Halo, teman-teman! Ini adalah vlog panen raya saya yang ke-11. Sudah 11 minggu berturut-turut setiap hari Rabu saya mengunggah vlog ini, mendokumentasikan perjalanan saya mengegas tiga toko khusus untuk momen Lebaran. Insyaallah, per hari ini video diunggah, kita punya waktu sekitar 100 hari lagi menuju panen raya jualan online.
Momen ini pasti dinantikan oleh hampir semua seller karena mayoritas kategori produk akan mengalami kenaikan penjualan, mulai dari fashion hingga makanan ringan. Keberadaan vlog ini adalah bentuk dokumentasi dari apa yang saya kerjakan. Saya merekam, lalu mengunggahnya. Sesederhana itu. Sekitar 90% dari aktivitas saya terekam, berfungsi sebagai dokumentasi pribadi dan juga referensi bagi teman-teman yang ingin mengikuti jejak saya. Jika strategi ini berhasil, teman-teman bisa dengan mudah menelusuri kembali langkah-langkah yang saya ambil.
Sejauh ini, omset saya memang belum terlalu spektakuler. Namun, saya bersyukur omset mencapai sekitar Rp10 jutaan dalam dua bulan terakhir. Jelek atau bagus? Itu relatif. Bagi saya, ini adalah pencapaian yang patut disyukuri. Mendapatkan Rp2 juta dalam waktu sekitar 11 minggu atau hampir tiga bulan ini, bagi saya sudah lumayan. Jika teman-teman berada di bawah angka tersebut, mungkin bisa melihat kembali vlog-vlog saya sebelumnya. Namun, jika omset teman-teman sudah jauh di atas ini, silakan lewati saja artikel ini.
Evaluasi Keuntungan dan Perjalanan Menuju Star Seller
Saya baru saja memantau keuntungan saya. Alhamdulillah, selama 30 hari terakhir di bulan Oktober, keuntungan saya mencapai Rp3 juta. Angka ini belum termasuk biaya iklan. Persentase keuntungan kotor saya adalah 18% sebelum iklan. Jika sudah dikurangi iklan namun belum termasuk PPN, keuntungan saya hanya sekitar 6%. Angka ini memang tergolong kecil, tapi untuk saat ini saya biarkan dulu.
Toko Greya adalah yang paling menguntungkan saat ini, dengan omset terbesar. Saya ingin memastikan apakah toko ini sudah berhasil mendapatkan status Star Seller. Profit 6% ini adalah hasil dari strategi dropship penuh. Jika teman-teman juga menjalankan dropship, profit margin memang akan sangat tipis. Saya pribadi merasa cukup khawatir dengan angka ini, karena belum memperhitungkan retur, risiko lainnya, dan berbagai koreksi yang tidak tercatat akurat dalam laporan BigSeller. Kemungkinan besar, profit harian saya seharusnya sekitar Rp800.000 hingga Rp900.000 setelah semua koreksi. Detail mengenai koreksi ini saya bahas dalam materi Bootcamp Ternak Toko. Untuk teman-teman yang tertarik, per artikel ini dibuat, Bootcamp Ternak Toko sedang membuka Batch 17. Informasi lebih lanjut bisa dicek di website saya, ghanirozaqi.com.
Alhamdulillah, target keuntungan awal saya di vlog pertama adalah Rp2 juta, dan untuk saat ini, saya masih berusaha mencapai target tersebut. Keuntungan keseluruhan masih jauh dari target dan kemungkinan akan turun lagi. Sekarang, saya akan mengecek status toko Greya.
Sip, performanya baik. Alhamdulillah, toko Greya lolos evaluasi dan akan menjadi penjual Star Seller pada 2 November 2026. Saya sangat bersyukur! Meskipun status Star Seller atau badge Star Seller tidak menjamin kenaikan penjualan, itu adalah bentuk pengakuan dari Shopee bahwa toko saya berkinerja baik. Saya melihat penilaian toko Greya, semuanya bintang lima. Belum ada yang menyertakan gambar atau komentar, tapi ini sudah sangat bagus. Untuk Greya, saya tidak akan mengubah apa pun. Ini adalah gaya saya; jika sudah bagus, jangan diotak-atik. Teman-teman bisa saja memilih untuk scale up lebih lanjut, tapi saya pribadi lebih suka membiarkannya jika sudah stabil.
Evaluasi dan Optimalisasi Produk Sarimbit
Selanjutnya, saya akan mengevaluasi toko Grabaya dan Sarimbit. Saya biasanya memulai dengan membuka Google Drive untuk mengakses data-data evaluasi. Kali ini saya akan fokus pada Sarimbit. Saya selalu memastikan COD aktif dan mengecek saldo iklan. Saya masih berpegang pada strategi iklan produk otomatis. Saya akan menunggu hingga terlihat adanya traksi yang bagus, barulah saya akan melakukan scale up dengan iklan individual.
