My Sticky Gadget

Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Prospek Kerja Lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Saya akan coba bikin artikel ini se-objektif mungkin, sesuai pengalaman yang saya alami, dan dari sudut pandang perusahaan kecil UMKM. Mudah2an bisa dijadikan kritik yang membangun khususnya untuk jajaran civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
ilustrasi pelamar kerja
ilustrasi pelamar kerja

Setidaknya sejak 2 tahun ke belakang saya membuka lowongan kerja untuk S1 dari berbagai jurusan, untuk mengisi berbagai posisi di level supervisor.

Banyak sekali pelamar dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurusannya macem macem. Ada yang dari jurusan umum, dan ada yang dari jurusan keislaman. Kurang lebih pelamar dari UIN ini 80% dari seluruh pelamar. Banyak banget kan? dan ini terjadi berulang ulang, selalu lulusan UIN paling banyak yang mengirimkan CV. Fakta ini bisa membuktikan 2 kemungkinan, yang pertama tingkat pengangguran (pencari kerja) dari lulusan UIN ini sangat banyak sekali, atau yang kedua lulusan kampus lain tidak berminat melamar kerja ke perusahaan level UMKM. Saya lebih condong ke kemungkinan pertama, karena saya tidak menutup calon pelamar hanya dari kampus TOP saja kok.

Fakta selanjutnya, dari sekian banyak yang melamar itu, banyak juga yang lolos seleksi CV dan masuk ke tahap wawancara. Kadang langsung oleh saya, kadang ditangani oleh istri. Secara kasar, saya berani bilang sudah mewawancarai 50 orang lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dari kurang lebih 50 orang itu, hanya 1 yang akhir berhasil kerja sama saya! ratio yang sangat rendah. Entah karena memang posisi yang ditawarkan tidak fit dengan jurusan dia kuliah, atau memang kompetensi lulusan UIN ini memang rendah, atau bahkan standar saya yang ketinggian?

Dan lebih ngerinya lagi, dari cuma 1 orang yang saya pekerjakan itu, dia itu BAD HIRING! alias hanya bertahan 3 bulan saja di perusahaan saya, ga kuat, ga bisa perform, tidak cocok, dan ga ngerti pekerjaannya. Kenapa bisa gini? padahal pekerjaan yang saya tawarkan adalah hal hal umum saja, hal hal seputar onlinshop, pembukuan standar dan pekerjaan pekerjaan standar. Ga dibutuhkan hard-skill khusus, tapi dibutuhkan soft-skill standar bekerja yaitu: MAU BELAJAR dan DISIPLIN.

Kalau kita tarik premisnya, apakah lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu memang rendah sekali kompetensinya, lulusannya sulit beradaptasi, dan kurang disiplin. Duh maaf sepertinya kritik ini pedas sekali, tapi itulah yang ada di benak saya sekarang. Oleh karenanya setiap saya buka lowongan pekerjaan baru, lulusan UIN sudah mendapatkan nilai "mines" duluan dari saya.

Supaya fair saya bahas juga karyawan S1 saya yang lain. Saya pernah memperkerjakan 2 lulusan UPI Bandung, 2 2 nya bagus. Kerja sesuai, bisa adaptasi, disiplin, mau belajar, dan getting things done. Dari 2 oran tersebut 1 sudah resign karena keterima PNS, yang 1 lagi masih bertahan sampai sekarang.

Trus ada lagi lulusan S1 dari kampus lain (yang saya lupa namanya), yang jelas bukan kampus negeri, dan bukan kampus top. Setidaknya ada 2 orang yang bagus, dan tidak bad hiring.

Saya tegaskan ini dari sudut pandang UMKM alias perusahaan kecil loh ya. Siapa tau kalau di perusahaan multinasional atau perusahaan besar, lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini pada perform dalam bekerja. Sehingga hanya menyisakan yang "jelek-jelek" saja untuk melamar di UMKM. Wallahualam.

Jadi kesimpulan saya, buat kampus UIN Sunan Gunung Djati harus bebenah mengenai kompetensi lulusannya. Mungkin jika perlu ada pelatihan pra kerja, atau memperpanjang magang, dan lain sebagainya. Dan untuk anda atau anak anda yang baru mau kuliah, lebih baik berpikir 2x mengkuliahkan di kampus ini jika orientasinya hanya bekerja.

0 Response to "Prospek Kerja Lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung"

Posting Komentar