My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Update E-commerce: Shopee CPM, Omni Channel & Multi-Platform Marketing

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Teman-teman.

Saya ingin berbagi sedikit tentang berbagai diskusi menarik yang kami adakan baru-baru ini. Kesehatan itu mahal sekali, saya sempat merasakan kurang enak badan dan itu menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga kesehatan. Percuma ROAS bagus kalau kesehatan jelek.

Omnichannel untuk Manajemen Stok yang Efisien

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah mengenai integrasi data stok internal dengan platform seperti Shopee atau TikTok. Misalnya, jika Anda memiliki kode SKU di sistem internal, apakah itu bisa disambungkan secara otomatis ke toko online Anda?

Jawabannya, tentu saja bisa! Kita bisa memanfaatkan sistem omnichannel. Dengan omnichannel, Anda tidak perlu menginput data stok secara manual. Jika data SKU di Shopee Anda sudah rapi dan lengkap, Anda bisa mengimpornya menggunakan API ke platform omnichannel seperti BigSeller. Nantinya, SKU yang sama akan otomatis tersinkronisasi.

Lebih jauh lagi, jika Anda memiliki penjualan online dan offline, dan stok Anda terintegrasi, ketika ada pesanan di toko offline, stok online juga akan otomatis berkurang. Ini sangat mungkin dilakukan, namun memang membutuhkan koneksi melalui platform omnichannel. Saya pribadi sering menggunakan BigSeller untuk kebutuhan ini, meskipun ada banyak pilihan lain seperti Jubelio.

Strategi Menghubungkan TikTok ke Shopee

Banyak teman-teman bertanya tentang kemungkinan mengarahkan traffic dari TikTok ke toko Shopee. Apakah ini bisa dilakukan?

Ya, ini bisa. Namun, ada beberapa batasan. Misalnya, Anda tidak bisa menggunakan fitur keranjang kuning langsung untuk mengarahkan ke Shopee. Biasanya, Anda perlu mengarahkan traffic melalui link di bio profil TikTok Anda, atau dengan menjalankan iklan. Jika Anda ingin beriklan, Anda bisa menggunakan Video Shopping Ads (VSA) yang mirip dengan Meta Ads. Jadi, meskipun tidak semudah integrasi langsung, tetap ada cara untuk mengoptimalkan TikTok sebagai sumber traffic ke Shopee.

Perubahan Iklan Shopee: Dari CPC ke CPM

Ada perubahan besar dalam sistem iklan Shopee yang perlu kita pahami, terutama terkait CPM (Cost Per Mille atau biaya per seribu tayangan). Dulu, iklan Shopee dikenakan biaya berdasarkan jumlah klik (CPC). Artinya, Anda hanya membayar jika ada yang mengklik iklan Anda.

Namun, sekarang berbeda. Shopee sudah mulai menerapkan sistem di mana biaya bisa dikenakan berdasarkan impression atau tayangan, bukan hanya klik. Artinya, iklan Anda bisa saja dikenakan biaya hanya karena dilihat, meskipun tidak ada yang mengklik. Ini berarti Anda harus lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran iklan.

Seperti pengalaman salah satu teman yang memiliki empat toko: satu toko lama yang iklannya tidak diubah masih mendapatkan biaya per klik yang murah, sementara tiga toko baru yang diiklankan justru dikenakan biaya per klik yang jauh lebih mahal, bahkan mencapai Rp5.000-Rp7.000. Ini menjadi indikasi bahwa perubahan ini sangat berdampak.

Saran saya, selama masa transisi seperti ini, sebaiknya kita bermain minimalis atau dalam mode 'defense' terlebih dahulu. Pantau performa iklan secara cermat dan pelajari dokumentasi resmi dari Shopee. Jangan langsung agresif, amati dulu bagaimana algoritma bekerja dan sesuaikan strategi Anda.

ROAS dan Peran Traffic Eksternal

Seorang teman juga berbagi pengalaman menarik. Ia mengurangi jumlah iklan di Shopee hingga setengahnya, namun ROAS (Return On Ad Spend) justru meningkat dari sekitar 10-an menjadi di atas 15, dengan pendapatan harian yang relatif sama. Ini adalah observasi yang sangat jeli!

Hal ini bisa terjadi karena adanya traffic eksternal yang ia arahkan dari Facebook, TikTok, dan WhatsApp. Jadi, ketika iklan Shopee dikurangi, traffic yang masuk dari sumber luar ini masih kuat, mengisi 'lower funnel' atau calon pembeli yang sudah siap bertransaksi. Shopee sendiri sepertinya mendukung ini dengan menghilangkan tulisan 'Ads' di listing produk, sehingga traffic dari luar tidak terkesan sebagai iklan berbayar di platform.

Meskipun demikian, penting untuk tetap waspada. Kualitas ROAS yang tinggi tanpa iklan yang masif biasanya hanya bertahan dalam periode waktu singkat. Jika traffic eksternal tidak terus 'diberi makan' atau diperbaharui, kemungkinan ROAS akan kembali turun. Jadi, nikmati saja dulu, tapi tetap siap untuk menyesuaikan strategi di kemudian hari.

Tooco: Alternatif untuk Membangun Traffic Sendiri

Diskusi juga menyentuh platform Tooco. Apakah Tooco bisa menjadi alternatif penjualan online?

Tooco memiliki karakter yang berbeda dengan Shopee atau TikTok. Shopee dan TikTok memiliki traffic sendiri yang melimpah, sementara Tooco tidak. Tooco didesain untuk teman-teman yang ingin mendatangkan traffic sendiri. Daripada membuat website pribadi yang memerlukan integrasi payment gateway dan sistem lainnya, Tooco menawarkan solusi yang lebih praktis. Sistemnya menggunakan escrow, di mana uang akan ditahan di pihak ketiga sebelum diteruskan ke penjual, sehingga lebih terpercaya. Tooco adalah jembatan bagi Anda yang ingin mengendalikan penuh traffic dan pengalaman pelanggan, mirip Shopify, namun dengan sistem escrow yang lebih aman.

Pentingnya Diversifikasi Channel Penjualan

Melihat dinamika pasar yang terus berubah, penting bagi kita untuk tidak berhenti berjualan di satu platform saja, misalnya karena adanya kebijakan baru atau isu tertentu. Anggaplah berjualan di platform tersebut sebagai jualan santai.

Tetap buka semua keran penjualan, namun mungkin tidak perlu terlalu agresif agar tidak boncos, sambil terus membangun dan mengembangkan channel lain. Diversifikasi adalah kunci untuk menjaga bisnis tetap berjalan dan adaptif terhadap perubahan.

Itulah beberapa intisari diskusi kami. Bagi teman-teman di Bandung, jangan lupa ya, kita ada sesi ngabakso offline setiap Selasa jam 1 siang. Silakan mampir ke kedai bakso saya. Dukungan dari teman-teman sangat berarti di masa-masa ini. Terima kasih banyak atas partisipasinya!

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam,
Ghani Rozaqi
ghanirozaqi.com

0 Response to "Update E-commerce: Shopee CPM, Omni Channel & Multi-Platform Marketing"

Posting Komentar