My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Optimalkan Iklan Shopee Setelah Lebaran & Update Kebijakan E-commerce Terbaru

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang kembali di blog saya, ghanirozaqi.com. Hari ini, saya akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan menarik dari teman-teman seputar strategi jualan online, khususnya di Shopee dan TikTok Shop. Semoga apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat bagi Anda.

Update Penting: Bootcamp dan Kebijakan Baru Shopee

Sebelum kita masuk ke sesi tanya jawab, saya ingin mengingatkan tentang program bootcamp toko batch 13 yang sedang dibuka. Ada pembaruan penting yang perlu Anda ketahui, khususnya bagi para peternak toko atau dropshipper.

Saat ini, Shopee menerapkan kebijakan baru yang mengharuskan pendaftaran toko menggunakan rekening bank dan KTP dengan nama yang sama. Ini memang bisa terasa menantang, tapi justru akan menyaring peternak profesional. Bagi Anda yang menghadapi tantangan ini sendirian, akan jauh lebih mudah jika kita menghadapinya bersama-sama di bootcamp, di mana kita mencari solusi dan strategi terbaik.

Strategi Iklan Shopee Pasca Lebaran

Seorang teman bertanya, setelah libur Lebaran, iklan yang sebelumnya memiliki ROAS (Return On Ad Spend) sangat baik tiba-tiba tidak bisa dilanjutkan. Bagaimana cara mengembalikan trafik dan minat pembeli seperti sedia kala?

Memahami Cara Kerja Iklan Shopee

Perlu dipahami bahwa iklan di Shopee itu "menempel" pada produk, bukan pada campaign iklan itu sendiri. Artinya, jika Anda mematikan iklan yang sedang bagus hari ini, lalu menyalakannya kembali besok, kemungkinan besar (sekitar 80% kasus) performanya akan kembali seperti semula. Namun, ada sekitar 20% kasus di mana iklan bisa "slow" lagi dari awal, seperti saat terjadi "durian runtuh" (pesanan membludak dengan ROAS tinggi), dan ketika dihentikan lalu dinyalakan lagi, performanya menurun drastis. Ini menegaskan bahwa basis optimasi ada pada produk.

Mengembalikan Performa Setelah Lebaran

Hal pertama yang perlu saya sampaikan adalah, jangan berharap performa iklan pasca-Lebaran bisa sama persis dengan saat puncak Lebaran. Itu tidak mungkin. Untuk mengembalikan performa, Anda perlu melakukan strategi yang sama seperti saat Anda memulai toko baru atau mengunggah produk baru.

  • Jika Anda memiliki sedikit toko dan produk, Anda bisa memulai dengan iklan auto terlebih dahulu sampai terbentuk data yang cukup, baru kemudian beralih ke iklan ROAS.
  • Namun, jika Anda mengelola banyak toko (seperti saya yang punya 50 toko), menggunakan iklan auto secara masif bisa sangat menguras budget dan membuat "ngilu". Dalam kasus ini, saya cenderung langsung fokus pada iklan ROAS.

Re-upload Produk untuk Trafik?

Pertanyaan lain muncul, apakah re-upload produk bisa menjadi jawaban untuk meningkatkan trafik? Untuk meningkatkan trafik secara langsung, belum tentu. Namun, untuk testing, ya, itu bisa jadi solusi. Saya seringkali melakukan re-upload sebuah produk sampai keenam atau ketujuh kalinya hanya untuk menemukan variasi listing yang "kena" dan mulai berjalan. Jadi, re-upload bisa menjadi trik atau solusi, tetapi tidak menjamin langsung meningkatkan trafik.

Pertanyaan Seputar TikTok Shop

Mas Aditya mengajukan beberapa pertanyaan seputar TikTok Shop.

Resi Tidak Menampilkan Nama Produk

Ia bertanya mengapa resi di TikTok Shop tidak menampilkan nama produk seperti di Shopee. Seharusnya, fitur ini ada. Saya tahu ada tiket dropship yang resinya bisa diproses supplier karena menampilkan SKU (Stock Keeping Unit). Mungkin ada kesalahan pengaturan dari Mas Aditya. Idealnya, SKU bisa muncul di resi, dan itu lebih penting daripada nama produk bagi supplier.

Opsi Pengiriman TikTok Shop

Mengenai pengiriman, apakah harus selalu menggunakan J&T? Pengiriman default di TikTok Shop memang J&T. Namun, opsi pengiriman lain seperti JNE bisa diaktifkan. Untuk melakukannya, Anda perlu mengajukan permohonan ke RM (Relationship Manager) TikTok Shop Anda. Ini adalah prosedur yang saya ketahui masih relevan sampai saat ini.

Mengenai Kebijakan Akun E-commerce

Verifikasi KTP dan Rekening untuk Toko Baru Shopee

Seorang peserta bertanya tentang update kebijakan Shopee terkait KTP dan nomor rekening yang berbeda. Ini adalah kebijakan baru yang berlaku untuk toko baru. Artinya, saat mendaftar toko baru, nama di rekening bank harus sama dengan nama di KTP yang terdaftar. Untuk toko lama, kita berdoa saja semoga tidak terkena dampak kebijakan ini.

Memang, kebijakan seperti ini bisa menyaring peternak toko yang non-profesional. Namun, bagi peternak yang profesional, ini justru menciptakan lingkungan yang lebih kondusif. Inilah mengapa pentingnya belajar dan beradaptasi, salah satunya melalui bootcamp yang saya adakan bersama Pak Soni.

Memindahkan Akun E-commerce (Perusahaan ke Pribadi/Perusahaan Lain)

Bisa tidak akun e-commerce yang terdaftar atas nama perusahaan dipindahkan ke akun pribadi atau perusahaan lain? Untuk Shopee, itu bisa. Saya pernah mengajukan permohonan, meskipun tidak saya lanjutkan. Prosesnya biasanya melalui RM atau Customer Service Shopee.

Strategi Iklan Setelah Libur Lebaran

Terakhir, ada pertanyaan tentang anggaran iklan setelah Lebaran. Apakah bisa langsung "ngegas" lagi? Saya katakan, langsung gas saja tidak masalah. Fokus utama kita adalah pada data. Jika Anda mengoptimalkan iklan dan reaksinya buruk, berarti memang ada yang perlu diubah. Sesederhana itu.

Demikian rangkuman diskusi kita hari ini. Semoga bermanfaat bagi Anda dalam mengembangkan bisnis online. Jika Anda tertarik untuk belajar lebih mendalam dan praktik bersama, Anda bisa mencari informasi tentang bootcamp saya di ghanirozaqi.com atau menghubungi saya langsung.

Terima kasih banyak. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Optimalkan Iklan Shopee Setelah Lebaran & Update Kebijakan E-commerce Terbaru"

Posting Komentar