My Sticky Gadget

Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Review Buku: Good to Great - Jim Collins

Meski beberaa hari lalu baru saja saya bikin artikel tentang buku self-help yang "gitu gitu aja", tapi di posting ini saya mau review buku: Good to Great. hehe

Sebenernya saya ga setuju 100% kalau ini disebut buku self-help, tapi ini lebih ke buku bisnis. Memang isi di dalemnya lebih mengarah ke CEO (personal) perusahaan untuk melakukan sesuatu, jadi ya kaya self-help juga.

Halamannya sekitar 250an, kertasnya cukup tebel, covernya OK, dicetak oleh Gramedia.

buku Good to Great - Jim Collins
buku Good to Great - Jim Collins


Secara umum buku ini ngebahas perusahaan perusahaan yang nilai sahamnya drastis melonjak dalam minimal 15 tahun di Amerika. Jadi sebenernya agak kurang pas unutk dibaca oleh pelaku UMKM yang bisnisnya baru di bawah 10 tahun.

Ini beberapa poin penting yang bisa saya bagikan:


  • Perusahaan hebat bukan hanya fokus kepada yang harus dilakukan, fokus dan lebih disiplin dengan apa yang JANGAN DILAKUKAN dan TIDAK BOLEH dilakukan lagi
  • Salah satu kunci dari membuat perusahaan yang caling up sampai 10x lebih ini adalah menjadi pemimpin LEVEL 5. ciri ciri pemimpin level 5
    • tidak menyalahkan selain dirinya
    • jika sukses tidak menerima pujian, malah merasa keberuntungan (dengan tulus)
    • fokus ke 1 tujuan
    • tidak terlalu muncul menjadi motivator media
    • rendah hati
  • Jika suatu perusahaan atau tim terdiri dari orang orang yang tepat, dan mendepak orang yang keliru, maka mereka akan menuju suatu tempat yang hebat
  • Cari dulu siapa, baru apa. Mencari orang yang tepat dalam tim, baru tentukan tujuan. --> menarik juga, buku ini bilang, kalau timnya terdiri dari orang hebat, ga perlu khawatir mau melakukan apa. Tapi kalau sudah jelas mau melakukan apa, sebuah tim bisa saja tidak terdiri dari orang hebat
  • Jadilah perusahaan yang merkerut 5 orang, memperkerjakan seperti 10 orang, dan membayar mereka seperti 8 orang. Buatlah lingkungan yang mendepak orang orang malas untuk keluar dengan sendirinya
  • Satu satunya cara menghargai orang yang berprestasi adalah, dengan tidak membebani mereka dengan orang yang tidak berprestasi
  • Membiarkan orang tidak berkompetensi tetap bekerja dengan membuat ketidakpastian dan ketidaknyamanan berbulan bulan bertahun tahun, ini adalah kejam, karena merampok waktu berharga mereka. Lebih baik segera langsung "buang" orang seperti ini.
  • Ragu untuk merekrut orang? jangan rekrut! terus cari. Cari cara lain untuk bertahan sampai menemukan orang yang tepat. --> menurut saya ini kalau untuk levelnya manajerial atau strategis ya, kalau untuk level operator rasanya ga masalah, yang penting dia bisa kerja. baca: Tingkatan Level Karyawan
  • Orang orang yang membangun perusahaan hebat sadar betul bahwa penghambat pertumbuhan itu bukanlah teknologi, pasar, kompetensi, atau produk. Yang utama adalah: bagaimana perusahaan mampi untuk mendapatkan dan mempertahankan cukup banyak orang yang tepat
  • Orang yang tepat tidak perlu dimotivasi untuk bekerja lebih serius, mereka akan termotivasi dengan sendirinya. Yang harus dilakukan adalah menjaga motivasi itu tidak surut, jangan kasih harapan palsu!
  • Konsep landak: hanya 1 jurus tapi sangat ampuh. Landak tidak perlu pusing menghadapi predator dimana saja dan kapan saja, yang dia lakukan hanya merengkut dan berdirikan duri. Cukup latihan ini dengan konsisten dan tepat, sudah cukup buat landak menjalani hidup dengan nyaman
  • Konsep 3 lingkaran, untuk menghasilkan hasil yang luar biasa, lihat gambar di bawah ini:
    tiga lingkaran dalam konsep landak, perlu dipraktekkan
    tiga lingkaran dalam konsep landak, perlu dipraktekkan

  • Jika tidak bisa menjadi yang terbaik di suatu bidang, kenapa kita tetap mengerjakannya?
  • Perusahaan good to great, membangun sistem dengan batasan yang jelas. Memperkerjakan orang yang displin pribadi tinggi, tidak perlu dikelola. Lalu perusahaan mengelola sistem, bukan mengelola orang
  • CEO Nucor: " 20 persen sukses kami adalah karena teknologi baru, 80% sisanya berada dalam budaya perusahaan kami"
  • Perusahaan good to great melihat kompetisi bukan dengan rasa takut dan iri. Kesuksesan yang diraih kompetitornya bukan jadi motivasi untuk bekerja lebih baik. Ini adalah motivasi semu. Mereka didorong oleh kreatif mendalam dan dorongan batin akan keunggulan murni karena rasa ingin unggul itu sendiri.
  • Dalam perjalanan perusahaan jangka panjang, tidak ada momen penentu tunggal, tidak ada keputusan penentu tunggal, tidak ada kebijakan penentu tunggal, tidak ada inovasi maut. Perusahana good to great terbentuk karena proses kumulatif yang membuahkan hasil spektakuler dan lestari
Buku sangat saya rekomendasikan untuk anda yang sudah berbisnis paling tidak 3 tahun. Ini ga cocok untuk startup, startup butuh jangka pendek dulu baru berpikir jangka panjang, sedangkan buku ini menawarkan pola pikir yang super jangka panjang.

Semoga bermanfaat.

0 Response to "Review Buku: Good to Great - Jim Collins"

Posting Komentar