Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Selamat malam teman-teman. Alhamdulillah, terima kasih sudah hadir di sesi ini. Malam ini, saya ingin menjawab beberapa curhatan dari teman-teman seputar dunia bisnis online. Mudah-mudahan jawaban saya bisa membantu mengatasi kendala yang sedang kalian alami.
Update Mengenai MBGR
Ada salah satu teman yang menanyakan tentang MBGR (Masa Depan Bisnis Ghani Rozaqi). Ternyata ada yang menantikan, saya senang sekali mendengarnya! Memang sengaja hari ini saya mencoba diam untuk melihat respons dari teman-teman. Sempat saya berpikir, 'Oh, berarti mereka tidak butuh lagi,' karena yang di grup MBGR Bandung terlihat adem-adem saja. Namun, ternyata tidak.
Saya pribadi sedang bingung bagaimana mengonsep ulang MBGR agar pas, karena MBGR Zoom sudah menjadi kebiasaan selama lebih dari 3 tahun, bayangkan! Saya juga tadi sempat bingung harus melakukan apa. Nanti akan saya pikirkan lagi bagaimana agar tercipta win-win solution, tidak terlalu membuat saya burn out, dan sekaligus bisa menghilangkan pihak-pihak yang terlalu oportunis. Ternyata, banyak yang memanfaatkan MBGR ini untuk mencari klien, dan setelah mendapatkan klien, mereka tidak pernah bergabung lagi. Jadi, ini sedang saya godok dulu.
Mengatasi Masalah Toko Online dan Penjualan Palsu
Mbak Tiara Budi bercerita tentang notifikasi ‘penjualan palsu’ yang ia terima sekitar tanggal 20-an Mei lalu, bahkan sampai dua kali. Padahal, ia merasa tidak pernah melakukan hal tersebut. Sejak notifikasi itu, tokonya langsung sepi sekali. Dari 100 orderan per hari, langsung anjlok drastis menjadi hanya 20. Ia sudah mencoba bertanya ke customer service berkali-kali, namun tidak pernah mendapat jawaban yang jelas, bahkan notifikasinya tidak menjelaskan produk mana yang dicurigai.
Saya pribadi pernah mengalami hal serupa, sudah lama sekali. Saya juga kaget karena tidak pernah melakukan fake order. Curiga saya waktu itu, ada karyawan yang melakukan CO, tapi tidak ada yang mengaku. Namun, di kasus saya tidak sampai ada penurunan penjualan. Saya berbicara dengan Relationship Manager (RM) dan setelah ditelusuri, masalahnya selesai. Kalau sampai turun penjualan, saya tidak tahu persis penyebabnya. Mbak Tiara menduga ini juga karena ada karyawan yang mungkin menggunakan WiFi kantor dan terdeteksi.
Saran saya, coba tanyakan ke tim Anda dengan baik-baik, jangan langsung dimarahi. Sampaikan saja apa adanya ke CS. Kalau punya RM, biasanya lebih mudah untuk mediasi. Mbak Tiara sendiri sempat punya RM, tapi sekarang sudah tidak lagi. Alhamdulillah, setelah sekitar 10 hari anjlok drastis, toko Mbak Tiara sudah mulai naik sedikit demi sedikit lagi. Semoga terus membaik ya!
Memahami Promo Plus Gratis Trial
Mas Iqbal Maulana bertanya tentang promo plus yang sedang ada free trial. Jadi, promo ekstra plus ini biasanya mengenakan biaya 1,5% lebih besar dari promo biasa, atau sekitar 6,5% dibandingkan 4,5%. Nah, sampai tanggal 8 atau 9 Juli ini, biaya 2% tersebut tidak dipungut. Jadi, nanti setelah tanggal tersebut, baru akan dipungut biayanya. Tujuannya tentu saja untuk membuat kita ‘candu’ dulu dengan performa iklannya.
Penalti Akibat Balas Ulasan Customer
Mas Yudine mengalami masalah yang cukup unik dan mengecewakan. Ada seorang customer memberikan bintang empat dengan alasan tidak tahu cara pakai produk. Admin Mas Yudine membalas ulasan tersebut dengan sopan, menawarkan bantuan dan mengatakan bahwa tutorial video sudah dikirimkan via pesan. Tiga hari kemudian, Mas Yudine malah mendapat notifikasi pelanggaran karena 'melakukan perkataan kasar kepada customer', bahkan langsung mendapat penalti lima poin! RM Mas Yudine sendiri mengatakan tidak ada kata kasar, mungkin hanya salah ketik, dan membantu mengajukan banding dengan screenshot chat sebagai bukti. Namun, bandingnya tetap ditolak. Wah, saya belum pernah mengalami kejadian seperti ini secara langsung. Mas Yudine, saya hanya bisa bilang, yang sabar ya. Ini memang menyebalkan, sudah bayar iklan mahal, lalu menghadapi kasus-kasus seperti ini.
Strategi Iklan ROAS vs. Auto
Mas Nendi bertanya tentang iklan. Ia dulu belajar menggunakan ROAS untuk meningkatkan traffic setelah berpindah dari manual ke auto. Kemudian, ia mencoba pindah ke ROAS dengan menyesuaikan ROAS yang di auto, namun hasilnya justru boncos. Setelah mencari tahu, ia coba menaikkan ROAS dari 7 (permintaan Shopee) ke 10, dan traffic kembali bagus, bahkan sampai ROAS 17 dan profit. Namun, akhir-akhir ini setelah ada perubahan, iklannya tidak kemakan atau kemakan tapi sedikit, dan traffic juga turun.
Saya menduga, ketika auto boncos lalu kita naikkan ROAS dan traffic malah bagus, itu kemungkinan besar adalah lower funnel yang diserang. Upper funnel yang agresif sudah terkumpul daftar namanya di auto. Ketika ROAS dinaikkan, ia akan menargetkan yang peluang ROAS-nya tinggi. Setelah funnel atau daftar nama tersebut habis dan sudah pada membeli, wajar jika sepi. Jadi, saran saya, kembali ke auto dulu untuk mencari top funnel, daripada menurunkan ROAS.
Mengelola Produk Pelanggaran
Ion bertanya tentang produk ikan yang dulu pernah dijual namun sekarang sering kena pelanggaran hingga akun dibekukan. Ia memiliki beberapa produk dengan rating dan ulasan bagus yang sudah diarsipkan, dan ingin tahu apakah bisa dimanfaatkan dengan mengubah kategori. Saya sarankan jangan mengubah kategori secara langsung karena akan kena tilang. Namun, risikonya hanya kena tilang saja, tidak sampai penalti. Jadi, coba saja munculkan kembali produk tersebut, atau upload baru dengan kategori yang diganti. Kalaupun kena tilang, risikonya hanya tilang saja, tidak sampai penalti. Saya sarankan lakukan keduanya, munculkan yang lama dan coba upload yang baru dengan kategori yang berbeda.
Terima kasih banyak atas partisipasi dan pertanyaan-pertanyaan dari teman-teman semua. Bagi yang di Bandung, jangan lupa ya, insyaallah kita akan kumpul offline setiap Selasa. Minggu depan topiknya menarik, kita akan jualan bareng produk Agustusan. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya! Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Menjawab Curhatan dan Tantangan Bisnis Online: Dari MBGR hingga Iklan Efektif"
Posting Komentar