My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Strategi Evaluasi dan Optimasi Toko Online: Panen Raya Vlog #5

Ini adalah vlog Panen Raya saya yang kelima. Hingga saat ini, toko saya belum menghasilkan penjualan signifikan atau 'pecah telur'. Saya masih fokus pada proses unggah produk dan evaluasi strategi. Vlog ini mendokumentasikan apa yang saya kerjakan secara nyata, biasanya diunggah setiap Rabu pukul 19.30 WIB. Saya merekam hampir 90% dari aktivitas kerja saya; 10% sisanya adalah hal-hal yang membutuhkan kecepatan dan mungkin tidak sempat terekam.

Untuk saat ini, performa toko memang belum bagus. Kita akan melihat perkembangannya menjelang Lebaran 2027, yang sebenarnya masih 4-5 bulan lagi. Jika hasilnya baik, kita bisa mengikuti jejaknya. Jika tidak, sebaiknya tidak perlu diikuti. Artikel ini juga berfungsi sebagai dokumentasi pribadi saya. Jika nanti berhasil, dan ada yang bertanya, 'Sudah nonton vlog ini belum?', mereka bisa melihat bagaimana prosesnya saya kerjakan dari awal.

Evaluasi Toko dan Data Penting

Saya akan memulai evaluasi toko-toko Panen Raya. Sudah lima hari terakhir saya belum membuka seller center. Vlog ini benar-benar merekam 90% aktivitas saya. Saya berusaha merekam setiap kali melakukan optimasi toko. Terakhir saya membuka seller center lima hari yang lalu, namun BigSeller selalu saya buka untuk memantau jika ada pesanan. Sampai saat ini, masih nol penjualan, belum ada 'pecah telur', dan belum ada chat baru, masih sama seperti yang saya sampaikan di vlog kedua atau ketiga.

Langkah pertama, saya akan membuka link-link evaluasi harian yang sudah saya siapkan, lalu membuka Google Drive untuk mengakses notebook saya.

Pengecekan Harian Rutin

Saya mengecek satu per satu hal-hal berikut:

  • Status COD: Penting untuk memastikan Cash On Delivery aktif, karena kadang bisa nonaktif sendiri.
  • Promo Gratis Ongkir Ekstra: Memastikan promo ini tetap menyala. Pengecekan ini tidak memakan waktu lebih dari 5 menit.
  • Alamat Gudang: Memastikan alamat gudang sudah benar, terutama jika ada perubahan.
  • Saldo: Biasanya saya selalu mengecek saldo setiap toko saya karena penarikan dilakukan setiap minggu pada waktu yang sama. Namun, karena belum ada penjualan, saya tidak perlu mengecek saldo saat ini.

Analisis Iklan dan Performa Produk

Selanjutnya, saya akan melihat performa iklan. Ada beberapa voucher toko saya yang sempat mati, lalu menyala lagi. Toko ini dalam seminggu terakhir menghabiskan Rp64.000 untuk iklan. Toko lain hanya Rp900, dan ada yang Rp11.000. Tingkat konversi iklan (ATCR) lumayan di 7% untuk satu toko, namun 0% untuk toko lain. Greya, yang bermain di produk murah, justru tidak mendapatkan impresi tinggi. Greya memiliki impresi paling besar.

Saya akan memulai evaluasi dari toko dengan kinerja terburuk, yaitu Greya, yang memiliki traksi atau impresi yang jelek. Saya mengunduh data 30 hari terakhir, kemudian membersihkan data di Excel dengan membuang kolom yang tidak penting seperti kode variasi. Setelah itu, saya mengunggahnya ke Google Sheets untuk analisis lebih lanjut.

Memanfaatkan AI untuk Analisis (Gemini Notebook)

Saya menggunakan Gemini Notebook untuk membantu analisis. Setelah data dimasukkan, saya bertanya kepada AI untuk mendapatkan saran tentang apa yang harus saya lakukan untuk etalase produk. Saya menganalisis sendiri sebagai pembuka blind spot dan sebagai asisten. Tingkat klik (CTR) toko Greya lumayan, sekitar 2,5% untuk toko baru tanpa bintang. Produk Greya ini adalah produk jumbo.

