My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Insight Bisnis Online dan Offline: Pelajaran dari Tanya Jawab Bersama Ghani Rozaqi

Halo teman-teman! Dalam sesi tanya jawab kali ini, saya berkesempatan berbagi pengalaman dan memberikan beberapa saran terkait dunia bisnis, baik online maupun offline. Ada banyak pertanyaan menarik yang muncul, mulai dari tantangan di bisnis kuliner hingga lika-liku sebagai seller di Shopee.

Belajar dari Kegagalan Bisnis Kuliner Offline

Salah satu peserta, Mas Habib Muhammad Ali, memulai dengan pertanyaan mengenai pengalaman saya dalam bisnis kuliner offline. Saya pernah membuka usaha bakso yang sayangnya gagal di beberapa cabang. Mas Habib ingin tahu apa penyebab utama kegagalan usaha offline tersebut dari sudut pandang saya.

Saya menjelaskan bahwa bisnis bakso tersebut adalah franchise yang saya bangun bersama teman-teman dekat. Landasannya sangat kuat pada kepercayaan (trust). Karena itu, ketika akhirnya gagal, tidak ada pihak yang menyalahkan. Jujur saja, sampai sekarang saya tidak benar-benar tahu apa penyebab pastinya, alias bukan karena salah manajemen. Saya hanya percaya bahwa saat itu memang bisnis sedang tidak berjalan baik. Sesederhana itu.

Mengatasi Penalti Shopee Akibat Keterlambatan Pengiriman

Kemudian, Mas Ahmad Zaki menceritakan kendala yang dihadapinya sebagai seller Shopee. Ia mendapatkan tiga poin penalti karena keterlambatan pengiriman. Mas Ahmad merasa sudah rajin mengirim setiap hari dan menjaga agar tidak ada pesanan yang lebih dari 24 jam, namun masalahnya terletak pada oknum di drop point yang melakukan scan paket di malam hari, padahal ia sudah mengirim di pagi hari. Hal ini tentu membuat kesal.

Saya mengakui bahwa masalah seperti ini memang merepotkan. Saya menyarankan beberapa hal. Pertama, coba bicarakan secara musyawarah dengan pihak drop point. Jika sudah dilakukan berkali-kali dan tidak ada perubahan, opsi selanjutnya adalah mengajukan banding dan jelaskan situasinya. Namun, banding seringkali sulit dibuktikan tanpa bukti foto atau evidence yang kuat, yang seringkali sulit didapatkan saat pengiriman. Saya juga sempat bercanda bahwa mungkin paketnya kurang banyak, sehingga kadang tertunda atau terselip.

Untuk menjaga kewarasan, kadang saya menyarankan untuk pasrah saja dan menerima penalti tersebut, sambil fokus mengencangkan iklan. Poin penalti 3 sebenarnya tidak terlalu signifikan dibandingkan poin 12, dan akan ada pemutihan tiap kuartal. Yang terpenting adalah memikirkan langkah selanjutnya agar kejadian serupa tidak terulang.

Dulu, saya punya second drop point sebagai alternatif. Jika drop point utama bermasalah, saya bisa pindah. Mas Ahmad Zaki juga bercerita bahwa masalahnya baru terjadi ketika DC (distribution center) yang biasa ia gunakan tutup, sehingga ia harus menggunakan drop point yang lebih kecil dan kurang responsif. Ini memang lika-liku seller yang kadang membuat pusing.

Saya menegaskan pentingnya mendeteksi early warning. Jika sudah ada poin penalti, segera ambil tindakan. Banyak seller yang bahkan rela mengeluarkan biaya lebih untuk mengirim dengan Gojek demi menjaga performa pengiriman mereka. Memang berat, tapi itulah niat usaha.

Apakah Shopee Summit Worth It?

Pertanyaan selanjutnya datang dari Mas Pagar Simar tentang Shopee Summit. Ia bertanya apakah acara tersebut worth it untuk dihadiri. Saya pribadi diundang, tapi tidak datang.

