Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Teman-teman. Setelah beberapa hari tidak sempat menulis, saya akhirnya bisa kembali hadir untuk sedikit berbagi ilmu dan menjawab curhatan dari teman-teman seller semua. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan bisa membantu. Yuk, langsung saja kita mulai!
1. Performa Organik Menurun dan Pengaruh GMV Max
Seorang teman, Mas Hadam Husein, bertanya mengenai penurunan traffic organik pada brand skincare yang di-handle-nya. Dulu, hampir 60% GMV berasal dari organik, sementara 40% dari iklan. Kini, porsi iklan naik drastis hingga 80%. Ia khawatir apakah penggunaan GMV Max, yang berbasis impresi, menggerus performa organik.
Secara umum, memang semua platform, mulai dari TikTok hingga Instagram, kini "memaksa" kita untuk beriklan. Dulu, kita mengunggah sesuatu dan pengikut kita pasti melihat. Sekarang, bahkan teman kita sendiri pun belum tentu melihat unggahan kita. Jadi, wajar jika jatah organik untuk setiap seller memang terus dikurangi.
Namun, jika kita bicara konteks brand, seharusnya traffic organik datang dari brand keyword. Jika organiknya turun, itu bisa berarti branding Anda sedang kurang baik. Misalnya, orang mencari "sadam tivik" (mengacu pada contoh yang diberikan). Tapi, jika brand Anda menyasar generic keyword, itu menurut saya bukan lagi sebuah brand murni.
2. Pengiriman Kilat: Harus Dikirim atau Tidak?
Mas Zaki menanyakan tentang pengiriman kilat. Ia merasa kesulitan melacaknya, bahkan seringkali barang dikirim begitu saja tanpa masuk ke sistem pelacakan penjualan. Ia bertanya bagaimana cara terbaik mengatasinya.
Jujur, kalau saran dari saya Ghani Rozaqi, mending tidak usah dikirim. Biarkan saja. Pengiriman kilat ini seringkali tidak ada untungnya bagi seller. Bahkan pernah ada kasus sampai 15 pengiriman kilat tidak terlacak, akhirnya tidak saya kirim. Itu jauh lebih baik daripada pusing sendiri.
Meski tidak menguntungkan secara langsung, adanya pengiriman kilat bisa jadi pertanda produk Anda sedang disukai algoritma. Jadi, mendingan fokus untuk gas iklan saja. Kecuali kalau Anda bisa membuat produknya "pakai sulap" dan langsung jadi, silakan kirim.
3. Idealnya Kapan Menggunakan Fitur Rapid Boost / Akselerasi Performa?
Mas Rian Ilham bertanya mengenai fitur Rapid Boost atau Akselerasi Performa pada iklan. Idealnya, fitur ini digunakan untuk produk winning, produk baru, atau produk yang sedang tren?
Sejujurnya, tidak ada waktu yang ideal. Fitur ini awalnya dibuat Shopee untuk mengatasi masalah produk winning yang tiba-tiba performanya menurun. Namun, kenyataannya di lapangan, terkadang diaktifkan pun tidak selalu berjalan baik.
Jadi, saran saya, cobain saja! Saya sendiri kadang mengaktifkan Akselerasi Performa untuk produk baru. Satu fakta yang perlu diingat, Akselerasi Performa yang biasanya memotong ROAS sebesar 70% dari target yang kita set, tidak berarti ROAS akan selalu lebih rendah. Misalnya, kita menargetkan ROAS 10, dengan Akselerasi Performa aktif, kita bisa saja tetap mendapatkan ROAS 8, 9, bahkan 10! Ini tergantung produk dan tren yang sedang berlaku.
Jika produk Anda sudah winning dan biasa menggunakan Rapid Boost, lalu ingin mencoba tanpa fitur tersebut, apakah akan memengaruhi algoritma? Jika saya jadi Anda, saya lebih memilih menaikkan harga produk daripada mengutak-atik iklan yang sudah bagus. Saya sangat khawatir jika iklan yang sudah berjalan baik tersenggol sedikit saja, malah jadi jelek. Jadi, naikkan harga sampai ROAS-nya masuk.
4. Isi Saldo Otomatis dari Penghasilan & Pajak (PPN)
Mas Airstat menanyakan fitur baru "isi saldo otomatis dari penghasilan". Ia ingin tahu bagaimana sistemnya dan apakah akan dikenakan pajak.