Saya membandingkan CTR Greya dengan toko lain. Ternyata CTR 8% juga sama saja. Jadi, perbedaan harga mahal atau murah tidak terlalu signifikan untuk produk gamis saat ini di akhir September. Tingkat konversi (CR) toko Greya masih cukup baik, sekitar 2% dan tidak ada yang di bawah 1%. Jika dibandingkan dengan toko lain yang mencapai 0,9% atau 0,5%, Greya cukup baik secara CTR. Saya akan fokus pada CTR terlebih dahulu. Jika CTR sudah stabil, baru saya akan mengoptimasi ATCR.

Saran dari AI dan Tindakan Saya

Berdasarkan data, AI menyarankan untuk melakukan pembersihan etalase, memposisikan produk unggulan di etalase utama, menampilkan voucher, dan optimasi visual. Namun, saya tidak sepenuhnya sepakat. Misalnya, AI menyarankan voucher toko dan promo, tetapi menurut saya, jangan dulu mengubah harga sebelum impresi tinggi.

Saya memutuskan untuk menghapus produk dengan CTR rendah, meskipun impresinya tinggi. Saya mengarsipkan 3 produk yang memiliki CTR terendah dan impresi yang cukup tinggi (di atas 100), karena toko ini sebenarnya memiliki CTR yang lumayan bagus secara keseluruhan. Produk yang diarsipkan ini masuk ke empat terbawah CTR rendah. Setelah itu, saya akan mengunggah produk baru.

Untuk produk dengan impresi tertinggi, meskipun CTR-nya tidak tertinggi, saya akan 'pin' atau menjadikannya produk unggulan. Menariknya, produk ini fotonya terlihat kurang menjual (hanya detail), tapi CTR-nya bagus. Ini menunjukkan pentingnya fokus pada data, bukan asumsi pribadi. Produk ini sudah ada yang 'Add to Cart' (ATC).

Eksperimen Iklan dan Strategi Baru

Saya merasa gemas melihat iklan hanya menghabiskan Rp900. Saya mencoba mengaktifkan akselerasi performa pada iklan produk otomatis. Strategi ini saya catat di Google Sheets saya. Setelah itu, saya mensinkronisasikan data terbaru ke Gemini Notebook dan meminta pendapat AI tentang strategi yang saya terapkan pada 22 September.

AI berpendapat bahwa strategi ini adalah 'optimasi penjual yang ideal dengan stage optimization' dan menyarankan untuk fokus pada CTR terlebih dahulu. Produk dengan impresi tertinggi yang saya pin, CTR-nya juga cenderung naik. Jadi, saya akan membiarkannya dulu hingga evaluasi minggu depan. Jika masih stabil, saya baru akan mengulik bagaimana meningkatkan ATCR (Add to Cart Rate).

Saya juga menambahkan keterangan Lingkar Dada (LD) pada setiap varian produk, dengan harapan ATCR bisa bertambah karena calon pembeli lebih mudah memilih ukuran yang sesuai. Saat ini, hanya ada lima produk yang aktif di toko ini dari belasan yang awalnya diunggah. Iklannya juga masih sangat minim.

Evaluasi Toko Graya dan Grabaya

Selanjutnya, saya mengevaluasi toko Graya. Banyak produk di sini yang memiliki CTR 0 koma, jauh lebih buruk dari Greya. Saya memutuskan untuk menghapus tiga produk terburuk (worst three) karena CTR-nya sangat rendah dan impresinya di atas 100. AI juga menyarankan untuk melakukan eliminasi produk yang kurang menarik. Setelah itu, saya menaikkan produk yang tersisa; kini hanya ada enam produk yang aktif.

Toko ini memiliki iklan yang menghabiskan Rp64.000. Saya melihat bahwa secara umum, CTR toko ini rendah dibandingkan toko Abaya lain yang seharusnya bisa mencapai 3%. Jika evaluasi berikutnya masih tidak ada peningkatan signifikan, saya akan mempertimbangkan untuk mengunggah ulang produk yang sudah diarsipkan, karena CTR 3% lebih baik untuk dipertimbangkan.

