My Sticky Gadget

Bajuyuli baju muslim anak perempuan
Beranda · Self-engineering · bisnis · Memoar · Review Buku · Thoughts · Tentang Saya ·

Dilema Seller: Mengatur Harga, Strategi Iklan, hingga Urusan Pajak UMKM Meta

Dilema Seller: Mengatur Harga, Strategi Iklan, hingga Urusan Pajak UMKM

Bismillah. Senang sekali saya bisa kembali berbagi dalam forum harian kita. Meski sempat terhenti sejenak karena kesibukan yang luar biasa, saya berkomitmen untuk terus membuka ruang diskusi ini. Kali ini, saya ingin merangkum beberapa poin menarik dari obrolan bersama teman-teman seller mengenai tantangan nyata di lapangan, mulai dari urusan affiliate hingga persiapan pajak.

Dinamika Hubungan Seller dan Affiliator

Salah satu topik yang muncul adalah mengenai hubungan antara seller dengan para affiliator, terutama mereka yang sudah menyandang status top creator. Banyak seller merasa kesulitan melakukan "jemput bola" kepada para kreator besar karena respons yang cenderung lambat atau bahkan tidak dibalas meski sampel sudah ditawarkan.

Pengalaman saya pribadi, saat ini saya cenderung lebih pasrah dan tidak lagi terlalu agresif mengejar kreator secara manual. Berdasarkan perspektif istri saya yang juga seorang kreator dengan status Golden Tick di Shopee, biasanya kreator lebih suka membeli produk yang memang mereka butuhkan sendiri daripada menunggu sampel yang belum tentu sesuai dengan konten mereka.

"Memang matchmaking antara seller dan affiliator itu penuh tantangan. Seringkali inisiatif dari platform sudah ada, tapi tetap saja butuh kecocokan yang alami agar kerjasama bisa berjalan lancar."

Strategi Menaikkan Harga: Profit atau Volume?

Pertanyaan menarik lainnya adalah kapan waktu yang tepat untuk menaikkan harga produk, terutama saat biaya administrasi platform mulai merangkak naik. Ada kekhawatiran bahwa menaikkan harga akan membuat jumlah Add to Cart (ATC) menurun dan performa iklan menjadi tidak stabil.

Prinsip saya cukup sederhana: Profit or Nothing. Saya lebih memilih menaikkan harga secara langsung ke level yang sehat bagi margin perusahaan, meskipun risikonya penjualan akan turun di awal. Bagi saya, lebih baik merasakan "perih" sekali di depan daripada menderita pelan-pelan tanpa hasil yang jelas. Tentu saja, ada pilihan lain seperti menaikkan harga secara bertahap (misalnya Rp500 per minggu), namun itu kembali pada pilihan strategi masing-masing pemilik bisnis.

Memahami Fitur Promo dan Voucher Ekstra

Banyak yang bertanya apakah program seperti Voucher Ekstra atau Gratis Ongkir Ekstra masih layak diikuti mengingat biayanya yang mencapai 4,5% hingga 5%. Cara saya menilainya bukan dari kuantitas pemakaian, melainkan dari volume nilai vouchernya.

Cobalah bandingkan total biaya yang Anda keluarkan untuk program tersebut dengan total nilai voucher yang diterima oleh pelanggan. Jika nilai voucher yang dinikmati pelanggan masih lebih besar daripada potongan yang Anda bayar, maka program tersebut masih sangat menguntungkan. Khusus untuk Gratis Ongkir, fitur ini hampir wajib karena mayoritas pembeli enggan bertransaksi jika harus membayar ongkos kirim penuh.

Menghadapi Musim Pajak dan Sistem Coretax

Terakhir, kita sudah memasuki awal tahun yang artinya musim laporan SPT telah tiba. Apalagi dengan adanya transisi ke sistem Coretax dari DJP, teman-teman seller perlu mulai membekali diri dengan pengetahuan yang tepat. Jangan sampai bisnis yang sedang panen terganggu karena kepanikan menerima surat dari kantor pajak.

Bagi pelaku UMKM yang memiliki NPWP, sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir selama kita mau belajar dan tertib administrasi. Meskipun ada denda untuk keterlambatan lapor, nilainya biasanya masih tergolong ringan untuk skala UMKM. Yang terpenting adalah keberanian untuk mulai merapikan catatan keuangan kita dari sekarang.

Semoga berbagi pengalaman kali ini bermanfaat untuk perjalanan bisnis teman-teman semua. Sampai jumpa di catatan berikutnya di ghanirozaqi.com.

Bagikan :

Facebook Twitter

0 Response to "Dilema Seller: Mengatur Harga, Strategi Iklan, hingga Urusan Pajak UMKM Meta"

Posting Komentar