Mungkin beberapa dari kalian sadar, belakangan ini saya kembali membuat konten tentang olahraga di Instagram. Sebenarnya saya sudah lama rutin berolahraga, meski tidak konsisten setiap hari.
Salah satunya seperti yang saya lakukan ini: indoor cycling atau menggunakan sepeda statis. Kali ini, saya tidak akan membahas tentang bisnis, saya hanya membuat konten ini sekadar berbagi. Berdasarkan riset yang saya lakukan menggunakan AI (tentu bukan dari dokter langsung), dikatakan bahwa jika kita bisa menjaga detak jantung (saya memakai jam tangan seperti ini) di kisaran 115 hingga 125, itu adalah zona pembakaran lemak yang efektif.
Untuk mencapai zona ini, indoor cycling dan berjalan kaki sangat efektif. Itulah mengapa saya lebih sering berjalan kaki daripada berlari. Saya kuat berlari meski pelan seperti bekicot, namun saya lebih menyukai berjalan kaki, sekitar 5-6 kilometer. Selain untuk menjaga detak jantung tetap di 110-125 (zona fat burning), saat berjalan saya juga bisa melakukan multitasking. Saya bisa membalas pesan WhatsApp, melakukan transfer, dan membuat konten. Saat indoor cycling pun saya bisa membuat konten, bahkan kadang sambil membaca buku. Salah satu buku yang pernah saya baca adalah 'Harimau-Harimau'.
Oh, saya sedang memakai jersey Argentina. Ini bukan berarti saya penggemar Argentina, melainkan ini barang returan. Jadi saya pakai saja. Ada yang mengaitkan Argentina dengan Israel, tapi semoga saya tidak diasosiasikan dengan dukungan terhadap Israel. Tentu saja tidak. Bukan hanya ini, saya juga punya jersey Portugal Away. Karena banyak returan setelah berjualan jersey negara saat Piala Dunia, saya gunakan saja untuk berolahraga seperti ini.
Begitulah. Ini bisa jadi ide olahraga untuk kalian. Sepeda statis harganya mungkin sekitar 2-3 jutaan rupiah. Kita bisa bersantai di depan rumah, sambil 'doom scrolling', membalas WhatsApp, melakukan transfer, membuat konten seperti ini, atau mengobrol dengan anak atau istri. Tidak perlu lama, 45 hingga 60 menit sudah cukup. Yang paling saya suka dari indoor cycling adalah detak jantungnya sangat stabil, di kisaran 115 hingga 125. Tidak ada tanjakan atau hambatan. Bahkan saya bisa mengobrol seperti ini tanpa ada lonjakan detak jantung.
Berbeda dengan jalan kaki, apalagi jika di komplek perumahan, bukan di trek jogging. Jika di komplek, kadang kita bertemu tetangga dan mengobrol, ada tanjakan, turunan, atau bahkan terpeleset, yang menyebabkan detak jantung jadi naik turun tidak stabil. Ini adalah tips dari saya, meski saya sendiri belum berhasil menurunkan berat badan secara signifikan. Namun, ini adalah salah satu upaya saya untuk menjaga kesehatan, karena pola hidup saya sendiri kurang sehat. Mungkin kalian juga ada yang memiliki pola hidup serupa: sering makan gorengan, terus-menerus duduk di depan laptop, begadang, tidur di atas jam 12 malam, dan hanya tidur 4 jam. Ini adalah salah satu upaya saya untuk berusaha sekuat tenaga berolahraga, kadang bersama anak, berjalan kaki.
Oh, satu lagi: minum air yang banyak. Saya sekarang minum sekitar hampir 3 liter sehari. Saya membeli Aqua galon yang kecil, dan itu habis satu isi ulang setiap hari. Alhasil, saya sering ke toilet. Mohon maaf, urine saya selalu putih dan bening. Alhamdulillah. Ini adalah salah satu upaya saya. Namun, tidak ada jaminan bahwa saya akan sehat sepenuhnya, atau tidak akan meninggal di usia muda. Tidak ada jaminan. Ini hanyalah berbagi cerita dan ikhtiar. Dan menurut saya, ini lebih baik.
Maksud saya, lebih baik berusaha sekarang daripada baru berpikir saat sudah sakit. Ini sama seperti urusan pajak. Saat tidak ada masalah, pajak terasa aman-aman saja, bisnis berjalan biasa. Tapi saat ada masalah, baru kita kelabakan. Lebih baik patuh pajak dari awal. Begitu juga, lebih baik mulai rajin berolahraga dari awal. Sejujurnya, saya tidak bisa dibilang sangat rajin. Tapi setidaknya, ada aktivitas olahraga minimal seminggu sekali. Untuk kalian yang terus-menerus di depan laptop, hanya melihat laporan dan dashboard, dan tidak pernah berolahraga, berhati-hatilah.
Untuk para bapak, ada kutipan yang saya suka: "We could die for our children." Kita rela mati demi anak-anak kita. Tapi apakah kita rela hidup panjang agar bisa menemani anak-anak hingga mereka tua? Itu saja yang bisa saya bagikan.

0 Response to "Upaya Saya Tetap Sehat di Tengah Kesibukan: Indoor Cycling dan Minum Air yang Cukup"
Posting Komentar