Mengenai pajak, pasti kena. Semua transaksi di Indonesia pada dasarnya dikenakan pajak. Untuk PPN saldo iklan, itu sebesar 11%. Sayangnya, saya belum mencoba fitur isi saldo otomatis dari penjualan ini secara langsung. Namun, berdasarkan pengalaman teman-teman, PPN memang tetap akan dipotong. Jadi, sama saja.
Tambahan dari teman lain, Shopee juga memiliki program bonus saldo iklan. Jika Anda sudah mengaktifkan isi saldo otomatis dan mencapai target tertentu, bisa mendapatkan bonus saldo iklan hingga Rp350.000 atau Rp400.000. Ini seperti sebuah challenge dari Shopee.
5. Saldo Iklan Tidak Tersedot & Impression Nol
Mas Muhammad Farhan memiliki dua toko. Salah satu tokonya sempat tidak pasang iklan selama 2 minggu. Setelah mengisi saldo lagi, saldo iklannya tidak tersedot dan tidak ada impression sama sekali selama 3 hari. Padahal produknya sama dengan toko lain yang performanya bagus.
Jika impression iklan benar-benar nol, itu sangat aneh. Bahkan produk baru pun biasanya ada satu atau dua impression. Kalau nol banget, ini masalahnya di luar iklan. Coba cek dari HP lain (pastikan bukan menggunakan Wi-Fi yang sama atau HP yang pernah mengakses toko tersebut) apakah toko Anda bisa ditemukan di pencarian. Jika tidak ada, kemungkinan ada masalah pada akun Anda. Saya pernah mengalami ini dan toko bisa kembali setelah menghubungi CS.
Jika toko bisa ditemukan, coba gunakan fitur Rasuto (jika tersedia) atau tetap hubungi CS untuk menanyakan kenapa impression bisa nol. Ini memang aneh sekali.
6. Penanganan Pengembalian Barang dan Pengiriman Gagal (Fraud Customer)
Mas Airstat kembali bertanya mengenai penanganan pengembalian barang dan pengiriman gagal, terutama kasus penipuan pelanggan yang meminta pengembalian dana tanpa mengembalikan barang.
Pelacakan di Seller Center memang cukup membingungkan. Saya pribadi menggunakan BigSeller karena lebih terorganisir. Di sana, Anda bisa melihat mana yang pengiriman gagal, mana yang komplain Return & Refund (RR), dan lain-lain dengan lebih mudah. Jika di Seller Center, Anda harus rajin mengecek di "Pusat Pengembalian". Tidak ada pilihan lain, karena bagaimanapun itu adalah barang kita.
Kalau ada pengembalian atau barang hilang, Anda harus berani banding. Satu barang hilang saja bisa menghilangkan profit dari 5-6 barang lainnya. Jadi, pastikan untuk mengecek setiap hari, konsolidasi barang yang sudah datang dan yang belum.
Khusus untuk pengiriman gagal dengan SPX, jika di Seller Center tertulis sudah terkirim padahal belum, coba saja klaim bahwa Anda belum menerima. Biasanya kurir akan langsung menghubungi kita dengan cepat.
BigSeller untuk satu toko masih gratis dan tidak ada batasan barang, hanya batasan untuk jumlah toko dan pesanan saja. Jadi, silakan coba reset ke BigSeller.
7. Tips Menghadapi Puncak Event (10.10)
Mas Hamzah Arsyaka bertanya tentang tips menghadapi puncak event seperti 10.10, terutama karena penjualan sedang menurun di bulan-bulan ini.
Sejujurnya, event tahun ini bagi saya biasa saja. Jadi, tipsnya apa? Tidak ada. Saya sendiri merasa event-event besar seperti 10.10 sudah tidak seramai dulu.
Namun, ada satu wisdom dari saya: pada puncak hari event, jangan terlalu menggeber iklan. Ini adalah saatnya untuk mencari untung. Jika iklan terlalu digas, ROAS kita mungkin tinggi hanya pada Epic Day-nya saja. Pada H+1, H+2, dan H+3, sebaiknya kurangi iklan Anda. Fokus untuk "save the profit".
Seringkali muncul pop-up dari Shopee untuk mengaktifkan fitur event, yang otomatis menaikkan budget iklan. Apakah ROAS juga ikut diturunkan? Sepertinya ROAS tidak, hanya budget saja yang naik. Saya pribadi selalu menyilangkan pop-up tersebut, tidak saya hiraukan.
Semoga sesi tanya jawab ini bermanfaat untuk teman-teman semua. Terima kasih dan Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Strategi E-commerce: Organik, Iklan Shopee, & Penanganan Masalah Pengiriman (Q&A)"
Posting Komentar