Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Rich Dad's Guide to Investing - Chapter I

Rich Dad's Guide to Investing - Chapter I: Apakah secara mental anda siap menjadi investor?

Sebelumnya saya sudah menulis review tentang buku lain Kiyosaki yang berjudul Cashflow Quadrant, saya menyarankan anda untuk membaca dulu tulisan saya tersebut di link ini.

sumber: entrespective.com


Buku selanjutnya dari Kiyosaki ini sebenarnya adalah pengembangan dari buku-buku sebelumnya (Rich Dad Poor Dad & Cashflow Quadrant), hanya saja disini Kiyosaki lebih mengedepankan aspek-aspek teknis dalam berinvestasi.

Bersikaplah Sebagai Orang Kaya

sumber: mothersip.sg
Banyak orang bermimpi jadi kaya, tapi tidak memilih untuk jadi kaya. Mereka terlalu takut untuk mewujudkan keinginan mereka sampai-sampai muncul polapikir "saya lebih memilih bahagia daripada kaya". Kita tidak boleh naif, polapikir tersebut tidak  sepenuhnya benar. Memang benar bahwa parameter bahagia bukan hanya uang, tapi untuk hidup di zaman sekarang uang adalah hal mutlak untuk pemenuhan kebahagiaan. Contoh dasarnya adalah pemenuhan kebutuhan kesehatan dan pendidikan anak-anak kita. Jika 2 kebutuhan dasar tersebut tidak bisa kita penuhi, apakah kita akan hidup bahagia? saya rasa tidak.


Persiapkanlah diri anda untuk menjadi seseorang yang kaya, dimulai dengan sikap mental anda. Banyak orang ingin menjadi kaya akan tetapi masih saja bermental orang miskin. Mental miskin adalah sikap dimana kita memandang uang adalah sesuatu yang tidak kita kita kendalikan. Contoh sederhana untuk mengendalikan uang adalah dengan membuat cashflow pribadi, apakah memilki cashflow pribadi?

Contoh lain orang yang bermental miskin adalah jika ia menginginkan sesuatu, ia hanya berpikir "aku tidak mampu membelinya", sedangkan orang yang bermental kaya akan berpikir sebaliknya dengan berkata "bagaimana aku dapat membelinya".

Untuk menjadi investor yang tangguh, kita jangan hanya berharap sesuatu yang baik terjadi terhadap kita, tapi kita harus siap menghadapi semua kenyataan yang mungkin terjadi. Jelasnya, jika investasi anda berhasil anda harus bersyukur, dan jika gagal kita mesti siap menghadapinya dan belajar lebih banyak lagi. Banyak orang shock ketika gagal, dan semakin jatuh dalam jurang frustasi, padahal kegagalan adalah guru yang baik untuk mencapai keberhasilan. Kendalikanlah diri anda untuk menghadapi keadaan, bukan keadaan yang mengendalikan anda.

Investasi itu bukanlah sesuatu yang riskan, yang riskan adalah butanya pengetahuan kita akan investasi. Banyak org takut unuk berinvestasi karena tidak siap untuk menghadapi resiko yang bakal terjadi, padahal kenyataannya jika kita mengerti seluk beluk investasi yang kita geluti, resiko itu bisa ditekan hingga nyaris tidak ada. Orang yang berani mengambil resiko karena nekat lebih cocok disebut penjudi daripada investor.

Buatlah Rencana Tertulis

sumber: venusagenpulsa.blogspot.com
Tuhan menciptakan kehidupan yang melimpah tanpa batas, lalu mengapa kita membatasi diri? tidak ada yang tidak mungkin. Dahulu kalau orang tidak terpikir untuk bisa terbang, tapi sekarang terbang adalah hal yang lumrah buat semua orang. Jangan batasi diri kita dengan hal-hal yang pesimistis, optimis lah jika ingin mulai berinvestasi. Tapi perlu diingat, optimis perlu diiringi dengan usaha yang sebanding, optimis tanpa usaha sama dengan nol besar.

Jika berencana untuk kaya, mulailah menulis semua rencana anda untuk menjadi kaya. Banyak orang "omong doang" berkeinginan untuk menjadi kaya, tapi tidak pernah menuliskan rencana-rencana mereka untuk meggapai kekayaan. Tanpa rencana tertulis, rencana anda untuk menjadi kaya seakan-akan kurang berkomintmen.

