My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Kumpulan Pertanyaan Seputar Jualan di Shopee: Dari Toko Diblokir hingga ROAS Iklan

Halo semuanya, pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan dan curhatan dari teman-teman seputar berjualan di Shopee. Semoga jawaban saya bisa membantu, dan jika tidak, mohon dimaafkan.

Toko Utama Kena Band Shopee: Kasus HAKI dan Harapan Pemulihan

Ada pertanyaan dari Mbak Gustanti KD mengenai toko utamanya yang terkena band di Shopee dan diminta mengirim surat pernyataan. Sudah dua hari berlalu tanpa balasan dari tim CS Shopee. Mbak Gustanti menjelaskan bahwa tokonya menjual jersey tim yang kerap berkaitan dengan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Sebelumnya, praktik seperti ini, yaitu mengunggah ulang produk jika terdeteksi oleh 'polisi Shopee', tidak pernah menjadi masalah selama lebih dari setahun. Namun, kali ini tokonya terkena band permanen.

Kasus seperti ini memang sangat sulit. Saya menyarankan untuk tetap berikhtiar agar toko bisa kembali, namun juga harus mencari alternatif lain. Untuk kasus HAKI, saya belum pernah mendengar ada yang berhasil mengembalikan toko. Bahkan, toko yang diband tanpa alasan jelas saja sangat susah untuk kembali. Jika CS Shopee menyebutnya 'nge-freeze', itu sama saja dengan band atau dibekukan. Ketika link toko diakses, tulisannya 'tokonya tidak ditemukan'. Ini memang band. Turut berduka untuk Mbak Gustanti. Tetap ikhtiarkan, semoga ada keajaiban, meski menurut saya peluangnya berat.

Optimasi Iklan Shopee: Penyerapan Budget Saat Payday dan Strategi ROAS

Mas Muhammad Farhan menanyakan tentang penyerapan iklan. Ia mengatakan bahwa budget iklan Rp100.000 yang biasanya cukup untuk seminggu, kini pada saat payday bisa habis dalam hitungan menit. Saya sampaikan bahwa ini wajar. Pada momen seperti payday atau event 'Twin Date' (misalnya 10.10, 11.11), penyerapan iklan memang sangat cepat. Namun, setelah periode tersebut, biasanya traffic akan kembali sepi.

Kemudian, ia juga bertanya tentang ROAS (Return On Ad Spend). Dengan ROAS BP (Break Even Point) di angka 4, ia hanya mendapatkan sekitar 5. Ini sangat tipis. Saya menekankan bahwa ia harus menaikkan ROAS agar mendapatkan keuntungan yang lebih ideal, misalnya 10. Ini adalah pilihan: apakah ia ingin traffic besar dengan keuntungan sangat tipis (bisa dibilang 'kerja bakti') atau traffic yang lebih kecil namun dengan keuntungan yang masuk akal. Saran saya, prioritaskan keuntungan.

Menyikapi Kenaikan Harga Produk dari Pabrik dan Strategi Harga di Marketplace

Mas Rian Ilham menghadapi dilema karena ada kenaikan harga dari pabrik sebesar Rp1.000-Rp2.000 untuk produk seharga sekitar Rp59.000. Ia khawatir perubahan harga ini akan memengaruhi algoritma toko, terutama jika ingin mengikuti Flash Sale atau menunggu momen tertentu untuk memperbarui harga secara keseluruhan.

Saya tegaskan bahwa kenaikan harga Rp1.000-Rp2.000 untuk produk di kisaran Rp59.000 itu tidak perlu terlalu dipermasalahkan. Kenaikan sekecil itu sudah 'hancur' oleh promo ekstra atau voucher spesial toko yang diberikan Shopee. Kita tidak perlu terlalu terpaku pada harga kompetitor jika selisihnya hanya Rp3.000-Rp4.000, karena marketplace sendiri yang sering 'menghancurkan' harga dengan voucher Rp10.000, Rp20.000, atau bahkan lebih, tergantung kategori dan harga produk. Jadi, saya menyarankan untuk langsung menaikkan harga dan menormalisasi harga produk agar tidak terlalu tipis keuntungannya. Preferensi saya pribadi adalah menaikkan harga produk dan menjaga ROAS tetap, bukan sebaliknya.

Adopsi Foto AI untuk Produk: Studi Kasus Kompetitor dan Produk Winning

Mas Alfaruk mengamati bahwa banyak kompetitornya mulai menggunakan foto produk hasil AI, bahkan untuk produk utama. Ia merasa kualitas foto AI tersebut tidak sebagus foto lama, namun kompetitornya tetap 'fine-fine' saja, terlihat dari jumlah penjualan terlaris yang masih di atas 1000+. Ia juga menemukan bahwa Shopee sendiri kini menyarankan penggunaan rekomendasi foto AI. Ia khawatir jika mengganti foto produk winning miliknya dengan foto AI, traffic-nya bisa turun drastis.

Saya mengingatkan kembali kaidah umum: jika produk sudah winning, jangan diotak-atik. Mengubah foto utama produk winning adalah risiko besar. Meskipun kompetitor terlihat baik-baik saja, kita tidak tahu persis dampak jangka panjangnya bagi mereka. Jika Shopee memang meluncurkan fitur foto AI, boleh dicoba, namun lakukan eksperimen pada produk yang belum winning atau toko lain. Jangan mengambil risiko pada produk yang sudah menghasilkan.

Dilema Proxy untuk Ternak Toko di Shopee: Bukan Pertanyaan Sederhana

Mas Samaris menanyakan tentang penggunaan proxy untuk 'ternak toko' (mengelola banyak toko) di Shopee. Ia melihat perdebatan di forum seller mengenai apakah proxy satu jaringan WiFi berpengaruh atau tidak, dan ada yang mengklaim CS Shopee menyatakan tidak masalah asalkan dalam satu KTP bisa mengelola beberapa toko.

Saya tidak bisa memberikan statement 'ya' atau 'tidak' untuk pertanyaan ini, karena ini adalah materi bootcamp yang kompleks dan tidak sesimpel itu. Mohon maaf.

Semoga pembahasan ini bermanfaat bagi teman-teman semua dalam menjalankan bisnis di Shopee. Terima kasih.

Salam sukses,

Ghani Rozaqi

ghanirozaqi.com

0 Response to "Kumpulan Pertanyaan Seputar Jualan di Shopee: Dari Toko Diblokir hingga ROAS Iklan"

Posting Komentar