My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Strategi Menaikkan Harga Produk di Shopee: Kapan Harus Nekat, Kapan Harus Hati-hati

Sebagai penjual online, keputusan menaikkan harga produk seringkali menjadi dilema. Kita khawatir akan kehilangan pembeli atau kalah saing dengan kompetitor. Namun, ada kalanya kenaikan harga memang tak terhindarkan, entah karena harga pokok produksi yang naik atau margin yang tidak lagi sehat. Saya ingin berbagi tips mengenai strategi menaikkan harga di Shopee, berdasarkan besaran persentase kenaikan yang akan Anda lakukan.

Kenaikan Kurang dari Rp5.000 (untuk produk di atas Rp50.000)

Jika Anda berencana menaikkan harga kurang dari Rp5.000, dan harga produk Anda di atas Rp50.000, saran saya adalah langsung saja naikkan, tidak perlu banyak berpikir. Mengapa? Karena banyak penjual takut menaikkan harga karena khawatir dengan kompetitor yang menjual lebih murah. Padahal, selisih harga Rp5.000 itu sudah bisa 'dihancurkan' oleh promo ekstra atau voucher spesial toko di Shopee.

Algoritma promo ini cukup kompleks dan tidak merata. Tidak semua penjual mendapatkan voucher Rp10.000; tergantung skor toko. Kadang saya mendapatkan voucher Rp5.000, kadang tidak, atau kadang Anda yang mendapatkan Rp15.000 dan saya tidak. Artinya, selisih Rp5.000 itu sudah 'terpotong' oleh promo ekstra dan voucher spesial toko, jika Anda mengikutinya. Jika Anda tidak mengikutinya, memang akan sedikit merepotkan.

Jadi, intinya, jika Anda ikut promo ekstra dan voucher spesial toko, dan keinginan untuk menaikkan harga kurang dari Rp5.000, langsung saja naikkan tanpa pikir panjang. Tenang, Shopee sendiri nanti akan 'berusaha menghancurkan' harga Anda. Berdasarkan pengalaman saya, untuk produk seharga Rp200.000-an, voucher yang diterbitkan Shopee untuk 'menghancurkan' harga kita bisa sekitar Rp20.000 hingga Rp40.000. Jika harga produk Rp300.000 sampai Rp500.000, vouchernya bahkan bisa mencapai Rp100.000. Ini memang strategi Shopee untuk membuat harga kita terlihat lebih murah, agar pembeli lebih tertarik.

Di sisi lain, yang sedang saya pertimbangkan sekarang adalah, jika harga terus 'dihancurkan' oleh Shopee, lalu untuk apa kita memikirkan strategi penetapan harga yang matang? Untuk apa kita menganalisis harga jika pada akhirnya akan 'diobral' oleh platform?

Kenaikan 15-20%

Sekarang, bagaimana jika kenaikannya antara 15 sampai 20%? Jika saya jadi Anda yang ingin menaikkan harga, saya akan mencoba menaikkan harga varian produk yang paling tidak laku terlebih dahulu. Misalnya, jika Anda menjual pakaian dengan ukuran S, M, L, XL, dan yang paling tidak laku adalah XL, saya akan menaikkan harga XL dulu. Jadi, strateginya bukan pada nominal kenaikan secara bertahap.

Saya lebih suka penyesuaian bertahap bukan dari segi nominal. Meskipun saya pernah melakukannya dengan nominal, namun terasa melelahkan dan berpengaruh pada ROAS (Return on Ad Spend). Saran saya, mulailah dari varian yang kurang laku. Misalnya, jika Anda ingin menaikkan harga XL sebesar Rp15.000, langsung saja naikkan harga XL tersebut.

Harapannya, karena ini varian yang kurang laku, tingkat konversi Anda tidak akan terlalu terganggu. Nanti, secara bertahap, Anda bisa menaikkan varian lainnya. Jadi, penyesuaiannya dilakukan dari sisi varian produk. Atau, biarkan saja varian yang paling laku tidak naik harganya sama sekali, agar tetap menjadi 'traffic puller'. Untuk varian yang kurang laku, kita berharap dari repeat order atau jika pembeli memang sangat menginginkan varian tersebut (misalnya warna yang aneh, seperti hijau).

Jika warna hijau ini langka atau sulit ditemukan di tempat lain, pembeli yang sangat menginginkannya akan rela membayar harga lebih mahal. Jadi, jika kenaikannya hanya 15-20%, saran saya, langsung saja naikkan harga varian yang kurang laku. Lakukan secara bertahap, pantau apakah ada penurunan signifikan pada tingkat konversi. Misalnya, dari 5% turun menjadi 1%? Saya rasa tidak akan terjadi jika Anda menaikkan varian yang kurang laku. Paling-paling akan turun sedikit, misalnya dari 5% menjadi 4,8%. Biarkan dulu, nanti bisa disesuaikan lagi. Pada akhirnya, secara keseluruhan tingkat konversi mungkin akan sedikit turun dari awalnya, itu sangat wajar. Namun, dengan menaikkan harga secara bertahap dari varian yang kurang laku, prosesnya akan lebih aman.

Kenaikan 20-50%

Ini adalah skenario ketiga: kenaikan harga antara 20 sampai 50%. Jujur, ini yang sedang saya alami sekarang. Saya menjual sajadah, dan baru beberapa jam lalu, harga busa sebagai bahan baku naik sampai 30%. Lebih tepatnya, supplier sekarang mengenakan biaya tambahan sekitar Rp30.000 untuk busa tersebut. Jika supplier menaikkan harga Rp30.000, saya harus menaikkan harga jual Rp60.000 di Shopee.

Kenaikannya menjadi sangat besar, dan ini memang menakutkan jika kenaikan mencapai 20-50%. Saya belum melakukan riset lebih lanjut, namun ada beberapa hal yang akan saya lakukan:

  1. Cek Kompetitor: Saya akan cek kompetitor dengan produk serupa. Karena busa yang digunakan kemungkinan sama, seharusnya jika saya menaikkan harga, kompetitor juga menaikkan harga. Jika ternyata harga mereka tidak naik atau malah lebih murah, dan produknya sama, saya lebih memilih untuk mengganti supplier. Saya bahkan mungkin akan mencoba membeli busa dari Shopee untuk produk sajadah saya.
  2. Menurunkan Grade Produk: Saya akan menurunkan grade atau kualitas busa. Busanya sendiri memiliki berbagai macam grade, yang biasa disebut density, tergantung pada kekenyalan dan kekuatannya. Ada D16, D18, dan seterusnya. Saya akan bernegosiasi dengan supplier untuk menurunkan grade. Ini adalah upaya untuk menurunkan HPP (Harga Pokok Penjualan). Skema menurunkan HPP ini sudah sangat umum. Mungkin Anda pernah menyadari, misalnya, ketika membeli minuman kemasan yang dulu ukurannya besar, tapi seiring waktu menjadi lebih kecil sementara harganya makin mahal. Itu adalah salah satu upaya perusahaan besar untuk menurunkan HPP, dan ini sangat lazim.

Itulah beberapa tips dari saya terkait menaikkan harga. Semoga bermanfaat!

0 Response to "Strategi Menaikkan Harga Produk di Shopee: Kapan Harus Nekat, Kapan Harus Hati-hati"

Posting Komentar