Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh teman-teman.
Saya ingin memperkenalkan sebuah ekosistem baru yang saya sebut "Keleketek". Nama ini diambil dari istilah bahasa Sunda yang berarti 'menggelitiki', dan merupakan singkatan dari "Kelas Konkret dan Praktik". Konsep ini saya ciptakan karena saya ingin menghadirkan sebuah format belajar yang benar-benar berbeda dari yang lain, yang berfokus pada praktik langsung dan konkret.
Sebagai seseorang yang juga sering membeli dan mengikuti berbagai kelas (mulai dari YouTube, bahasa Inggris, Google Ads, hingga coding), saya pribadi merasakan kurang srek dengan format kelas pada umumnya. Biasanya, kita datang, mendengarkan materi, mencatat, dan bertanya di tempat. Namun, saat kembali ke rumah, praktiknya seringkali membingungkan. Pertanyaan seperti, "Oh iya, yang mana ini?" sering muncul. Materi yang panjang dan paparan satu jam di kelas juga seringkali membuat saya mengantuk, apalagi di era short video ini fokus orang cenderung lebih pendek.
Itulah mengapa saya sebelumnya sudah mengembangkan format bootcamp. Dalam bootcamp saya, peserta akan mendapatkan modul materi untuk dipelajari terlebih dahulu, bisa sehari atau seminggu sebelumnya. Kemudian, saat di kelas, fokusnya langsung pada sesi tanya jawab, tanpa pemaparan materi yang panjang. Setelah itu, praktik dilakukan secara mandiri, dilanjutkan dengan modul dan sesi Zoom berikutnya. Ini adalah format berkelanjutan yang saya sukai dan terapkan untuk kelas bootcamp saya yang mayoritas berbasis online.
Nah, "Keleketek" ini adalah format baru yang lebih spesifik: offline. Berbeda dengan bootcamp yang kebanyakan online, Keleketek dirancang untuk kelas konkret dan praktik secara langsung di tempat. Peserta wajib membawa laptop karena materi-materi yang akan kita bahas bersifat praktikal, langsung menggunakan data, langsung dicek di dashboard masing-masing, dan bersifat tematik. Ini bukan hanya praktik sendiri, tapi kita akan mencobanya langsung bersama-sama, di lokasi.
Saya sangat ingin menginisiasi kembali pertemuan offline yang rutin. Saya akui, mengelola ekosistem komunitas itu bagus, namun terkadang sulit untuk sustain jika hanya bersifat sukarela. Agar berkelanjutan, perlu ada membership, rasa memiliki (sense of belonging), serta upaya yang dilakukan. Pengalaman saya menunjukkan bahwa komunitas sukarela seringkali kurang berkelanjutan. Oleh karena itu, Keleketek saya rancang dengan sistem membership agar lebih sustain dan kita bisa rutin bertemu offline.
Saat ini, saya juga berhasil membangun komunitas online yang rutin selama hampir 200 minggu. Kini, saya ingin menciptakan hal serupa untuk offline, khususnya di Bandung dan sekitarnya. Sistem membership Keleketek ini unik: bayarnya sekali untuk seumur hidup. Jadi, setelah bergabung sebagai member, Anda bisa datang ke kelas-kelas selanjutnya kapan pun ada jadwal, tanpa biaya tambahan lagi.
Fokus kami di Keleketek adalah praktik offline. Mengapa offline? Karena dalam praktik, terutama di Zoom, fasilitator akan kesulitan memantau setiap peserta secara detail. Dengan offline, kami bisa langsung memeriksa dan memberikan masukan di tempat. Jadi, saat Anda datang, kita langsung praktik dan cek hasil pekerjaan Anda di tempat.
Di awal, mungkin saya yang akan menjadi pemateri utama. Namun, setelah ekosistem ini terbentuk, uang membership yang terkumpul akan menjadi modal awal untuk mengundang para ahli (expert) dari luar untuk menjadi fasilitator di Keleketek. Dengan demikian, kita akan mendapatkan beragam perspektif dan keahlian.
Jika Anda tertarik untuk bergabung dengan Keleketek, silakan kunjungi ghanirozaki.com/keleketek atau cek langsung di ghanirozaki.com. Ini adalah ekosistem baru saya, yang saya harap akan berhasil karena sangat berbeda dari yang lain: offline, konkret, dan praktik. Kalau hanya sekadar kumpul-kumpul atau ngobrol saja, itu sudah biasa. Tapi, untuk hal yang konkret dan praktik langsung, mungkin Keleketek inilah jawabannya. Saya sangat menantikan kehadiran Anda, khusus untuk yang di Bandung dan sekitarnya.

0 Response to "Kelas Shopee Bandung"
Posting Komentar