Mulailah dengan menuliskan rencana anda hari ini, besok, lusa, bulan ini, tahun ini, 10 tahun lagi dan seterusnya. Setelah rencana tersebut anda rasa sudah mantap, anda tinggal menjalaninya dengan mengerahkan seluruh tenaga anda.

Investasi itu layaknya seperti kendaraan, karena membawa kita berpindah dari titik A ke titik B. Seberapa cepat kita berpindah adalah bergantung kepada seberapa baiknya kita memilih kendaraan dan mengemudikannya. Sama halnya jika kita ingin bepergian dr Jakarta menuju Bandung. Kita bisa memilih naik bus, mobil, motor, atau bahkan helikopter. Semua berbeda waktu tempuhnya, tetapi tidak selalu yang tercepat adalah yang terbaik. 

Menaiki helikopter menuju Bandung merupakan yang tercepat, tetapi memerlukan biaya yang tinggi. Sedangkan naik bus mungkin yang adalah terlama, tapi biaya rendah dan kita bisa mengisi waktu selagi di perjalanan dengan hal-hal yang positif seperti membaca buku.

Investasi juga sama, kita mesti merencanakan sebaik-baiknya rencana kita. Apa yang kita cari dengan melakukan investasi? bagaimana kita mendapatkan pelajaran dari investasi? seberapa konsisten-kah investasi kita? semuanya patut kita rencanakan.
Jika anda ingin berinvestasi tanpa adanya rencana, jangan harap investasi anda akan berhasil.

Buatlah Semuanya Sederhana

sumber: keepkalm-o-matic.co.uk
Pelajarilah dasar-dasar investasi dimulai dengan kosakata finansial. Dengan kita mengetahui semua dasar-dasar berinvestasi, kita akan faham investasi apa yang sedang kita jalani, dan kita tidak akan mudah " ditipu" oleh orang lain. Sama halnya jika kita pergi ke dokter, dokter mengatakan istilah-istilah medis yang tidak kita ketahui, dan kita hanya mengangguk saja karena kita tidak faham, dan dokter mendapat bayaran mahal dari kita tentang sesuatu yang kita tidak faham.

Untuk menjadi kaya itu sebenarnya membosankan. Karena orang kaya membutuhkan konsistensi dan tingkat keuletan yang tinggi. Banyak orang menyerah untuk menjadi kaya karena cepat bosan, kurang bergairah. Agar menjadi kaya kita mesti membangun semuanya pelan-pelan dan konsisten, jangan tergiur dengan sesuatu yang instant. Seperti peribahasa "sedikit sedikit, lama lama jd bukit"

Buatlah investasi menjadi sederhana. Banyak orang menyangka bahwa untuk menentukan pilihan investasi diperlukan formula yang kompleks, padahal faktanya banyak orang sukses dalam berinvestasi dengan rencana yang sederhana. Sebenarnya investasi memang sederhana, mulailah dengan hal-hal yang dasar dan konsistensi. Thats it!

Waktu Lebih Berharga daripada Uang

sumber: mininghere.com
Bagi kebanyakan orang, harga itu diujur dengan uang, padahal kenyataannya haga itu diukur oleh waktu. Diantara uang dan waktu, waktu jauh lebih berharga.
Seperti contoh ilustrasi kendaraan di atas, helikopter akan jauh lebih mahal daripada bus karena waktu tempuh yang jauh lebih singkat. Jadi jangan sia-siakan waktu anda, pergunakanlah secara bijak. Uang bisa dicari, waktu tidak.

Mulai sekarang manfaatkanlah waktu anda sebaik-baiknya. Belajar belajar dan belajar. Belajar bukan hanya duduk dalam kelas dan mendengarkan dosen berbicara, belajar adalah bagaimana diri kita meresponse segala sesuatu yang terjadi.

=========================

quotes: Kita bisa mengajari anak kecil apa itu sepeda dan bagaimana cara meggunakannya, tapi anak itu baru akan bisa bersepeda jika sudah mencobanya.

Selanjutnya anda bisa membaca ringkasan saya untuk Chapter II.