Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Belakangan ini, ada sebuah teori yang berkecamuk di otak saya mengenai iklan Shopee. Dalam beberapa kali diskusi internal, ketika ada yang bertanya tentang iklan, saya selalu menyarankan untuk defensif dulu. Mengapa? Karena iklan Shopee sedang dalam masa transisi, dan saya belum yakin apakah karakter iklannya akan kembali seperti semula. Mungkin tidak.
Teori saya saat ini adalah, seakan-akan, buat apa kita mengatur set ROAS? Ini terjadi per tanggal 21 Juli saat saya merekam video ini. Saya tidak tahu kapan video ini akan terbit, namun intinya, kenapa saya berpikir demikian?
Dulu, beberapa bulan ke belakang, jika kita mengatur set ROAS sebesar X, hasilnya bisa lebih terprediksi. Misalnya, jika kita mengatur 10, kita bisa mendapatkan ROAS sekitar 6, 7, atau 5. Ini terprediksi dan bisa kita tingkatkan. Namun, sekarang hasilnya seringkali tidak terprediksi. Kita mengatur ROAS 20, kadang bisa dapat 15 atau 16, lalu tiba-tiba turun menjadi 3 atau 2. Ini tidak terprediksi sama sekali.
Padahal, set ROAS adalah variabel kontrol kita. Walaupun bukan berarti kita bisa mengontrol sepenuhnya, ia tetap menjadi variabel penting. Jika variabel kontrol ini tidak menghasilkan sesuatu yang terprediksi atau bahkan sangat rendah (misal, set 30 tapi hanya dapat 2, 3, atau 4), maka ini jadi masalah.
Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan: set ROAS dan hasilnya yang unpredictable. Terutama bagi Anda yang baru memulai iklan di Shopee, saya sarankan untuk selalu melihat data iklan minimal last 7 days atau 7 hari terakhir. Ini adalah rentang yang adil.
Saya berulang kali menyampaikan ini karena iklan Shopee yang sekarang, terutama GMV Max, berbeda dengan iklan manual di masa lalu. Dulu, jika kita melihat data hari ini, itu sudah cukup relevan karena iklan bersifat search base atau keyword base. Orang mencari, melihat, dan langsung membeli. Ketika dia mencari lagi, dia tidak akan ditargetkan oleh iklan yang sama.
Namun, GMV Max terus-menerus melakukan retargeting. Orang yang melihat iklan hari ini mungkin baru membeli 3 hari kemudian karena terus ditargetkan. Artinya, tidak adil jika Anda hanya melihat data hari ini. Bisa jadi pembeli hari ini adalah orang yang melihat iklan 7 hari lalu. Oleh karena itu, atributnya memang 7 hari. Minimal lihat 7 hari, mau 14 hari, 20 hari, atau sebulan pun terserah. Tapi kurang dari 7 hari, menurut saya, itu tidak adil.
Jika Set ROAS Tidak Berguna, Lalu Apa?
Jika kita mengatur set ROAS X, dan ternyata hasilnya tidak terprediksi serta bisa sangat rendah jauh dari harapan, lalu untuk apa set ROAS? Kita mengatur 10 tapi hasilnya 1 atau 2. Apa gunanya?
Mari kita ambil contoh kasus. Misalkan Anda mengatur set ROAS 10, harapan Anda mendapatkan 8, namun hasilnya hanya 2. Melihat kasus ini, ada dua opsi yang mungkin Anda lakukan:
Opsi 1: Menyesuaikan dengan Galat (Error)
Agar tidak boncos, karena harapan saya 8 dan hasil 2 sudah boncos, maka saya akan menyesuaikan set ROAS. Selisih antara harapan (8) dan kenyataan (2) adalah 8. Maka, saya akan mengatur set ROAS menjadi 10 + 8 = 18. Harapannya, hasil yang didapat nanti mendekati 8 atau 10. Konsep galat (selisih antara harapan dan realitas) itu wajar dalam hidup dan eksperimen, termasuk iklan.
