My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Strategi Pricing di Shopee: Ketika Harga Mahal Tak Lagi Berdaya?

 <iframe width="100%" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/nGOP37LDBco" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>

<p>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman. Kali ini saya ingin berbagi pandangan saya mengenai strategi pricing yang seolah-olah menjadi tidak efektif di platform seperti Shopee.</p>

<p>Fokus pembahasan kita adalah Shopee. Menurut saya, saat ini strategi pricing di sana seakan-akan tidak lagi relevan, terutama karena dua 'biang kerok' utama: program Promo Ekstra (yang memberikan voucher Shopee kepada pembeli) dan voucher spesial toko.</p>

<p>Mari kita ilustrasikan. Dalam berjualan online, atau penjualan pada umumnya, selalu ada produk yang dijual dengan harga mahal, murah, dan di antaranya ada harga 'fit' atau harga paling laris. Jika kita mengelompokkan semua penjual barang yang sama, misalnya kaos, berdasarkan harga, distribusinya akan normal. Artinya, ada rentang harga yang paling banyak diminati pembeli, yang bukan yang termurah atau termahal. Misalnya, di Shopee, ada kaos seharga Rp500.000 dan ada juga yang Rp20.000, namun harga 'fit' yang paling diterima pasar mungkin sekitar Rp90.000.</p>

<p>Mengapa saya katakan strategi pricing, khususnya untuk produk yang dihargai mahal, menjadi kurang efektif? Saya tidak akan membahas strategi harga murah, melainkan fokus pada harga mahal. Alasannya adalah, penjual dengan harga mahal cenderung memiliki alokasi iklan yang besar. Iklan yang besar ini seringkali diikuti dengan voucher spesial toko yang juga besar. Coba perhatikan, jika Anda mengalokasikan banyak dana untuk iklan, voucher spesial toko Anda kemungkinan besar juga akan lebih besar dibandingkan dengan penjual yang beriklan minim.</p>

<p>Kedua, penjual yang memasang harga mahal juga lebih sering mengikuti program Promo Ekstra, yang mana Shopee akan memberikan voucher tambahan kepada pembeli. Alhasil, pembeli bisa mendapatkan dua jenis voucher dari Shopee: voucher spesial toko dan voucher dari Promo Ekstra, belum lagi jika ada voucher dari toko kita sendiri. Jadi, meskipun kita menetapkan harga yang tinggi, Shopee seolah memaksa harga tersebut untuk turun melalui berbagai voucher hingga mendekati harga 'fit' di pasar.</p>

<p>Saya mengalami langsung hal ini saat menjual produk jersey Piala Dunia. Saya memasang harga Rp199.000, yang di pasaran sendiri tergolong mahal – bahkan jersey original Adidas saja bisa mencapai Rp500.000, sementara ada juga yang menjual seharga Rp30.000. Ironisnya, mayoritas pembeli saya (lebih dari dua transaksi yang saya amati) melakukan checkout di kisaran harga Rp110.000, bahkan ada yang di bawah Rp100.000! Padahal, dana yang cair ke saya tetap Rp199.000 sebelum dipotong biaya admin (sekitar Rp160.000 setelah admin). Perbedaan harga checkout ini sepenuhnya disebabkan oleh 'biang kerok' tadi: voucher spesial toko dan voucher Shopee dari Promo Ekstra. Kedua voucher inilah yang 'memaksa' harga jersey saya yang semula Rp199.000, turun mendekati harga 'fit' di pasar untuk jersey Piala Dunia, yang mungkin berkisar antara Rp90.000 hingga Rp110.000. Intinya, kasus nyata ini menunjukkan bahwa strategi pricing, khususnya harga mahal, seolah-olah menjadi tidak berguna karena Shopee 'memaksa' kita untuk mengikuti harga 'fit' di pasar melalui sistem vouchernya.</p>

<p>Saya jadi ingin mencoba menonaktifkan voucher spesial toko. Saya sempat bereksperimen dengan mematikan voucher spesial toko karena hipotesa saya, voucher ini membuat iklan menjadi pengeluaran tanpa hasil. Namun, ternyata hipotesa itu tidak valid. Kembali ke intinya, jika Anda adalah penjual yang fokus pada branding, tidak ingin bermain harga murah, dan tidak ingin harga produk Anda diturunkan dengan alasan apapun, mungkin Anda bisa mencoba menonaktifkan voucher spesial toko dan tidak mengikuti Promo Ekstra. Ini adalah langkah yang bisa diambil jika Anda merasa strategi pricing harga mahal menjadi tidak relevan. Saya hanya berbagi pengalaman saya, dan setiap penjual bisa memutuskan sendiri mana yang terbaik untuk bisnisnya.</p>

<p>Saya sendiri masih merenungkan peluang apa yang bisa diambil dari situasi ini. Selalu ada kesempatan, bahkan dalam kondisi yang terlihat rumit seperti ini. Penting untuk diingat, apakah penurunan harga oleh Shopee ini menguntungkan atau tidak, sangat bergantung pada perspektif masing-masing. Bahaya latennya adalah, jika suatu saat voucher Shopee atau Promo Ekstra berkurang atau ditiadakan, harga asli produk kita tetap mahal, dan kita mungkin menyalahkan iklan atau strategi lain, padahal kenaikan orderan sebelumnya adalah hasil intervensi harga yang bukan bagian dari strategi inti kita. Ini adalah variabel yang di luar kendali kita. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p>

0 Response to "Strategi Pricing di Shopee: Ketika Harga Mahal Tak Lagi Berdaya?"

Posting Komentar