My Sticky Gadget

Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Mencatat Ketika Menimba Ilmu

 Beberapa kali teman saya atau teman istri saya mendatangi saya untuk "menimba" ilmu tentang bisnis. Saya sih masih level kacangan, jadi biasanya yang datang adalah orang yang baru mau mulai bisnis atau baru banget mulai bisnis.

Seinget saya, dari semua yang dateng ke saya setidaknya sethaun ke belakang itu, 90%-an lah cuma ngobrol2 diskusi doang, tanpa mencatat. ya terserah orangnya sih. Tapi apakah ilmunya bisa nempel?

Kalau saya sih wajib banget bawa buku/kertas untuk mencatat ketika "berguru" ke orang. Beberapa kali saya mendatangi pebisnis pebisnis hebat, dan saya selalu siap sedia pulupen dan kertas untuk nyatet. Saya merasa daya ingat saya cukup tinggi, tapi saya tetap mencatat. kenapa?

1. menstrukturkan pikiran

Sebenernya mencatat itu bukan hanya untuk supaya tidak lupa, tapi untuk mentstukturkan perkataan atau ilmu yang kita dapat. Kalau kuliah atau seminar sih materinya sudah terstruktur, bahkan ada yang menydiakan handout nya. Tapi kalau bincang bincang dan diskusi? kemungkinan besar bahasan topiknya kan loncat loncat. Saya agak lemah dalam multitasiking loncat-loncat tersebut, maka saya butuh catatan supaya bisa mengkategorikan ilmu yang saya dapat ketika berguru.

Saran saya untuk mencatat ini jangan gunakan buku atau kertas bergaris, karena akan membuat kita terstruktur ngikutin garis. Selama ini pun saya kalau mencatat, hampir selalu dalam bentuk mindmap atau bagan bagan, bahkan untuk catatn kuliah sekalipun

2. orang yang digurui akan lebih bersemangat

Ini saya rasakan sendiri, ketika ada yang menaanya-nanyai saya dan dia siap sedia pulpen kertas, saya jadi lebih waspada dan semangat dalam mengeluarkan kata kata. Khawatir jika salah nanti tercatat terus, dan kalau benar tentu jadi amal jariyah bukan?

Jadi kalau saya balik, mencatat itu bisa menjadi salah satu metode supaya diskusi berguru menjadi lebih atraktif dan bersemangat. Si pemateri bersemangat, yang menerima ilmu pun pasti kebawa lebih semangat

==

Waktu saya MBA dulu, saya bahkan heran ada orang yang dateng kuliah ga nyatet apa apa! susah sekali untuk husnudzon.

Tapi waktu S1 dulu, ada kok teman saya yang ga nyatet, kadang telat terus dateng kuliahnya, tapi prestasi akademiknya bagus bagus aja kok. Ada berapa banyak sih orang kaya gini? ah paling juga 1 dari 100. Dan saya bukan orang itu.

Yang menurut saya lebih parah adalah ketika saya mendatangi seminar berbayar (mahal), ada yang ga bawa buku catetan coba! waduh.. jangan jangan dia pematerinya. atau penonton bayaran gitu? haha

Ya wallahualam. Kemampuan orang sih memang beda beda. Saran saya jika kemampuan anda bukanlah orang yang super istimewa, selalu siapkan buku catatan ketika menimba ilmu.

Oya kadang saya beberapa kali nonton Youtube pun pakai catetan loh.

0 Response to "Mencatat Ketika Menimba Ilmu"

Posting Komentar