? duh perihnya hidup ini.

ya memang dendam itu ga enak rasanya... Seakan akan dengan kita memendam terus, orang tersebut akan menderita.. padahal ga ada pengaruhnya! mau kita dendam kek, mau kita periang kek, orang yang menzalimi kita ya tidak otomatis menderita karena kita..

yang langsung terkena dampak dari rasa dendam kita ya diri kita sendiri.. makannya janganlah simpan rasa dendam... berat...

==

Ya sekian saja review buku ini, kesimpulannya buku ini cukup RECOMMENDED, terlebih untuk orang yang sudah menikah.. kalau masih single mending jangan deh. hehe

0 Response to "Review Buku: Chicken Soup for The Soul - Kekuatan Memaafkan"

Posting Komentar