My Sticky Gadget

Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Perhatikan Bargaining Position Kita

 Bargaining Position itu artinya daya tawar. Daya tawar sesuatu terhadap sesuatu yang lain.

Di sini saya akan bahas daya tawar atau bargain seorang pebisnis dengan entiti yang bersinggungan langsung, seperti karyawan, vendor, pemerintah, platform, dan lain sebagainya.

Banyak kasus terjadi, khususnya di bisnis fashion, banyak orang yang memulai bisnis dan kesulitan untuk mendapatkan konveksi atau penjahit yang cocok!

Bisa saya pastikan, anda TIDAK AKAN menemukan konveksi atua penjahit yang cocok!

Sampai kapanpun, penjait tabiatnya ya seperti itu, sulit untuk kita tebak dan sangat oportunis. Apalagi kalau bisnis kita yang masih seumur jagung.

Nah,, anda harus perhatikan bargain anda terhadap vendor anda. Jangan karena emosi lalu anda memutuskan hubungan langsung dengan vendor anda. Perhatikan apakah jika anda memutus hubungan anda akan lebih pusing? atau akan jadi lebih baik? padahal kan kita belum tentu menemukan vendor yang lebih baik...

Pengalaman saya, saya bersabar ke vendor jahit utama saya selama 2 tahun lebih. Si vendor maunya apa saya turuti, si vendor susah diatur saya bersabar, si vendor membuat kesalahan saya maafkan.. Dengan menelan "pahit" itu, saya bisa fokus ke hal hal lain, khususnya marketing.

Lalu ketika tahun ke-3 perlahan kami sudah menemukan pasar kami, sudah menemukan sistem yang lebih ok dan lebi baik. Sehingga untuk mengganti vendor utama saya tersebut, bisa dengan mudah saya lakukan tanpa "pain" yang berarti.

Alhasil di tahun ke-5 bisnis saya ini, si vendor utama yang dulu itu tak lebih hanya sama seperti vendor vendor yang lain, tidak ada hal spesial. Padahal dulu 100% kami order ke dia, padahal dulu kami selalu mengikuti apa maunya dia. Tapi sekarang, mereka yang harus mengikuti apa kemauan kami, kalau ga mau ngikutin ya kami tinggal pilih vendor yang lain. enak toh?

bukan hanya soal vendor, tapi soal karyawan juga. Sebelum anda memarahi atua menekan karyawan anda, lihat dulu bargain anda terhadap dia. Siapa lebih membutuhkan siapa. Jika skill orang itu memang sangat penting untuk keberlangsungan usaha anda, saran saya tahan dulu, dan ikuti apa yang dia mau. Tapi jika si karyawan tersebut "replacable", anda bisa seenaknya terhadap karyawan tersebutl. Tapi perhatikan norma dan etika juga ya.

Nah di kalangan bisnis pemula, hal hal seperti ini sering sekali terjadi. Apalagi jika anda orang yang emosian, akibatnya bisa fatal. Bisnis anda bisa hanya jalan di tempat.

Makannya sekali lagi, sebelum melakukan tindakan EXPLOSIF tanya diri sendiri: SIAPA YANG LEBIH MEMBUTUHKAN SIAPA...

nantiii,, jika bisnis anda sudah besar. Orang orang, atau entiti entiti yang dulu memilki bargain lebih besar terhadap anda lambat laun akan mengecil. Dan akan muncul pihak pihak baru yang bargainnya lebih besar.

Yang saya hadapi sekarang adalah bargain saya sangat kecil terhadap marketplace, khususnya Shopee. Karena kalau saya ga jualan di Shopee, ada potensi 60% penjualan kami akan hilang. Makannya saya sekarang ini nurut nurut aja apa maunya Shopee. Shopee nyuruh aktifkan Sicepat Halu, ya saya ikutin. Shopee nyuruh bikin judul produk seperti A B C D E, ya saya ikutin juga, begitu seterusnya.

Belum lagi bargain saya terhadap pemerintah, khususnya pajak. Jujur aja pelaporan pajak perusahaan saya itu ga terlalu aktual banget, jadi ada beberapa nilai pajak yang "tergelapkan". ga tau sih ini kriminal atau bukan, yang jelas kalau saya betul2 100% patuh pajak, saya masih ragu dengan sustainibility bisnis saya.


ya sekian saja, tulisan ini saya tulis tanpa dibaca ulang ke atas. hehe.


Semoga bermanfaat.

0 Response to "Perhatikan Bargaining Position Kita"

Posting Komentar