Saya melihat performa produk 'Sarimbit'. CTR-nya sangat jelek, hanya 1,5%. Di toko lain, CTR saya bisa mencapai 3-7%. Produk ini sudah saya unggah berkali-kali, dan semuanya memiliki performa yang buruk. Saya memutuskan untuk mengarsipkannya dan mengunggah ulang dengan foto serta judul yang berbeda.
Saya juga meminta bantuan Gemini untuk menganalisis data terbaru. Setelah beberapa kali koreksi data, Gemini menyarankan untuk fokus pada tiga etalase yang memiliki iklan yang stabil. Sambil itu, saya mengarsip produk 'Sarimbit' yang CTR-nya di bawah 2% dan impresinya sudah di atas 100, lalu mengunggah ulang dengan foto dan judul baru. Setelah meminta Gemini untuk membuatkan perbandingan performa antara etalase yang saya fokuskan, saya memutuskan untuk menduplikasi produk yang memiliki traksi bagus.
Saya ingin menargetkan harga jual minimal Rp200.000. Saat ini, penjualan produk Sarimbit masih kecil, tapi ini adalah pasar yang sedang berkembang mengingat Lebaran sekitar tiga bulan lagi. Saya juga memperbaiki judul produk, menambahkan kata 'Luxury' agar lebih menarik.
Saya meminta Gemini untuk membuatkan foto sampul baru untuk toko Shopee dengan aspek rasio 1:1, yang saya harapkan dapat mencapai CTR 5%. Saya memberikan instruksi spesifik agar foto tersebut menampilkan keluarga besar, termasuk nenek, menggunakan sandal kulit, serta memiliki gaya UGC (User Generated Content) atau real picture dengan latar belakang solid yang tematik, elegan, dan minimalis. Setelah mendapatkan beberapa opsi foto dari Gemini, saya memilih yang paling sesuai.
Perkembangan Sarimbit dan Strategi Harga
Saya melanjutkan evaluasi Sarimbit. CTR-nya sudah lebih baik, mencapai 2% di 30 hari terakhir, yang jauh lebih baik daripada toko Greya sebelumnya yang di bawah 1%. Iklan yang saya keluarkan untuk Sarimbit masih minim, sekitar Rp10.000 dalam seminggu terakhir, dan ini tidak masalah karena momennya belum tiba.
Setelah melihat perkembangan yang cukup memuaskan pada Sarimbit, saya memutuskan untuk mengubah harganya menjadi harga normal. Sebelumnya, harga saya pasang sekitar 2,5 kali harga pokok produksi (HPP). Sekarang, saya menurunkannya menjadi sekitar 1,9 hingga 2,1 kali HPP secara acak. Saya juga tetap memasang berat produk 10 kg untuk mengakali sistem Shopee. Karena produk ini sebenarnya PO (Pre-Order), di Shopee maksimal hanya 10% etalase yang boleh berstatus PO untuk penjual non-Star Seller.
CTR Sarimbit sudah bagus, namun ATCR-nya (Add-to-Cart Rate) masih kurang. Jika saya harus fokus pada satu etalase saja, saya bertanya kepada Gemini etalase mana yang paling berpeluang, mengingat sudah lebih dari satu minggu tidak ada penjualan dan omset 30 hari terakhir masih nol. Gemini menyarankan fokus pada etalase tertentu yang memiliki ATC banyak.
Saya melihat data, dan memang sedikit sekali yang menambahkan ke keranjang. Saya memutuskan untuk mencoba mengedit produk Alia Black dengan menambahkan foto UGC (User Generated Content) sebagai slide kedua. Saya yakin ini bisa membantu menaikkan ATCR. Saya meminta Gemini untuk membuatkan foto UGC amatir, seperti foto asli dari pelanggan yang membeli, dengan format selfie di rumah atau kamar, menutupi wajah dengan stiker, dan menyertakan teks USP yang menggugah dan engaging. Teks USP tersebut harus mobile first, mudah dibaca di HP tanpa perlu di-zoom, dengan poin-poin seperti 'Cocok buat undangan', 'Cocok untuk kado', dan 'Bordir mewah'.
Gemini menghasilkan beberapa opsi foto UGC yang bagus, meskipun mungkin terlihat tidak terlalu 'real' karena posisi stiker. Saya juga mempertimbangkan saran Gemini untuk mengganti video produk dengan video realistis (bukan AI). Saya mengambil video dari toko saya yang lain, Glomera Official, dan menggantinya. Harapan saya, ATCR bisa naik mencapai target 6%.
Saya juga mengedit judul dan mengunggah foto baru. Alhamdulillah, saya harap ini bisa membantu mendongkrak ATCR produk saya. Setelah ini, saya akan melanjutkan evaluasi Grabaya. Sampai jumpa di vlog panen raya selanjutnya!

0 Response to "Perjalanan Panen Raya Jualan Online: Evaluasi Toko Greya dan Sarimbit di Shopee"
Posting Komentar