My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Strategi Jualan di Shopee: Iklan Meta, Live, dan Tantangan Ekspedisi

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mohon maaf atas absennya saya beberapa hari terakhir karena kesibukan yang padat. Kali ini, saya akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan dan curhatan dari teman-teman seputar berjualan di Shopee. Semoga apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat dan membantu.

Iklan Meta Shopee: Sebuah Opsi Baru?

Salah satu pertanyaan menarik datang mengenai program iklan Meta yang kini tersedia di Seller Centre Shopee. Banyak yang penasaran, bagaimana prospeknya? Apakah bagus atau tidak? Apalagi, saya melihat biaya iklan minimumnya cukup besar, bisa mencapai satu juta rupiah lebih. Sejujurnya, saya sendiri belum ada niatan untuk mencobanya. Saya lebih memilih menunggu testimoni dari teman-teman yang sudah bereksperimen. Kalau kita bandingkan dengan beriklan langsung di Meta (Facebook atau Instagram Ads), biasanya biayanya tidak sampai satu juta rupiah. Makanya, melihat angka minimum yang tinggi di Shopee ini membuat saya masih ragu untuk mencoba.

Efektivitas Shopee Live vs. Iklan Reguler

Pertanyaan lain datang dari Mas Banu mengenai konversi. Ia sempat tidak mendapatkan konversi sama sekali selama dua sampai tiga hari, namun setelah melakukan Shopee Live, penjualan mulai kembali. Ini memunculkan pertanyaan: mana yang lebih berpengaruh, iklan atau live, atau justru keduanya?

Saya menyarankan untuk memeriksa apakah pembeli yang checkout dari sesi live mendapatkan voucher spesial dari Shopee. Jika ada, bisa jadi saat tidak ada live dan voucher, harga produk menjadi relatif kemahalan di mata pembeli, mengindikasikan produk tersebut sensitif terhadap harga. Ketika ada penawaran lebih murah (misalnya dari voucher live), pembeli akan langsung tertarik.

Secara pribadi, saya merasa bahwa Return on Investment (ROI) dari Shopee Live cenderung lebih kecil, terutama jika kita melibatkan karyawan, perangkat, dan studio set khusus. Bagi saya, akan lebih efektif jika kita fokus memperbanyak toko atau produk. Iklan reguler lebih terukur. Kalau live, kita masih bergantung pada traffic dari Shopee, kecuali jika kita memiliki basis followers Instagram yang besar dan bisa mengarahkan traffic eksternal ke sesi live kita.

Memahami Strategi Iklan di Shopee

Diskusi berlanjut ke jenis iklan lain, seperti iklan Cipas yang biayanya cukup mahal, sekitar Rp144.000 per hari dengan minimal 7 hari, yang berarti total lebih dari satu juta rupiah. Lagi-lagi, saya belum mencoba dan memilih untuk 'no comment' dulu.

Namun, ada satu teori penting yang ingin saya sampaikan: jangan terlalu mengandalkan iklan saat penjualan sedang buruk. Beriklan habis-habisan ketika performa toko sedang menurun sepertinya tidak akan menjadi solusi instan. Sebaliknya, jika penjualan sedang bagus, itulah saat yang tepat untuk mempertimbangkan scale up dengan iklan. Silakan Mas Banu mencoba dan melaporkan hasilnya nanti!

Mengatasi Berbagai Masalah Ekspedisi

Salah satu masalah yang sering dihadapi adalah isu pengiriman. Mas Soni menceritakan pengalamannya, di mana calon pembeli di Kalimantan tidak bisa checkout karena tidak ada opsi ekspedisi sama sekali, padahal produknya biasanya tetap mendapatkan opsi pengiriman (meskipun terbatas) walau tergolong cairan berbahaya. Kasus seperti ini cukup sulit untuk saya berikan solusi pasti karena saya belum pernah mengalaminya secara langsung. Namun, saya setuju bahwa ini adalah masukan berharga, karena kemungkinan besar ada pembeli lain yang mengalami hal serupa tapi tidak menyampaikan.

Kemudian, ada pertanyaan apakah sebaiknya kita mengaktifkan semua opsi kurir yang tersedia di Shopee. Berdasarkan pengalaman eksperimen saya dulu, mengaktifkan lebih banyak kurir tidak serta-merta membuat traffic atau konversi meningkat. Justru, hal ini lebih berpengaruh pada operasional kita. Jangan sampai lokasi kurir jauh atau ada persyaratan khusus (misalnya packing kayu untuk JNE) yang merepotkan. Selama SPX (Shopee Express) aktif, itu sudah cukup karena Shopee sendiri cenderung memonopoli pengiriman. Dari sisi pembeli pun, mereka cenderung memilih 'Reguler' atau 'Hemat', dan biarkan Shopee yang menentukan kurir mana yang akan dipakai.

Masalah lain muncul ketika ada kendala sistem dengan kurir pihak ketiga seperti JNE atau J&T, di mana status pengiriman tidak dapat diperbarui. Meskipun SPX terlihat lebih 'satu jalur' dengan Shopee, pengalaman saya menunjukkan bahwa SPX pun beberapa kali mengalami masalah. Pada dasarnya, semua kurir tersebut (termasuk SPX) adalah 'pihak ketiga' dalam ekosistem Shopee. Shopee memiliki kekuatan dan kebijakan penuh dalam hal pengiriman, jadi terkadang kita memang hanya bisa pasrah.

Memilih Sistem ERP: Studi Kasus Odoo

Mengenai sistem ERP (Enterprise Resource Planning), Mas Banu bertanya tentang Odoo. Menurut saya, Odoo adalah pilihan yang bagus. Dia bersifat full custom, memiliki komunitas yang kuat, dan bersifat open source. Jika Anda sudah paham cara menggunakannya, sistem ini sangat nyaman. Namun, jika Anda kesulitan memahaminya, mungkin lebih baik menggunakan ERP dengan preset seperti Accurate.

Saya pribadi masih menggunakan Odoo versi gratis untuk satu modul, yaitu finansial. Dan ya, itu sangat worth it!

Tantangan Ekspedisi Lanjutan & Kompensasi

Mas Bayu Cahya juga berbagi pengalamannya terkait masalah ekspedisi. Ia sempat bermasalah dengan J&T Cargo karena perbedaan tonase, sehingga sering ada potongan biaya. Namun, masalah terbesar yang ia hadapi saat ini adalah dengan SPX, di mana banyak pengiriman yang overload dan barang sering diretur tanpa diskusi, berbeda dengan dulu yang masih ada proses banding.

Fenomena retur otomatis ini memang sudah berjalan cukup lama. Sekarang, pembeli bisa langsung melakukan retur, dan kita sebagai penjual baru bisa mengajukan banding. Saya sendiri pernah mengalami barang lambat sampai dengan SPX, dan setelah beradu argumen (karena rating toko bisa jadi jelek), saya mendapatkan kompensasi berupa voucher iklan senilai Rp100.000 - Rp200.000. Lumayan, daripada tidak sama sekali!

Demikian beberapa curhatan dan diskusi kita kali ini. Sebagai Ghani Rozaqi, saya selalu berharap insight seperti ini bisa bermanfaat untuk pengembangan bisnis Anda. Jangan lupa kunjungi ghanirozaqi.com untuk lebih banyak tips dan informasi bisnis.

Terima kasih banyak, sampai jumpa di kesempatan berikutnya!

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Strategi Jualan di Shopee: Iklan Meta, Live, dan Tantangan Ekspedisi"

Posting Komentar