My Sticky Gadget

Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Apa itu Work-life Balance?



Gara gara kemarin baca bukunya Jack Welch, lumayan dibahas agak dalem soal work-life balance ini..

Bagi saya pribadi, work-life balance bukanlah isu penting.

Waktu pertama kali kerja, saya masih mahasiswa ikut dosen bantu proyekan.. Saya masih single, waktu banyak, jadi waktu itu kerja sampai tengah malem kek, pergi ke luar kota ga pulang pulang, ga ada masalah..

Pindah kerja, saya merantau ke luar negeri. Masih single juga, jadi work-life balance bukan isu. Yang ada work-work-work, kerja aja terus kalau di luar negeri mah, mau ngapain lagi? main? abis uang dong...

Setelah itu, saya full time bisnis dan sudah menikah. Saya masih juga tidak merasa work-life balace adalah suatu isu penting. Walaupun kebanyakan waktu saya dipakai untuk ngerjain bisnis, daripada dengan istri. Bahkan sampai sekarang, anak saya sudah 2, secara quantity, waktu saya lebih banyak habis ngurusin bisnis daripada ngurusin anak istri.

bagi saya.. hidup saya seperti kerja semua..
ngurusin bisnis = kerja
baca buku = kerja
nulis blog ini juga = kerja
main sama anak = kerja juga (mempersiapkan generasi terbaik)
ibadah juga = kerja (tanpa ibadah bagaimana mau ditolong oleh Allah?)

jadi buat saya, work-life balance itu jargon yang ga penting, jargon loser.

ya loser! work-life balance jadi masalah jika orangnya itu loser, atau tempat dia bekerja adalah perusahaan loser.

orang yang mempermasalahkan work-life balance artinya dia ga bisa ngatur waktu. Menganggap balance antara kerja dan kehidupan pribadi quantitinya harus sama. padahal tidak! bisa kerja lebih banyak, bisa juga keluarga lebih banyak. tergantung porsi. makannya ada istilah penting dalam kehidupan berkeluarga, yaitu QUALITY TIME.. jadi daripada menghabiskan waktu berjam jam dengan keluarga, lebih baik menghabiskan waktu 1 jam saja, tapi sangat berkualitas. Tidak ada handphone, tidak ada balas WA, tidak ada balas email. Full 1 jam konsentrasi bercengkrama dengan orang tua, dengan istri, bermain sama anak, dst.

ingat, kuncinya adalah kualitas waktu. bukan kuantitas waktu..

di sisi lain, jika ada perusahaan yang mengalami isu work-life balance di karyawannya. Berarti perusahaan tersebut loser.. Sering memperkerjakan karyawan di luar waktunya, sering maksa lembur, sering memberikan kerjaan di luar jam kerja, dan seterusnya. Padahal kontrak tiap karyawan kan jelas, ada hak perusahaan terhadap karyawan yaitu jam kerja. Kalau ini jelas, saya rasa work-life balance bukanlah suatu masalah.

Jika anda terjebak di perusahaan yang seperti itu, saya sarankan segera resign.

0 Response to "Apa itu Work-life Balance?"

Posting Komentar