Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Teman-teman. Setiap hari saya mencoba menjawab berbagai pertanyaan dan curhatan seputar bisnis online. Semoga jawaban-jawaban saya bisa membantu Anda semua.
Pertanyaan pertama datang dari Masad Zaki yang menanyakan seputar notifikasi update formula gratis ongkir ekstra. Jujur, saya belum tahu detail perhitungannya, tapi saya sudah menduga bahwa sistemnya akan dibuat lebih kompleks. Saya sendiri masih mencari waktu untuk memahaminya lebih dalam. Yang jelas, ada perbedaan antara pengiriman kargo, hemat, dan juga berat barang, terutama untuk yang di atas 20 kilogram. Intinya, dibuat lebih rumit dan membingungkan.
Masad Zaki merasa kaget karena baru saja menghitung keuntungan toko yang ternyata tipis, lalu tiba-tiba ada perubahan lagi. Saya hanya bisa berujar, memang begitulah tantangan dalam bisnis online, kita harus sabar mengikuti perubahan. Saya berjanji akan membagikan informasi lebih lanjut jika saya sudah mendapatkan perhitungan yang jelas, mungkin dalam bentuk video atau artikel di ghanirozaqi.com.
Selanjutnya, Mas Hari Pas bertanya mengenai proses peninjauan Star Seller. Tokonya sudah memenuhi kriteria dan sudah jualan selama sebulan, namun status Star Seller-nya belum juga keluar. Saya cukup terkejut mendengar ini, karena biasanya jika semua kriteria sudah centang, minggu depannya sudah bisa menjadi Star Seller. Saya sempat menanyakan apakah Mas Hari Pas menjual barang-barang aneh, tapi ternyata kategori produknya adalah home living. Saya menyarankan untuk segera komplain ke Customer Service (CS), meskipun Mas Hari Pas sudah mencobanya dan diminta menunggu. Sayangnya, saya tidak memiliki pengalaman serupa, jadi tidak bisa banyak membantu.
Kemudian, Mas JJ mengajukan pertanyaan menarik tentang strategi harga. Mana yang lebih baik, langsung memberikan harga coret final atau membuat harga coret yang lebih tinggi lalu diturunkan lagi dengan flash sale toko dan tambahan voucher? Saran saya pribadi, lebih baik langsung harga coret final. Mengapa? Karena jika kita terus-menerus menganggarkan flash sale dan voucher toko, itu berarti kita akan terus-terusan promo. Hal ini sangat melelahkan dari sisi operasional dan setup-nya bisa sangat menyita waktu.
Selain itu, jika permintaan pasar tinggi dan stok berkurang, akan menjadi repot jika promo tidak bisa langsung dimatikan, terutama untuk flash sale di Shopee. Saya lebih suka menggunakan flash sale untuk cuci gudang atau membersihkan stok, bukan sebagai strategi harga harian. Jadi, kembali lagi, harga coret final lebih efisien untuk strategi penjualan rutin.
Yamato juga menanyakan hal yang sama dengan Masad Zaki, yaitu update gratis ongkir ekstra. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, saya masih belum sepenuhnya paham perhitungannya. Setahu saya, aturan baru ini mulai berlaku sekitar 1 atau 2 Mei. Perhitungannya memang rumit, membedakan berdasarkan berat barang (di atas 20 kg), jenis pengiriman kargo, dan lainnya. Intinya, biaya pengiriman mungkin naik, tapi kenaikannya dibagi berdasarkan komponen-komponen tertentu. Jadi, harap bersabar ya, saya pasti akan segera mencari tahu detailnya.
Mas Hari Pas kembali bertanya tentang penurunan traffic setelah lebaran. Saya mengakui bahwa memang ada penurunan traffic. Saya sendiri setelah lebaran belum serius beriklan. Saya memilih untuk santai sejenak, memperbaiki berbagai hal, dan menikmati hasil jerih payah sebelum kembali beriklan secara agresif, mungkin nanti saat mendekati musim back to school ketika libur sekolah usai. Namun, perlu diingat bahwa penurunan ini tergantung pada kategori produk. Beberapa kategori justru mengalami kenaikan, seperti olahraga (sepatu lari) dan kaos-kaos sublim. Jadi, dampaknya bervariasi.
Mas Nurfadilah bertanya tentang alokasi budget iklan GMV Max. Berapa persen dari laba kotor yang ideal untuk dialokasikan? Ini pertanyaan yang sangat menarik. Saran saya, maksimal 50% dari laba kotor. Tentu, bisa saja lebih dari itu dan tetap menguntungkan, namun kita perlu mempertimbangkan berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk mencapai keuntungan tersebut. Ada yang mengalokasikan hingga 80% dari profit kotor untuk iklan, dan memang bisa gacor, tapi biaya operasional dan adminnya pasti sangat besar. Bagi saya, 50% adalah alokasi yang ideal.
Terakhir, Mas Diki Wijak, seorang supplier back to school, menanyakan mengapa tawaran harganya belum saya respons. Saya ingin menjelaskan bahwa kriteria utama saya dalam mencari supplier, terutama untuk program sindikat dropship kami, bukanlah semata-mata masalah harga, melainkan masalah kepercayaan atau trust. Untuk menjalin kerjasama dropship, saya biasanya membutuhkan pertemuan langsung dan akad secara tatap muka. Sebagian besar supplier yang bekerjasama dengan saya adalah orang-orang yang sudah saya kenal. Jadi, jika kita belum sempat bertemu, mungkin itu alasannya. Saya mohon maaf atas keterlambatan responsnya, dan saya terbuka jika ada kesempatan untuk bertemu langsung di Bandung.
Memang, teman-teman, kriteria saya pribadi dalam memilih supplier dropship, bahkan yang saya rekomendasikan untuk teman-teman di Sindikat Dropship, bukan yang termurah. Bagi saya, kepercayaan adalah yang utama.
Terima kasih atas semua pertanyaan hari ini. Sampai jumpa lagi besok, insyaallah! Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam hangat,
Ghani Rozaqi
ghanirozaqi.com

0 Response to "Tanya Jawab Bisnis Online: Update Gratis Ongkir, Strategi Harga & Iklan Efektif"
Posting Komentar