Terakhir, toko Grabaya. Ini adalah toko dengan performa terbaik di antara ketiganya. CTR-nya 3,23% dan ATCR-nya 15%, meskipun belum ada penjualan. Saya hanya akan menghapus satu produk dengan CTR 0,5% yang terendah. AI juga merekomendasikan untuk melanjutkan strategi ini, namun menekankan pentingnya memperbaiki konversi penjualan yang masih nol.

Tips Rahasia: Iklan ROAS 1 dengan Akselerasi Performa ON

Karena saldo iklan saya masih banyak dan pengeluaran minim, saya akan memanfaatkan produk terbaik di Grabaya untuk strategi iklan individual. Ini adalah tips yang belum pernah saya bagikan di YouTube sebelumnya: menggunakan iklan ROAS 1 dengan akselerasi performa ON. Tujuannya adalah untuk membuat algoritma Shopee 'bingung' dan memancing trafik organik, bukan semata-mata mendapatkan penjualan dari iklan. Saya sudah mencoba strategi ini di beberapa toko, dan dua di antaranya berhasil memantik organik yang bagus.

Meskipun Shopee saat ini memaksa iklan individual untuk melalui fase otomatis (auto) hingga ada satu penjualan (dengan estimasi ROAS 3-5), saya akan tetap mengaplikasikan strategi ini. Harapan saya, ketika masuk fase ROAS 1, iklan ini akan memantik organik. Jika CTR dan ATCR stabil selama fase auto, meskipun belum ada penjualan, saya akan membiarkannya. Namun, jika CTR stabil dan ATCR berkurang drastis, atribut produk harus diubah. Ini adalah perjudian dengan modal minimal Rp25.000 per hari selama minimal dua minggu untuk melihat efek pemicu organiknya.

AI pun menilai strategi ini sebagai 'eksperimen taktis memantik organik' yang berpotensi, namun juga menyoroti hambatan di fase transisi auto. Bagi saya, ini adalah salah satu cara untuk mencari loophole dari sistem iklan Shopee yang tidak memungkinkan pengaturan ROAS di bawah satu secara langsung.

Proses Unggah Produk Baru

Saya juga akan mengunggah produk baru. Saya akan 'scrap' atau menyalin produk dari toko saya yang lain. Proses ini sangat sederhana. Hari ini saya akan fokus pada Grabaya terlebih dahulu, besok baru Greya dan Graya. Saya mengganti semua foto produk dengan bantuan AI (ChatGPT Pro dan Gemini) untuk membuat visual yang lebih menarik, termasuk size chart dan detail produk lainnya. Saya memastikan untuk menambahkan logo Grabaya pada setiap visual yang dibuat.

Saya juga mencoba membuat foto dengan gaya UGC (User Generated Content) atau gaya foto dari iPhone, agar terlihat lebih natural dan tidak terlalu 'AI banget'. Selain itu, saya menambahkan gambar detail kain Cuproloop, bahan premium yang menjadi keunggulan produk ini, karena belum banyak yang menggunakan bahan ini. Saya juga membuat overlay dengan tulisan karakteristik dan USP (Unique Selling Proposition) dari kain Cuproloop.

Setelah semua visual dan deskripsi siap, saya membuat lima variasi judul produk Shopee yang representatif, diawali dengan 'Abaya Cupro'. Lalu, saya mengunggah produk ini dengan harga Rp499.000 (harga premium) dan memastikan semua detail seperti SKU, kurir, berat, kondisi, sudah benar. Saya tidak akan menjadwalkan publikasi, melainkan akan menampilkannya secara manual.

Alhamdulillah, bagi Anda yang menonton hingga akhir, ini adalah tips yang jarang dibagikan. Sampai jumpa di rekaman selanjutnya!

0 Response to "Strategi Evaluasi dan Optimasi Toko Online: Panen Raya Vlog #5"

Posting Komentar