Opsi 2: Menyesuaikan Berdasarkan Persentase
Mungkin juga galatnya dalam bentuk persentase. Jika kita set 10 dan mendapat 2, artinya kita hanya mendapatkan 20% dari yang kita atur. Jadi, jika kita ingin mendapatkan 8, kita harus mengatur ROAS menjadi 8 * 10 / 2 = 40. Dengan galat persentase yang sama (20%), 40 * 20% = 8. Jadi, untuk mendapatkan 8, kita harus mengatur set ROAS 40.
Yang menjadi pertanyaan, apakah iklan akan berjalan efektif jika set ROAS kita atur menjadi 18 atau bahkan 40? Set ROAS 18 masih bisa berjalan, terutama untuk produk dengan harga yang terjangkau. Namun, untuk set ROAS 40, apakah akan berjalan? Intinya, ini adalah eksperimen. Jika tidak berjalan, kita cari cara lain. Ini hanyalah sebuah teori.
Jadi, dua opsi ini bisa Anda coba jika set ROAS 10 Anda hanya menghasilkan 2: tingkatkan ke 18, atau bahkan 40.
Opsi Lain: Auto ROAS dan Variabel Kontrol Harga
Saya sedang memikirkan opsi lain. Karena sekarang set ROAS seakan-akan tidak berguna, dan hasilnya unpredictable, kenapa tidak auto ROAS saja? Biarkan algoritma yang mengatur ROAS, dan kita fokus pada variabel kontrol yang lain: harga.
Ini sedang saya pertimbangkan, namun belum saya eksperimenkan secara serius. Mengapa? Karena main iklan auto itu membuat saya sedikit trauma. Apalagi jika budgetnya tak terbatas. Saya hanya berani melakukan auto di produk-produk yang sedang tren. Itupun, saya pernah boncos. Contohnya saat Piala Dunia, saya main auto untuk jersey dan malah boncos, padahal sebelumnya tidak pernah boncos dengan auto budget ratusan ribu.
Jadi, variabel kontrol digeser dari set ROAS menjadi set harga. Ini penting sekali. Kita seringkali terlalu merisaukan hal-hal yang tidak bisa kita kontrol. Seperti kesal dengan kebijakan tertentu, saya juga kesal. Tapi jika terus-menerus membahasnya tanpa memiliki variabel kontrol, siapa saya? Saya bukan pejabat, bukan anak presiden, bukan orang partai. Omongan saya tidak akan berpengaruh karena variabel kontrolnya bukan di saya.
Kita harus fokus pada variabel kontrol yang kita miliki. Dalam berbisnis, khususnya iklan, saya biasanya mencoba membatasi variabel kontrol maksimal dua. Lebih dari itu akan sangat pusing dan sulit dievaluasi. Meskipun sekarang ada AI yang mungkin bisa membantu mengevaluasi banyak variabel, saran saya tetap, fokus pada satu atau dua variabel saja.
Mudah-mudahan Anda paham intinya dari video ini: jika Anda merasa hal yang sama, bahwa set ROAS seakan-akan tidak berguna, silakan bereksperimen. Bagaimana jika kita menggunakan auto ROAS, lalu variabel yang kita mainkan adalah harga? Misalnya, auto ROAS didapat 5, ternyata boncos. Coba naikkan harga jual produk agar ROAS 5 itu tidak boncos. Besoknya atau minggu depannya dapat 7? Biarkan saja, atau coba turunkan harga sedikit.
Jadi, harga yang dimainkan, dinaikkan atau diturunkan, menyesuaikan dengan ROAS yang didapat secara otomatis. Saya sendiri belum mencoba ini. Jika ada di antara Anda yang sudah mencoba, mohon bagikan pengalaman Anda di kolom komentar. Atau, jika ingin bereksperimen bersama, bisa bergabung di Syndikat Dropship. Kunjungi saja ghanirozaqi.com untuk informasi lebih lanjut. Sekian. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Teori Saya tentang Perubahan Iklan Shopee: Jika Set ROAS Tidak Lagi Berguna"
Posting Komentar