Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Beberapa hari terakhir, saya memang cukup padat, jadi mohon maaf jika ada beberapa sesi yang terlewat. Kali ini, saya mencoba menjawab beberapa pertanyaan dan curhatan dari teman-teman seputar bisnis online dan e-commerce yang sempat masuk.
Strategi Scale Up Iklan yang Optimal
Salah satu pertanyaan menarik datang dari Mas Hari Prasat mengenai strategi scale up iklan yang optimal. Ia bertanya bagaimana cara terbaik untuk menaikkan anggaran iklan. Mas Hari bercerita bahwa ia pernah mencoba menaikkan anggaran ketika iklannya sedang bagus, namun ROAS (Return On Ad Spend) justru turun.
Saya menyarankan untuk memeriksa persentase Add to Cart (ATC). Jika persentase ATC tetap sama atau bahkan meningkat ketika anggaran iklan dinaikkan, itu adalah pertanda baik. Artinya, iklan menyasar orang yang tepat dan Anda bisa terus menambah anggaran jika berani, bahkan hingga tak terbatas. Namun, jika persentase ATC malah turun setelah anggaran dinaikkan, itu berarti iklan menyebar ke audiens yang salah. Dalam kasus seperti ini, scale up iklan kemungkinan besar akan gagal. Ini bisa jadi karena pasar memang sedang lesu, atau produk Anda memang belum siap untuk di-scale up secara agresif.
Perbandingan Biaya Admin dan Iklan Shopee vs. TikTok
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah perbandingan antara biaya admin dan efektivitas iklan di Shopee dan TikTok. Seorang teman berbagi pengalamannya yang merasa iklan di TikTok sulit menghasilkan orderan, bahkan dengan anggaran Rp100.000 pun belum ada hasil. Sementara di Shopee, iklan cenderung lebih menghasilkan.
Sepengetahuan saya, biaya admin TikTok memang lebih mahal dibandingkan Shopee. Dengar-dengar, persentasenya bisa mencapai 30%, sementara di Shopee rata-rata di kisaran 23-25% jika mengikuti semua program. Saya sendiri sudah tidak terlalu aktif bermain di TikTok Ads, namun dari pengamatan saya dan beberapa teman, TikTok memang banyak jebakan Batman-nya terkait biaya. Menariknya, para pebisnis yang sukses di TikTok cenderung mengandalkan sistem afiliasi yang kuat, bukan iklan langsung. Sangat jarang saya mendengar ada yang jago mengiklan di TikTok secara murni dan berhasil besar.
Update Program Gratis Ongkir Ekstra Shopee
Kemudian, ada juga pertanyaan dari Mas Kito Abit terkait update program gratis ongkir ekstra Shopee yang akan berlaku di bulan Desember. Ia menanyakan apakah akan ada dua pilihan program (gratis ongkir biasa dan gratis ongkir ekstra dengan biaya admin lebih tinggi) atau hanya satu program gratis ongkir ekstra dengan kenaikan biaya admin.
Setahu saya, kemungkinan besar hanya akan ada kenaikan biaya admin untuk program gratis ongkir ekstra yang sudah ada, bukan penambahan opsi baru. Jika ada dua opsi, tentu akan membuat para penjual lebih pusing. Meskipun secara resmi Shopee menyatakan program ini opsional, namun menurut saya, mengikuti program gratis ongkir ekstra ini hampir menjadi hal yang wajib. Saya belum pernah melihat ada penjual yang mematikan gratis ongkir ekstra dan tetap laris. Program ini sangat penting untuk mendapatkan traffic dan tetap kompetitif di platform.
Semoga sharing ini bisa membantu teman-teman yang sedang mengalami tantangan serupa. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Strategi Scale Up Iklan, Perbandingan Shopee vs. TikTok, dan Update Gratis Ongkir"
Posting Komentar