My Sticky Gadget

Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Bukti Kuantiti dulu baru Kualiti

saya udah bahas banyak soal quality vs quantity di blog ini... salah satunya ini:


Mungkin juga masih aja ada orang yang memperdebatkan soal ini... coba anda jawab.. Kualiti dulu apa kuantiti dulu?

akhirnya saya menemukan bukti ilmiah dari sebuah buku yang sedang saya baca, Atomic Habits.. Meskipun sebenernya saya sudah membuktikan secara pribadi bahwa kuantiti dulu baru kualiti, tapi di buku ini ceritanya pas banget.. akan saya ceritakan di sini...

cerita Kualiti vs Kuantiti di buku Atomic Habits - James Clear
cerita Kualiti vs Kuantiti di buku Atomic Habits - James Clear



oya cerita aslinya bahasa Inggris, saya terjemahin aja bebas ya...

jadi...

--
Ada seorang professor Photography di Universitas Florida. namanya Jerry Uelsmann.. Di hari pertama kelas, dia membagi mahasiswa menjadi 2 kelompok

kelompok pertama yang duduk di sisi kiri kelas akan menjadi kelompok "kuantiti", dan yang di sisi kanan menjadi kelompok "kualiti"..

Di akhir semester kelompok "kuantiti" akan didinilai berdasarkan jumlah foto yang berhasil mereka hasilkan. jika 100 foto akan dapat A, 90 foto kan dapat B, 80 foto akan dapat C dan seterusnya..

Sedangkan kelompok "kualiti", harus mendapatkan foto yang perfek supaya dapet nilai A. Apa itu perfek? sesuai penilaian si professor..

Singkat cerita, sampai juga di akhir semester..

Si profressor mendapati ternyata foto perfek justru dihasilkan oleh kelompok "kuantiti".

--

nangkep kesimpulan dari cerita sigkat tersebut? yes..makin banyak anda menghasilkan, makin bagus kualitas pekerjaan anda. Alias secara praktis, utamakan dulu kuantiti baru kualiti..

Logikanya, semakin banyak anda memproduksi, anda akan semakin lihai, sehingga kualitas perfek hanya masalah waktu saja. dengan catatan anda mau belajar...

Cerita barusan itu ada sedikit kelemahan.... bagaimana kalau yang tadi itu bukan mahasiswa, tapi kelompok photographer professional? tentu kelompok kualiti akan menang... ya ga?

jadi kuncinya adalah di "kemauan belajar", tentu mahasiswa dan fotografer, secara umum, akan lebih banyak mau belejar mahasiswa.. begitu juga dalam hidup, kalau anda "bingung" akan suatu hal, baik pekerjaan bisnis sekolah dan lain sebagainya, alias anda masih dalam tahap belajar, utamakanlah KUANTITI dibanding KUALITI.. nangkepp???

perbanyak aksi, kurangi mikir.

0 Response to "Bukti Kuantiti dulu baru Kualiti"

Posting Komentar