Menurut saya, jika Mas Pagar hanya berharap pada materi yang disampaikan di panggung, mungkin tidak terlalu worth it karena informasi tersebut lambat laun akan tersedia. Namun, jika tujuannya adalah untuk mencari koneksi, berinteraksi dengan seller lain, dan memperluas jaringan, maka acara ini sangat worth it. Banyak seller berkumpul di sana, kesempatan untuk mendapatkan koneksi baru sangat besar.

Mengatasi Penjualan Anjlok dan Mengoptimalkan Iklan di Shopee/Lazada

Mbak Lili Gital kemudian meminta tips karena penjualannya di Shopee dan Lazada sempat anjlok di bulan Agustus. Ia sudah mencoba berbagai cara seperti nominasi, iklan, bikin video, dan promosi di media sosial, namun hasilnya masih minim.

Saya menjelaskan bahwa di bisnis, ada KPI (Key Performance Indicator) hasil dan KPI proses. Jangan berharap hasil yang bagus jika prosesnya jelek. Di bisnis online, kita punya data seperti CTR (Click Through Rate) dan add to cart rate. Jika data proses ini (CTR, add to cart) bagus, kemungkinan masalahnya adalah kurang berani menganggarkan iklan atau "kurang banyak ngasih upeti ke Ibu Kos" (Shopee/Lazada). Artinya, harus lebih agresif dalam beriklan.

Namun, jika data prosesnya jelek, maka harus ada tindakan. Entah itu mengunggah ulang produk, menambah affiliate, atau memastikan bahwa produk yang dipromosikan adalah produk yang memiliki traction bagus. Algoritma akan lebih menyukai produk dengan traction baik, seperti CTR yang tinggi atau conversion rate yang baik. Untuk add to cart rate, idealnya di sekitar 20%-an, bahkan bisa 30% untuk produk murah. Jika jauh di bawah itu, jangan dipaksakan untuk dipromosikan karena algoritma tidak akan menyukainya.

Menjaga Momentum "Pengiriman Kilat" di Shopee

Terakhir, Mas Sony Profesional berbagi keluh kesah mengenai fitur "pengiriman kilat" di Shopee. Ia memprioritaskan ini dan Shopee memberikan lebih banyak order, hingga 100 lebih per hari. Penjualan juga berdampak bagus. Namun, kini ia dan tim kewalahan, dan beberapa hari ini pengiriman kilatnya tidak terpegang karena fokus pada order reguler. Mas Sony khawatir Shopee akan "bad mood" dan tidak memberikan fitur ini lagi.

Saya menyarankan untuk terus menjaga momentum ini. Jika sudah terlanjur banyak order, usahakan sebisa mungkin untuk tetap dikirim. Algoritma Shopee bisa "sakit hati" jika momentum terputus, dan ini bisa sangat merepotkan. Sudah banyak kejadian, ketika order sedang bagus-bagusnya, tiba-tiba kena penalti dan penjualan langsung anjlok. Momentum di Shopee sangat krusial. Jadi, sebisa mungkin, pertahankan "pengiriman kilat" yang sudah diberikan Shopee, karena ini adalah kesempatan emas.

Kesimpulan

Memang benar, di Shopee itu main momentum. Jika teman-teman tiba-tiba mendapatkan banyak order dan bisa memenuhinya, entah itu pengiriman kilat atau reguler, Shopee akan terus memberikan kesempatan. Namun, jika kita tidak bisa menjaga momentum itu, Shopee bisa mengalihkan kesempatan ke seller lain. Menjaga momentum ini secara berkelanjutan itu sangat berat, membutuhkan cash flow yang kuat dan operasional yang prima. Tetap semangat dalam berbisnis!

0 Response to "Insight Bisnis Online dan Offline: Pelajaran dari Tanya Jawab Bersama Ghani Rozaqi"

Posting Komentar